PUREBB

Istilah-Istilah Seputar Kehamilan & Menyusui !

4 menit baca
Istilah-Istilah Seputar Kehamilan & Menyusui !

Asam folat: Nutrisi yang sangat dibutuhkan ibu hamil dari trimester pertama untuk mendukung proses perkembangan otak janin.

 

Amniotik: Air ketuban, isinya sebagian besar air seni janin dan air.

 

Anterior (Oksiput Anterior): Posisi janin, kepala di bawah, wajah menghadap ke bagian punggung ibu, dagu menempel di dadanya dan kepalanya siap untuk masuk pelvis.

 

ASI Booster: Makanan, minuman, pijatan Ayah, transferan (eh!), semua yang membantu meningkatkan produksi ASI.

 

APGAR: Penilaian yang diberikan dokter atau bidan pada bayi yang baru lahir, didasarkan pada warna tubuh bayi, detak jantung, refleks menangis, nada otot, dan pernapasan.

 

Baby Blues: Rasa tidak bahagia ketika anak lahir, biasanya dilatarbelakangi kurangnya support system. 

 

Bedong: Teknik membalut tubuh bayi baru lahir menggunakan selimut atau kain bedong, konon membuat bayi merasa seperti berada di dalam rahim ibu.

 

Bengkung: Kain panjang maupun korset yang digunakan untuk menjaga perut dan postur tubuh ibu pasca-melahirkan.

 

Bingung puting (Bingput): Kondisi di mana bayi menolak disusui langsung, bisa terjadi karena terbiasa menyusu dengan bantuan dot dan penggunaan empeng.

 

Breastpump: Pompa ASI yang menjadi alat perang ibu menyusui, khususnya yang bekerja di kantor. Ada yang bentuknya elektrik dan manual.

 

Breech: Sungsang. Posisi bokong dan kedua kaki bayi menghadap ke jalan lahir dengan lutut tertekuk sehingga membuat persalinan normal lebih sulit dilakukan, bahkan tidak mungkin.

 

Caesar/C-section: Persalinan dengan metode operasi mengeluarkan bayi melalui sayatan di dinding perut dan uterus.

 

Cephalopelvic Disproportion (CPD): Ukuran bayi terlalu besar untuk melewati panggul ibu dengan aman.

 

Carrier: Gendongan bayi yang bisa digunakan oleh ibu maupun ayah, tersedia dalam berbagai bentuk yang bisa dipilih sesuai selera.

 

Crowning: Posisi ketika kepala bayi sudah melewati jalan lahir dan bagian atas kepalanya (mahkota) terlihat dari lubang vagina yang terus melebar.

 

Dilatasi: Pelebaran leher rahim atau serviks yang bisa dilakukan oleh dokter atau bidan saat cek dalam, untuk mengukur dalam sentimeter dengan ukuran maksimal 10 cm.

 

Doula: Tenaga profesional yang memberikan dukungan emosional, fisik, dan informasi kepada ibu sekaligus menjadi pendamping selama ibu menjalani proses persalinan.

 

Epidural: Metode anestesi yang umum digunakan selama persalinan melalui kateter menggunakan jarum ke ruang epidural dekat sumsum tulang belakang. (Note: tidak semua proses melahirkan menggunakan metode ini)

 

Episiotomi: Sayatan yang dibuat pada perineum untuk memperlebar lubang vagina demi melancarkan proses persalinan.

 

Fetal Distress: Kondisi ketika bayi tidak menerima cukup oksigen sehingga mengalami komplikasi.

 

Growth spurt: Kondisi di mana bayi akan menyusu lebih sering dan lebih banyak karena sedang mengalami masa pertumbuhan yang lebih cepat dari biasanya.

 

Gumoh: Keluarnya cairan, susu, atau makanan yang baru saja ditelan bayi. Dalam istilah medis disebut refluks.

 

Heartburn: Munculnya sensasi perih dan panas di dada yang kerap dialami ibu selama hamil.

 

HPL (Hari Perkiraan Lahir) atau due date: Perkiraan tanggal melahirkan. Tidak semua HPL ini akurat, karena faktanya bisa jadi maju atau mundur dari yang diperkirakan.

 

Induksi: Proses mempercepat persalinan dengan intevensi, seperti mengolekskan gel prostaglandin pada serviks, menyuntikkan infus hormon oksitosin, atau dengan merobek selaput.

 

KMS (Kartu Menuju Sehat): Catatan grafik perkembangan anak yang diukur berdasarkan umur, berat badan, dan jenis kelamin untuk mengetahui status gizi anak.

 

Kolostrum: Cairan pertama yang keluar dari payudara pada tahap awal produksi ASI. Pada beberapa ibu, kolostrum sudah keluar di beberapa minggu kehamilan.

 

Laktasi: Keseluruhan proses menyusui, mulai dari ASI diproduksi sampai proses bayi menghisap dan menelan ASI.

 

Latch on: Pelekatan mulut bayi pada payudara ibu saat menyusu yang perlu diperhatikan posisinya. Bila salah, dapat menyebabkan puting lecet hingga terluka.

 

LDR (Let Down Reflex): Refleks keluarnya ASI dari payudara, ketika saraf payudara terstimulasi untuk mengeluarkan hormon oksitosin. Bisa terjadi kapan saja, saat ibu makan, minum, mandi, mempompa payudara sebelah, maupun ketika berhubungan seks.

 

Mastitis: Peradangan pada jaringan payudara, yang sering terjadi pada ibu menyusui. Bila tidak tertangani dengan baik dapat menyebabkan masalah yang lebih serius.

 

Mekonium: Tinja atau feses yang keluar pertama kali ketika bayi dilahirkan. Bila bayi mengalami stres, mekonium dapat keluar waktu bayi masih dalam kandungan.

 

Milk Blister: Ketika puting mengalami luka lepuh atau lecet berisi cairan warna putih kekuning-kuningan. Rasa sakitnya, jangan ditanya!

 

Onesie: Jenis pakaian bayi yang modelnya terusan (panjang maupun pendek) dengan bukaan pada bagian bawah tubuh bayi, memudahkan saat harus ganti popok.

 

Perineum: Bagian kulit antara vagina dan lubang anus yang pada beberapa kasus melahirkan, perlu disayat atau robek dengan sendirinya.

 

Posterior (Oksiput Posterior): Posisi janin, wajahnya menghadap ke depan (ke perut ibu), sehingga biasanya persalinan normal tetap bisa dilakukan hanya saja prosesnya bisa terjadi lebih lama.

 

Power Pumping: Frekuensi memompa ASI lebih sering untuk menyimpan stok ASPI atau ketika bayi sedang mengalami growth spurt.

 

PPD (Post Partum Depression): Kondisi yang lebih buruk dari baby blues, di mana ibu mengalami depresi dan dapat berujung pada hal-hal yang di luar kendalinya.

 

PROM (Premature Rupture of Membranes): Kondisi di mana kantung ketuban pecah sebelum waktu persalinan dimulai.

 

RUM (Rational Use of Medicine): Penggunaan obat untuk menangani suatu diagnosa dengan tepat, efektif dan efisien oleh dokter. Tidak sedikit-sedikit memberi obat ketika anak sakit.

 

Stretchmark (Striae): Garis-garis yang muncul beruntai pada kulit, di bagian perut, payudara, pinggul, bokong, atau paha selama kehamilan.

 

Tongue tie (lip tie): Kondisi di mana terdapat selaput di bawah lidah bayi maupun di bawah bibir rahang atas atau bawah yang mengganggu pergerakan mulut bayi ketika menyusui.

 

VBAC (Vaginal Birth After Caesarean): Prosedur melahirkan secara normal yang dilakukan setelah sebelumnya melahirkan secara caesar.

 

Demikian berbagai istilah seputar kehamilan yang wajib diketahui!

 

Source : https://mommiesdaily.com/