PUREBB

4 Alasan Sebaiknya Hindari Pakai Botol Dot Saat Memberi ASI Perah pada Bayi

Erni Wulandari 1 menit baca
4 Alasan Sebaiknya Hindari Pakai Botol Dot Saat Memberi ASI Perah pada Bayi

4 Alasan Sebaiknya Hindari Pakai Botol Dot Saat Memberi ASI Perah pada Bayi

1. Bingung puting

Penggunaan dot atau empeng dapat menimbulkan bingung puting, yaitu keadaan di mana bayi tidak mau menyusu lagi ke payudara ibu karena mekanisme hisapan yang berbeda antara menghisap dot dan memerah payudara.

2. Risiko terinfeksi

Dot sangat rentan terkontaminasi karena karetnya yang merupakan media tumbuh kuman yang sangat baik. Selain itu, banyaknya zat merugikan hasil reaksi plastik yang dipanaskan setiap hari, yang semakin lama semakin banyak terakumulasi dalam tubuh bayi, sehingga menurunkan daya tahan tubuh bayi dan bayi menjadi sangat rentan terkena penyakit infeksi, walau dot berisi ASI.


3. Mengganggu pertumbuhan gigi

Penggunaan dot dapat menimbulkan masalah gigi dan maloklusi rahang, serta jauh lebih tinggi risiko tersedak dibandingkan pemberian dengan media gelas atau sendok.

4. Mempengaruhi psikologi anak

Anak yang terlanjur mengenal dot juga akan sulit sekali disapih dari dot saat sudah beranjak besar, sehingga akan mempengaruhi sisi psikologis anak tersebut bila tidak berhasil dipisahkan dari dot saat berusia 2 tahun, terlebih lagi jika sampai melewati batas 3 tahun. Hal tersebut akan mempengaruhi kemandirian sang anak di masa depan dan juga dalam hal mengambil keputusan.

Bila ibu bekerja, dr Asti menyarankan untuk mengunjungi klinik laktasi bersama keluarga atau pengasuh. Nantinya akan diajarkan manajemen laktasi, diantaranya mengenai perah ASI, ASIP handling (penyimpanan dan penyajian ASI Perah), fresh ASIP (ASI Perah segar), pemberian dengan gelas (cup feeding), dan semua tips-tips agar tetap lancar menyusui walaupun Ibu bekerja.

Namun bila ibu tidak bekerja, sebaiknya ibu menyusui langsung tanpa perlu perah-perah dan memberikan ASIP (ASI Perah) pada buah hati.

 

Sumber : health.detik