Ada dua jenis sayuran yang kini di jual dipasaran sayur segar dan sayur beku. Di antara kedua jenis sayuran ini, sayuran beku tidak dianjurkan karena dianggap tidak segar dan memiliki bahan pengawet, bernarkan demikian ?
konsultasi nutrisi Jansen Ongko, MSc, RD, menyebutkan saat ini memang banyak orang menganggap kalau buah dan sayur segar lebih menyehatkan daripada yang dibekukan. Namun kenyataannya tidak selalu demikian loh Bunda. Penelitian menunjukan ternyata sayur dan buah beku tak kalah sehat dibandingkan dengan yang masih segar.
Sayuran beku, sayur tersebut langsung dibekukan setelah dipanen sehingga kandungan gizinya tetap terjaga. Makanan beku tetap memiliki kandungan antioksidan yang tinggi, termasuk vitamin C, polyphenol, antocyanin, lutein dan beta karoten.
Sayuran dan buah segar yang akna dibekukan biasanya dipilih dari yang benar-benar bagus dan masak, saat nutrisinya sedang dalam puncak tertinggi. Tahap awal membekukan sayuran adalah memblansir(merebus sebentar dengan air mendidih) atau mengukus untuk membunuh bakteri dan mencegah berkurangnya enzim karena banyak vitamin larut dalam air seperti vitamin C dan vitamin B.
Proses pembekuan tersebut akan membuat nutrisi penting terkunci dengan baik, sehingga tidak sepenuhnya tepat jika dikatakan sayuran beku tidak menyehatkan. Sayuran merupakan makanan sehat yang harus di konsumsi setiap hari.
Selain itu untuk memenuhi serat harian, sayur juga mengandung berbagai vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh agar tetap sehat. Namun karena alasan tertentu, terkadang sulit menemukan sayur segar, sayuran beku bisa dijadikan alternatif.
