Penyebab bayi sering melihat ke atas
Bayi baru lahir masih mengalami perkembangan kemampuan penglihatan sehingga dia akan lebih mudah tertarik kepada benda-benda yang berwarna kontras atau yang tampak memancarkan cahaya seperti lampu atau cahaya dari jendela.
Pada umumnya bayi baru lahir menghabiskan sebagian besar waktunya dalam posisi terlentang sehingga saat ia membuka mata. Hal pertama yang tampak adalah segala sesuatu yang ada pada langit-langit kamar, seperti lampu, kipas, mainan yang diletakkan di atas ranjang bayi, dan sebagainya.
Kontrol dan otot pada mata bayi belum sempurna, sehingga tidak heran hal itu membuat matanya sering melihat ke atas. Namun, tidak perlu khawatir karena mata bayi akan lebih berkembang dan dapat mulai melihat dengan lebih jelas pada usia sekitar 2 bulan. Pada usia ini bayi juga mulai dapat memfokuskan matanya ke objek, misalnya ke wajah orang tua, atau ke benda atau mainan yang memiliki warna kontras.
Cara agar bayi tidak selalu melihat ke atas
Meskipun bayi yang sering melihat ke atas merupakan hal yang normal, terlebih bagi bayi yang baru lahir, perilaku ini kerap membuat Mom & Dad khawatir. Nah, agar si Kecil tidak terlalu sering melihat ke atas, berikut beberapa cara sederhana untuk mengalihkan pandangannya:
- Alihkan dengan suara atau mainan
- Tutup mata bayi seperti bermain cilukba
- Ajak bayi berkomunikasi agar bayi fokus pada Mom & Dad
- Hindari meletakkan lampu atau mainan tepat diatas kepalanya
- Tanda atau gejala yang perlu diwaspadai
Jika pada usia dua bulan bayi masih belum mampu memfokuskan penglihatannya kepada objek yang berada sekitar 20-30 cm di depan wajahnya, tampak tidak berespon terhadap cahaya atau wajah pengasuh, maka sebaiknya orangtua segera berkonsultasi dengan dokter.
Selambat-lambatnya, pada usia 3 bulan bayi sudah harus dapat memfokuskan matanya ke objek dan mengikuti pergerakan objek sepanjang lapang pandangnya (misalnya dari sisi kanan kepala ke sisi kiri dan sebaliknya).
Sumber: primaku.com
