PUREBB

Kata Dokter Soal Anak yang Tak Mau Makan Nasi dan Bikin Ortu Khawatir

Erni Wulandari 1 menit baca
Kata Dokter Soal Anak yang Tak Mau Makan Nasi dan Bikin Ortu Khawatir

Nasi menjadi salah satu makanan pokok di Indonesia. Hanya saja, beberapa anak bisa menunjukkan ketidaktertarikannya saat diberi makan nasi. Tak pelak, ayah dan bunda pun dibuat khawatir olehnya.

Nasi menjadi salah satu makanan pokok di Indonesia. Hanya saja, beberapa anak bisa menunjukkan ketidaktertarikannya saat diberi makan nasi. Tak pelak, ayah dan bunda pun dibuat khawatir olehnya.

Soal anak yang tidak mau makan nasi, menurut dr Maria Martina Siboe S.Kom, B.Med Sc, SpA dari RSIA YPK Mandiri, Menteng, Jakarta pusat, pada prinsipnya ada orang yang tidak suka bentuk makanan tertentu. Hal ini pun bisa terjadi pada anak-anak."Itu nggak masalah, yang penting karbohidrat. Yang kita perlukan karbohidrat, bukan bentuk dari nasinya.

Dikatakan dr Tina, kebutuhan nutrisi yang mesti dipenuhi anak-anak yakni 55 sampai 60 persen karbohidrat, 15 persen protein, 30 persen lemak, dan sisanya makronutrien. Untuk bentuk karbohidratnya seperti apa,  disesuaikan lagi dengan selera si anak.

Boleh saja jika orang tua menilik lagi mengapa anak tidak suka nasi. Atau, jika orang tua ingin memvariasikan olahan nasi agar anak tertarik pun sah-sah saja. ketika anak tidak suka nasi, tidak masalah jika sumber karbohidrat diganti kentang atau yang lain.

"Yang penting komposisinya seimbang sehingga tidak mengganggu perkembangan si anak.

Ketika anak tidak suka nasi, hal terpenting adalah orang tua tidak memaksakan anak untuk mau mengasupnya. Apalagi jika anak dipaksa dan sampai dikejar-kejar oleh si ibu atau pengasuh hingga proses makan butuh waktu sampai dua jam.

"Sekitar 15 sampai 30 menit anak nggak mau makan ya udah. Kalau makan dikejar-kejar sampai 2 jam, terus dikasih susu lalu makan lagi dua jam kemudian, akibatnya anak jadi nggak kenal rasa lapar,"