Peradangan usus buntu atau apendisitis adalah kondisi yang terjadi saat usus buntu meradang, membengkak, atau terinfeksi. Masalah ini paling sering diderita anak-anak dan remaja berusia 5-20 tahun. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memahami gejala usus buntu pada anak dan penyebabnya.
Gejala usus buntu pada anak
Berikut adalah ciri-ciri usus buntu pada anak yang perlu diwaspadai.
- Nyeri yang muncul tiba-tiba di sisi kanan perut bagian bawah.
- Nyeri yang muncul mendadak di sekitar pusar dan dapat menjalar ke perut kanan bawah.
- Nyeri yang memburuk ketika anak batuk, berjalan, atau membuat gerakan tiba-tiba.
- Mual dan muntah.
- Hilangnya nafsu makan.
- Demam ringan yang dapat memburuk seiring perkembangan radang usus buntu.
- Sembelit atau diare.
- Perut kembung.
- Kentut.
Penyebab usus buntu pada anak
Selain memahami tanda-tanda usus buntu pada anak, Anda juga perlu mengenal pemicunya.
Secara umum, apendisitis pada anak terjadi ketika bagian dalam dari usus buntu tersumbat.
Tidak hanya itu, ada beberapa faktor penyebab usus buntu pada anak lainnya yang perlu diwaspadai, seperti infeksi virus, bakteri, atau parasit pada saluran pencernaan.
Penyumbatan saluran yang menghubungkan usus besar dan usus buntu akibat tinja juga berpotensi menyebabkan apendisitis.
Dalam beberapa kasus, usus buntu bahkan dapat dipicu tumor.
Pengobatan usus buntu pada anak
Setelah memahami apa penyebab usus buntu pada anak, Anda juga dianjurkan untuk mengetahui opsi pengobatan yang dapat direkomendasikan dokter.
Kemungkinan besar, penanganan apendisitis melibatkan obat-obatan antibiotik yang dilanjutkan dengan operasi pengangkatan usus buntu (apendektomi).
Kendati demikian, terdapat beberapa tindakan medis atau obat lain yang juga dapat direkomendasikan dokter.
- Obat-obatan pereda nyeri.
- Antibiotik dan cairan infus.
- Diet cairan (liquid diet).
Dalam kasus yang langka, radang usus buntu ringan bisa membaik hanya dengan mengonsumsi obat-obatan antibiotik.
Akan tetapi, pada kebanyakan kasus, anak perlu menjalani prosedur operasi apendektomi untuk mengangkat usus buntu yang meradang.
Cara mencegah radang usus buntu pada anak
Tidak ada cara pasti untuk mencegah radang usus buntu pada anak. Akan tetapi, risiko penyakit ini dinilai bisa diturunkan dengan rutin mengonsumsi makanan berserat tinggi.
Berikut adalah beberapa makanan yang mengandung serat tinggi.
- Buah-buahan
- Sayur-mayur
- Lentil, kacang polong, buncis, dan jenis kacang-kacangan lainnya
- Oatmeal, beras merah, gandum utuh, dan biji-bijian lainnya.
Jika diperlukan, dokter juga dapat merekomendasikan suplemen serat.
Source : https://www.sehatq.com/
