Orangtua memang bertanggung jawab besar terhadap perkembangan kepribadian anak. Bagaimana pun, pelajaran pertama yang didapat anak adalah dari orangtua, berasal dari rumah. Tapi sebagai orangtua, ...

Selasa, 14 Oktober 2025 | 10:08 WIB Penulis :
Setiap anak memiliki perkembangan yang berbeda-beda, sehingga usia tidak bisa dijadikan patokan anak siap menjalani toilet training. Namun, anak umumnya siap menjalani toilet training ketika usianya menginjak 1,5 tahun atau 2 tahun.
Anak perempuan biasanya memiliki ketertarikan lebih untuk mempelajari toilet traning, sehingga lebih cepat paham dibandingkan anak laki-laki.
Untuk mengetahui kapan pastinya anak siap menjalani toilet training, cobalah lihat kesiapan fisik dan emosionalnya. Tanda-tanda anak siap secara fisik adalah ketika anak mampu mengontrol keinginan untuk BAK dan BAB.
Selain itu, kesiapan fisik lain yang bisa menjadi tanda anak siap menjalani toilet training meliputi:
Berbeda dengan kesiapan fisik, kesiapan emosional butuh waktu lama. Berikut ini adalah tanda-tanda anak sudah siap secara emosional untuk melakukan toilet training:
Saat Si Kecil terlihat siap untuk menjalani toilet training, berikut adalah hal-hal yang bisa Anda lakukan:
1. Mengenalkannya kepada toilet
Mulailah dengan menjelaskan penggunaan toilet untuk BAK dan BAB. Katakan bahwa ketika ingin BAK atau BAB, ia perlu ke toilet dan melepas popok atau celana dalamnya. Jelaskan kepada Si Kecil bahwa ia tak selamanya bisa BAK dan BAB pada popok atau celana dalam.
2. Memberikan contoh kepadanya
Agar Si Kecil “lebih dekat” dengan toilet, berikan contoh kepadanya terkait penggunaan toilet. Misalnya, saat Anda ingin BAK, ajak Si Kecil untuk pergi ke toilet, kemudian duduklah di toilet duduk dan jelaskan apa yang sedang Anda lakukan.
Tahap selanjutnya adalah mengenalkan penggunakan pispot khusus anak kepadanya. Anda bisa meletakkan pispot tersebut di kamar mandi dan ajari ia untuk menggunakanannya selayaknya Anda sedang duduk di toilet duduk.
3. Mengajari cara penggunaan toilet
Untuk mempermudah toilet training, pakaikan Si Kecil celana yang mudah dilepas dan dipakai secara mandiri. Selanjutnya, ajari ia tata cara penggunaan toilet, yaitu:
4. Jadikan sebagai rutinitas
Jadikan kegiatan ke toilet menjadi sebuah rutinias. Misalnya, setelah Si Kecil bangun tidur, Anda dapat mengajaknya pergi ke toilet sebentar untuk BAK. Ajak Si Kecil duduk di pispot 45 menit atau 1 jam setelah ia banyak minum atau makan.
Dengan menerapkan hal ini, Si Kecil akan mulai terbiasa BAK dan BAB di pispot atau toilet duduk. Agar Si Kecil tidak merasa bosan, bawa mainan kesayangannya ketika pergi ke toilet.
Berikan Si Kecil pujian atas apa yang dilakukannya selama menjalani proses toilet training. Puji setiap aktivitas yang berhasil ia lakukan untuk menambah kepercayaan dirinya di masa mendatang.
Ingat, selama proses ini jangan pernah meninggalkan Si Kecil sendirian tanpa pengawasan di dalam kamar mandi atau toilet guna menghindari kecelakaan, seperti terpeleset atau memasukkan sesuatu yang berbahaya ke dalam mulutnya.
Mengajari anak menggunakan toilet memang butuh kesabaran. Hari ini mungkin Si Kecil mau mengikuti semua proses toilet training, tetapi kemauannya bisa berubah pada keesokan harinya. Jadi, jangan paksakan jika memang Si Kecil tidak mau melakukannya. Bersabarlah hingga ia benar-benar terbiasa tanpa popoknya.
Meski telah menunjukkan kesiapan fisik dan emosional, bukan berarti semua anak siap untuk diberi toilet training. Ada sebagian anak yang belum siap melakukannya, terutama jika ia merespons setiap permintaan orang tua dengan kata ‘tidak’.
Jika ini dialami, langkah terbaiknya adalah berkonsultasi melalui Chat Bersama Dokter atau berbagi pengalaman dengan orang tua atau teman yang pernah mengalami keluhan serupa.
Anda sebaiknya tidak memaksakan Si Kecil untuk menjalani toilet training ketika ia terlihat menolak atau belum siap. Pasalnya, pemaksaan yang Anda lakukan bisa memicu stres pada anak yang justru bisa memperlambat kesiapannya melepas popok.
Source : alodokter.com
Orangtua memang bertanggung jawab besar terhadap perkembangan kepribadian anak. Bagaimana pun, pelajaran pertama yang didapat anak adalah dari orangtua, berasal dari rumah. Tapi sebagai orangtua, ...
Makanan yang dikonsumsi ibu hamil agar kulit bayi putih Sebagai cara memutihkan kulit bayi, seorang ibu bisa mengonsumsi makanan tertentu selama masa kehamilan. Berikut beberapa diantaranya: Sus...
Ciri-ciri Biduran Pada Bayi Dalam laman situs kesehatan Healthline disebutkan bahwa beberapa gejala biduran pada bayi antara lain: Bentolan dengan berbagai ukuran yang menyebar...
Dengan alasan khawatir pada lambung anak, orang tua masih memberikan bubur dan makanan lunak pada si kecil. Padahal usianya sudah setahun ke atas. Di usia 0-6 bulan, makanan anak hanyalah air susu ...
WhatsApp ×