PUREMOM

Kebutuhan ASI Bayi Baru Lahir hingga Usia 1 Bulan

3 menit baca
Kebutuhan ASI Bayi Baru Lahir hingga Usia 1 Bulan

Berapa porsi ASI yang ideal untuk bayi baru lahir? Pertanyaan ini kerap diajukan oleh ibu menyusui yang khawatir jika kebutuhan ASI bayinya tidak tercukupi. Secara medis memang terdapat takaran minimal yang direkomendasikan untuk bayi baru lahir. Namun, jumlah porsi ASI yang tepat untuk bayi baru lahir bisa sangat bervariasi, tergantung pada usia, berat badan, kondisi kesehatan, dan kebutuhan masing-masing bayi.

Berapa porsi ASI yang ideal untuk bayi baru lahir? Pertanyaan ini kerap diajukan oleh ibu
menyusui yang khawatir jika kebutuhan ASI bayinya tidak tercukupi. Secara medis memang
terdapat takaran minimal yang direkomendasikan untuk bayi baru lahir. Namun, jumlah porsi ASI
yang tepat untuk bayi baru lahir bisa sangat bervariasi, tergantung pada usia, berat badan,
kondisi kesehatan, dan kebutuhan masing-masing bayi.
Selain menggunakan patokan yang direkomendasikan dokter anak, ibu menyusui juga bisa
mengikuti tanda-tanda yang ditunjukan si kecil. Jika bayi terlihat lapar, rewel, atau tampak tidak
puas setelah menyusu, mungkin Moms perlu mengevaluasi kualitas menyusui pada bayi atau
meningkatkan frekuensi pemberian ASI. Sebaliknya, jika bayi terlihat kenyang atau tertidur saat
menyusu, kemungkinan ASI yang diberikan sudah cukup untuk memenuhi kebutuhannya. 
Untuk memberikan panduan bagi ibu yang baru pertama kali menyusui, artikel ini akan
membahas kebutuhan ASI bayi baru lahir dalam satuan mililiter hingga frekuensi pemberiannya.
Kebutuhan ASI Bayi Baru Lahir dalam Mililiter (ml)
Banyak ibu menyusui yang khawatir karena produksi ASI sangat sedikit pada 5 hari pertama
pasca-melahirkan. Padahal, kebutuhan ASI bayi di usia ini masih sangat sedikit. Alasannya
selain karena ukuran lambung bayi yang masih sangat kecil, juga karena si kecil masih pada
tahap belajar menyusu dan tubuh Moms juga masih beradaptasi untuk memproduksi ASI dalam
jumlah yang lebih banyak. Berikut ini adalah kebutuhan ASI bayi baru lahir hingga usia 1 bulan
dalam mililiter:
1. Hari Pertama: 5-7 mL

Pada hari pertama setelah lahir, ukuran lambung bayi hanya sebesar kelereng, dan hanya dapat
menampung sekitar 5-7 ml ASI atau hanya sebanyak 1 hingga 1 ½ sendok teh pada setiap
pemberian.
2. Hari Ketiga: 22-27 mL
Pada hari ketiga, lambung bayi sudah membesar menjadi kira kira seukuran kelereng besar atau
dapat menampung sekitar 22 hingga 27 ml ASI.
3. Hari Ketujuh: 45-60 mL
Setelah satu minggu, ukuran lambung bayi sudah sebesar bola pingpong atau dapat menampung
sekitar 45 hingga 60 ml.
4. 1 Bulan
Setelah 30 hari, ukuran lambung bayi sudah menyerupai telur ayam atau dapat menampung ASI
sebanyak 80 hingga 150 ml.
Frekuensi dan Lama Pemberian ASI
Seberapa sering sebaiknya ibu menyusui bayi baru lahir? Sebenarnya tidak ada ukuran pasti
untuk pertanyaan tersebut. Sejumlah ahli meyakini bahwa frekuensi menyusui yang ideal untuk
bayi usia 1 hari hingga 30 hari adalah 8-12 kali sehari. Namun, Kementerian Kesehatan
memberikan batasan minimal pemberian ASI yakni 8 kali sehari dengan catatan bahwa berat
badan bayi bertambah, urinnya berwarna kekuningan dan bayi buang air kecil minimal 6 kali
sehari yang menandakan si kecil mendapatkan cukup ASI.
Moms juga dapat melakukan eksperimen untuk mengetahui frekuensi pemberian ASI yang
sesuai dengan kebutuhan si kecil. Selain itu, pastikan untuk rutin menyusui agar produksi ASI
semakin meningkat.
Durasi menyusui dapat berbeda-beda. Namun, rata-rata bayi dapat menyusu selama 5-15 menit.
Jika durasi menyusu berlangsung sangat lama (lebih dari 30 menit) atau sangat cepat (kurang
dari 5 menit) bisa jadi merupakan pertanda masalah seperti kesulitan dalam melakukan
pelekatan karena teknik menyusui yang tidak tepat atau karena kondisi kesehatan seperti tongue
tie.
Untuk memastikan bayi mendapatkan asupan ASI yang tepat, sangat disarankan untuk
berkonsultasi dengan dokter. Dokter dapat memberikan panduan yang spesifik dan personal
untuk bayi Anda, termasuk takaran dan frekuensi menyusui yang tepat berdasarkan usia, berat
badan, kondisi kesehatan, dan kebutuhan masing-masing bayi. Dengan mendapatkan bimbingan
yang tepat, ibu menyusui dapat memastikan bahwa bayi mendapatkan nutrisi yang cukup dan
mendukung perkembangan dan pertumbuhan yang optimal.
Source: tentanganak.com