PUREBB

Apakah efek penggunaan bantal yang terlalu dini pada bayi?

1 menit baca
Apakah efek penggunaan bantal yang terlalu dini pada bayi?

Apakah efek penggunaan bantal yang terlalu dini pada bayi?

Adakah diantara Mom yang penasaran mengapa bayi dibawah 2 tahun sebaiknya tidak diberikan bantal terlebih dahulu saat tidur? Berikut beberapa efek penggunaan bantal yang terlalu dini pada bayi.

#1 SIDS atau Sudden Infant Death Syndrome (Sindrom Kematian Mendadak) pada bayi

Dalam pemilihan bantal untuk si kecil, Mom pasti akan memilih bahan yang lembut agar tidurnya semakin nyenyak. Ternyata, tidak sepenuhnya benar lho, Mom.

Saat bahan-bahan lembut tersebut lepas dari bantal, bayi dapat tersedak dan sesak nafas. Hal seperti inilah yang menyebabkan SIDS.

#2 Kepala peyang

Ternyata kepala peyang bisa dikarenakan pemakaian bantal pada bayi. Penggunaan bantal, contohnya bantal bayi berbentuk U, mengakibatkan bayi susah bergerak ke kanan maupun ke kiri. Oleh karena itu, posisi tidurnya tidak bisa berubah-ubah dan salah satu permukaan kepalanya akan mendapat tekanan yang konstan.

#3 Alergi

Bantal bisa saja menjadi sarang debu maupun tungau. Hal ini akan sangat berbahaya jika menyerang kulit manusia khususnya bayi yang masih sensitif karena dapat membuatnya alergi. Oleh karena itu, ada baiknya jika Mom tidak memberikan bantal pada anak Anda sebelum usia 2 tahun.

#4 Tersedak muntah

Bantal bayi, khususnya yang berbentuk U, juga dapat mengakibatkan si kecil tersedak akan muntahnya sendiri. Saat bayi gumoh, ia tidak akan bisa memutar badannya ke kiri atau kanan karena bantal sehingga muntahannya akan masuk ke mulutnya kembali.

Bagaimana dengan bantal biasa? Tetap saja Mom, bahaya. Karena besar kemungkinan jika leher bayi tertekuk dan membuatnya susah napas. Selain itu, peluang bayi terguling sampai tertindih bantal juga tinggi, lho Mom. Yuk pertimbangkan lagi jika Anda berencana memberikan bantal tidur untuk buah hati tercinta.

 

Source: https://www.ruangmom.com/