PUREMOM

Morning Sickness - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

3 menit baca
Morning Sickness - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Morning sickness adalah salah satu gejala kehamilan berupa mual dan muntah yang paling sering dialami oleh wanita hamil. Morning sickness biasanya muncul di pagi hari, meski tak menutup kemungkinan bahwa wanita hamil merasa mual di siang, sore, dan malam hari.

Morning sickness adalah salah satu gejala kehamilan berupa mual dan muntah yang paling sering dialami oleh wanita hamil. Morning sickness biasanya muncul di pagi hari, meski tak menutup kemungkinan bahwa wanita hamil merasa mual di siang, sore, dan malam hari.

 

Lalu, kapan morning sickness mulai terjadi? Kondisi ini biasanya dialami oleh ibu hamil di tiga bulan pertama kehamilan, namun juga bisa berlangsung selama kehamilan. Mari simak ulasan berikut ini untuk mengetahui cara mengurangi morning sickness agar ibu lebih nyaman.

 

Apa itu Morning Sickness?
 

Morning sickness adalah gejala mual dan muntah yang sering dialami wanita sebagai salah satu tanda-tanda kehamilan. Sesuai namanya, morning sickness biasanya terjadi di pagi hari.

 

Morning sickness adalah kondisi yang normal, selama mual dan muntah yang dialami tidak berlebihan. Jika sudah parah, kondisi ini dapat berlanjut menjadi hiperemesis gravidarum atau muntah berlebihan saat hamil yang berisiko menyebabkan dehidrasi.

 

Perlu diketahui, tak semua ibu hamil mengalami morning sickness. Hal ini biasa terjadi ketika tubuh ibu lebih siap menghadapi hormon beta hCG, memiliki kadar hormon b-hCG yang rendah, menerapkan pola makan vegetarian, bisa mengatasi stres, atau janin berjenis kelamin laki-laki.

 

Penyebab Morning Sickness
 

Belum diketahui secara pasti apa penyebab morning sickness. Namun, terdapat dugaan kuat bahwa meningkatnya hormon hCG dan estrogen di awal kehamilan dapat memengaruhi terjadinya kondisi ini.

 

Selain perubahan hormon, beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan morning sickness adalah:

 

Mengandung bayi kembar atau hamil kembar.
Mengalami mual dan muntah pada kehamilan sebelumnya.
Faktor tanda kehamilan lainnya, seperti sensitivitas indra penciuman, migrain, atau estrogen yang berlebihan sebelum kehamilan.
Calon ibu dengan BMI rendah.
 

Gejala Morning Sickness
 

Morning sickness kerap dipicu oleh makanan pedas, aroma tertentu, atau suhu panas. Gejala utama morning sickness adalah mual dan muntah di pagi hari. Apabila muntah terjadi secara berlebihan, kondisi ini juga dapat disertai dengan nyeri dada.

 

Morning sickness biasanya dimulai sejak awal kehamilan atau selama trimester pertama (bulan kedua sampai dengan bulan ketiga kehamilan). Lalu, kapan morning sickness berakhir? Gejala ini umumnya akan mereda pada pertengahan trimester kedua. Namun, bisa juga berlangsung sepanjang masa kehamilan.

 

Ibu hamil disarankan untuk melakukan pemeriksaan ke dokter jika morning sickness disertai beberapa gejala berikut ini:

 

Demam.
Nyeri kepala berulang.
Nyeri perut.
Jantung berdebar-debar.
Penurunan berat badan.
Merasa pusing dan ingin pingsan.
Urine hanya keluar sedikit dan berwarna gelap.
Muntah mengandung darah.
Merasa kelelahan.
Linglung.
Tidak bisa makan ataupun minum.
Penurunan berat badan.
 

Cara Mengatasi Morning Sickness
 

Secara umum, morning sickness adalah kondisi yang normal dialami oleh ibu hamil sehingga tidak memerlukan penanganan medis khusus dan cukup melakukan perawatan di rumah. Beberapa cara mengurangi morning sickness yang bisa dilakukan di rumah adalah sebagai berikut:

 

Mengonsumsi makanan ringan sebelum beranjak dari tempat tidur.
Mengonsumsi air mineral lebih banyak.
Makan lebih sering tapi dalam porsi kecil.
Menghindari minuman berkafein.
Menghindari makanan berlemak atau pedas.
Istirahat cukup, pasalnya kelelahan dapat menimbulkan rasa mual pada ibu hamil.
Menggunakan pakaian yang nyaman.
Menghirup aroma buah-buahan segar, seperti jeruk, lemon, atau mint.
Menghindari pewangi ruangan yang menyengat.
Sering menghirup udara segar dan menenangkan pikiran.
 

Apabila mengalami morning sickness hebat, ibu hamil disarankan untuk segera mengonsultasikan kondisinya dengan dokter. Biasanya, dokter akan memberikan suplemen vitamin B6 dan obat antimual, seperti antihistamin. Sementara itu, ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum perlu mendapatkan perawatan di rumah sakit.

 

Komplikasi Morning Sickness
 

Umumnya, morning sickness tidak menimbulkan gejala serius. Namun, jika gejala mual dan muntah sudah di tahap hiperemesis gravidarum, maka beberapa komplikasi yang bisa muncul adalah:

 

Dehidrasi.
Kelahiran prematur.
Gangguan elektrolit.
Malnutrisi.
Gangguan perkembangan janin.
 

Cara Mencegah Morning Sickness
 

Morning sickness adalah reaksi alami tubuh terhadap adanya perubahan hormon, sehingga tidak sepenuhnya dapat dicegah. Namun, salah satu upaya untuk mencegah morning sickness yaitu menghindari makanan yang bisa memicu rasa mual. Ibu juga disarankan makan secara perlahan dan dalam porsi lebih sedikit.

 

Apabila morning sickness tak kunjung membaik dan terjadi secara berlebihan, segera kunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan dan mendapatkan penanganan secara tepat.


source : siloamhospitals