Memilih untuk menyusui bayi adalah pilhan personal, begitu juga dengan pilihan kapan untuk berhenti. Mom sendiri yang dapat menentukan kapan waktu yang tepat untuk menyapih anak.
Kebanyakan para konsultan menyusui merekomendasikan para ibu untuk menyapih anak secara bertahap. Dan sebaiknya membiarkan anak memimpin proses penyapihannya atau biasa disebut child-led weaning.
Penyapihan mendadak dapat menjadi hal yang traumatis bagi anak, juga akan membuat bunda tidak nyaman. Umumnya bati tidak akan memilih untuk berpisah dari payudara sebelum usia 1 tahun.
Kurangnya minat menyusui lebih awal dari itu bisa berarti anak sedang mengalami mogok menyusui (nursing strike), atau penolakan sementara untuk menyusui. Biasanya karena bayi sedang berkonsentrasi pada pengembangan ketrampilan baru yang menyita minatnya sementara waktu.
Kebanyakan bayi dibawah usia 9 bulan yang mengalami hal tersebut, akan kembali menyusu dengan sendirinya dalam beberapa hari.
Ketika anak tidak kunjung untuk menyapih dirinya sendiri, mom mungkin berpikir kapan sebaiknya berhenti menyusuinya.
American Academy of pediatrics (AAP) merekomendasikan pemberian ASI ekslusif selam 6 bulan pertama, kemudian secara bertahap memperkenalkan makanan padat sambil terus menyusui selama setidaknya enam bulan lagi (sampai usia 1 tahun). Dan setelah itu selama yang bunda dan si kecil inginkan.
Selain itu World Health Organization (WHO) menyarankan ibu menysui bayinya setidaknya hingga usia 2 tahun.
Source: id.theasianparent.com
