Asam folat: Nutrisi yang sangat dibutuhkan ibu hamil dari trimester pertama untuk mendukung proses perkembangan otak janin.
Amniotik: Air ketuban, isinya sebagian besar air seni janin dan air.
Anterior (Oksiput Anterior): Posisi janin, kepala di bawah, wajah menghadap ke bagian punggung ibu, dagu menempel di dadanya dan kepalanya siap untuk masuk pelvis.
ASI Booster: Makanan, minuman, pijatan Ayah, transferan (eh!), semua yang membantu meningkatkan produksi ASI.
APGAR: Penilaian yang diberikan dokter atau bidan pada bayi yang baru lahir, didasarkan pada warna tubuh bayi, detak jantung, refleks menangis, nada otot, dan pernapasan.
Baby Blues: Rasa tidak bahagia ketika anak lahir, biasanya dilatarbelakangi kurangnya support system.
Bedong: Teknik membalut tubuh bayi baru lahir menggunakan selimut atau kain bedong, konon membuat bayi merasa seperti berada di dalam rahim ibu.
Bengkung: Kain panjang maupun korset yang digunakan untuk menjaga perut dan postur tubuh ibu pasca-melahirkan.
Bingung puting (Bingput): Kondisi di mana bayi menolak disusui langsung, bisa terjadi karena terbiasa menyusu dengan bantuan dot dan penggunaan empeng.
Breastpump: Pompa ASI yang menjadi alat perang ibu menyusui, khususnya yang bekerja di kantor. Ada yang bentuknya elektrik dan manual.
Breech: Sungsang. Posisi bokong dan kedua kaki bayi menghadap ke jalan lahir dengan lutut tertekuk sehingga membuat persalinan normal lebih sulit dilakukan, bahkan tidak mungkin.
Caesar/C-section: Persalinan dengan metode operasi mengeluarkan bayi melalui sayatan di dinding perut dan uterus.
Cephalopelvic Disproportion (CPD): Ukuran bayi terlalu besar untuk melewati panggul ibu dengan aman.
Carrier: Gendongan bayi yang bisa digunakan oleh ibu maupun ayah, tersedia dalam berbagai bentuk yang bisa dipilih sesuai selera.
Crowning: Posisi ketika kepala bayi sudah melewati jalan lahir dan bagian atas kepalanya (mahkota) terlihat dari lubang vagina yang terus melebar.
Dilatasi: Pelebaran leher rahim atau serviks yang bisa dilakukan oleh dokter atau bidan saat cek dalam, untuk mengukur dalam sentimeter dengan ukuran maksimal 10 cm.
Doula: Tenaga profesional yang memberikan dukungan emosional, fisik, dan informasi kepada ibu sekaligus menjadi pendamping selama ibu menjalani proses persalinan.
Epidural: Metode anestesi yang umum digunakan selama persalinan melalui kateter menggunakan jarum ke ruang epidural dekat sumsum tulang belakang. (Note: tidak semua proses melahirkan menggunakan metode ini)
Episiotomi: Sayatan yang dibuat pada perineum untuk memperlebar lubang vagina demi melancarkan proses persalinan.
Fetal Distress: Kondisi ketika bayi tidak menerima cukup oksigen sehingga mengalami komplikasi.
Growth spurt: Kondisi di mana bayi akan menyusu lebih sering dan lebih banyak karena sedang mengalami masa pertumbuhan yang lebih cepat dari biasanya.
Gumoh: Keluarnya cairan, susu, atau makanan yang baru saja ditelan bayi. Dalam istilah medis disebut refluks.
Heartburn: Munculnya sensasi perih dan panas di dada yang kerap dialami ibu selama hamil.
HPL (Hari Perkiraan Lahir) atau due date: Perkiraan tanggal melahirkan. Tidak semua HPL ini akurat, karena faktanya bisa jadi maju atau mundur dari yang diperkirakan.
Induksi: Proses mempercepat persalinan dengan intevensi, seperti mengolekskan gel prostaglandin pada serviks, menyuntikkan infus hormon oksitosin, atau dengan merobek selaput.
KMS (Kartu Menuju Sehat): Catatan grafik perkembangan anak yang diukur berdasarkan umur, berat badan, dan jenis kelamin untuk mengetahui status gizi anak.
Kolostrum: Cairan pertama yang keluar dari payudara pada tahap awal produksi ASI. Pada beberapa ibu, kolostrum sudah keluar di beberapa minggu kehamilan.
Laktasi: Keseluruhan proses menyusui, mulai dari ASI diproduksi sampai proses bayi menghisap dan menelan ASI.
Latch on: Pelekatan mulut bayi pada payudara ibu saat menyusu yang perlu diperhatikan posisinya. Bila salah, dapat menyebabkan puting lecet hingga terluka.
LDR (Let Down Reflex): Refleks keluarnya ASI dari payudara, ketika saraf payudara terstimulasi untuk mengeluarkan hormon oksitosin. Bisa terjadi kapan saja, saat ibu makan, minum, mandi, mempompa payudara sebelah, maupun ketika berhubungan seks.
Mastitis: Peradangan pada jaringan payudara, yang sering terjadi pada ibu menyusui. Bila tidak tertangani dengan baik dapat menyebabkan masalah yang lebih serius.
Mekonium: Tinja atau feses yang keluar pertama kali ketika bayi dilahirkan. Bila bayi mengalami stres, mekonium dapat keluar waktu bayi masih dalam kandungan.
Milk Blister: Ketika puting mengalami luka lepuh atau lecet berisi cairan warna putih kekuning-kuningan. Rasa sakitnya, jangan ditanya!
Onesie: Jenis pakaian bayi yang modelnya terusan (panjang maupun pendek) dengan bukaan pada bagian bawah tubuh bayi, memudahkan saat harus ganti popok.
Perineum: Bagian kulit antara vagina dan lubang anus yang pada beberapa kasus melahirkan, perlu disayat atau robek dengan sendirinya.
Posterior (Oksiput Posterior): Posisi janin, wajahnya menghadap ke depan (ke perut ibu), sehingga biasanya persalinan normal tetap bisa dilakukan hanya saja prosesnya bisa terjadi lebih lama.
Power Pumping: Frekuensi memompa ASI lebih sering untuk menyimpan stok ASPI atau ketika bayi sedang mengalami growth spurt.
PPD (Post Partum Depression): Kondisi yang lebih buruk dari baby blues, di mana ibu mengalami depresi dan dapat berujung pada hal-hal yang di luar kendalinya.
PROM (Premature Rupture of Membranes): Kondisi di mana kantung ketuban pecah sebelum waktu persalinan dimulai.
RUM (Rational Use of Medicine): Penggunaan obat untuk menangani suatu diagnosa dengan tepat, efektif dan efisien oleh dokter. Tidak sedikit-sedikit memberi obat ketika anak sakit.
Stretchmark (Striae): Garis-garis yang muncul beruntai pada kulit, di bagian perut, payudara, pinggul, bokong, atau paha selama kehamilan.
Tongue tie (lip tie): Kondisi di mana terdapat selaput di bawah lidah bayi maupun di bawah bibir rahang atas atau bawah yang mengganggu pergerakan mulut bayi ketika menyusui.
VBAC (Vaginal Birth After Caesarean): Prosedur melahirkan secara normal yang dilakukan setelah sebelumnya melahirkan secara caesar.
Demikian berbagai istilah seputar kehamilan yang wajib diketahui!
Source : https://mommiesdaily.com/
