Komplikasi Ruam Popok yang Perlu Diwaspadai
Ruam popok terjadi karena kulit terpapar dengan urine dan tinja, menciptakan lingkungan yang lembap dan basah. Kondisi ini memudahkan pertumbuhan bakteri dan jamur, serta menimbulkan komplikasi berupa:
1. Perubahan warna kulit
Pada bayi dengan kulit coklat atau hitam, ruam popok dapat menyebabkan area yang terkena menjadi lebih cerah. Kondisi ini disebut dengan hipopigmentasi pasca inflamasi.
2. Infeksi bakteri atau jamur
Ruam popok menciptakan lingkungan lembap dan hangat di area popok, yang menjadi tempat berkembang biak bagi bakteri atau jamur. Infeksi bakteri atau jamur ini dapat memperparah luka yang sudah ada.
3. Dermatitis
Ruam popok yang tidak diobati dan terjadi secara terus-menerus dapat berkembang menjadi dermatitis yang lebih parah. Dermatitis ini menyebabkan kulit merah, bengkak, dan terkadang terbentuknya lepuhan.
4. Abses
Ruam popok yang terinfeksi dapat menyebabkan terbentuknya abses, meskipun kasusnya sangat jarang terjadi. Abses adalah kumpulan nanah yang terakumulasi di bawah kulit dan memerlukan perawatan segera.
5. Rentan terhadap infeksi lainnya
Infeksi berulang atau peradangan yang terjadi akibat ruam popok yang tidak teratasi dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Masalah ini membuat bayi atau anak lebih rentan terhadap infeksi lainnya.
Source : https://www.halodoc.com/
