Ketika bayi tiba-tiba mengalami demam, kekhawatiran dan kecemasan sering kali melanda para orangtua. Demam pada bayi bisa menjadi petunjuk awal dari berbagai kondisi kesehatan yang memerlukan perhatia...

Rabu, 25 Maret 2026 | 10:30 WIB Penulis :
Berpuasa saat hamil sering kali menjadi pertanyaan bagi banyak ibu hamil. Meskipun puasa adalah ibadah yang sangat dihargai, namun bagi ibu hamil, ada sejumlah pertimbangan yang perlu diperhatikan.
Faktanya, ada beberapa kondisi ibu hamil disarankan tidak berpuasa. Kondisi tersebut di antaranya janin yang dikandungnya tidak berkembang dengan optimal, mengalami preeklamsia atau tekanan darah tinggi saat hamil, kekurangan cairan ketuban, hingga masalah di lambung atau saluran pencernaan.
Sebab jika dipaksakan, ibu bisa pingsan dan berpotensi berbahaya bagi janinnya.
Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil untuk memahami potensi risiko dan berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan untuk berpuasa.
Bagi ibu hamil, berpuasa bisa menimbulkan risiko bagi kesehatan ibu dan janin, terutama jika dilakukan tanpa pengawasan medis yang tepat.
Meskipun puasa adalah ibadah yang penting, tubuh ibu hamil memiliki kebutuhan khusus yang harus dipenuhi selama masa kehamilan.
Berikut adalah beberapa alasan mengapa ibu hamil tidak dianjurkan untuk berpuasa:
Ibu hamil memerlukan banyak nutrisi untuk mendukung perkembangan janin.
Puasa dapat mengurangi asupan makanan yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan gizi tersebut, yang bisa berdampak buruk bagi pertumbuhan janin.
Puasa dapat menyebabkan dehidrasi karena tubuh ibu tidak mendapatkan cairan selama berjam-jam.
Dehidrasi dapat memengaruhi sirkulasi darah, kesehatan ginjal, dan berisiko mengganggu perkembangan janin.
Kekurangan makanan dan cairan dapat menyebabkan tubuh menjadi lemas dan kurang bertenaga.
Kelelahan ekstrem dapat meningkatkan risiko stres fisik yang tidak baik bagi kesehatan ibu hamil.
Berpuasa dapat menyebabkan fluktuasi yang drastis dalam kadar gula darah.
Pada ibu hamil, kondisi ini bisa berisiko memperburuk diabetes gestasional atau menyebabkan hipoglikemia (kadar gula darah rendah) yang berbahaya bagi ibu dan janin.
Pada kehamilan dengan komplikasi tertentu, seperti tekanan darah tinggi atau preeklamsia, puasa bisa memperburuk kondisi tersebut.
Kekurangan asupan cairan dan gizi dapat meningkatkan risiko komplikasi serius.
Jika ibu hamil ingin berpuasa, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk memastikan kondisi kehamilan yang sehat dan aman bagi ibu dan janin.
Pada fase hamil, ibu akan mengalami 3 trimester. Trimester pertama pada usia 0 hingga 12 minggu, janin masih dalam proses pembentukan bagian organ tubuh dan juga bagian otak. Pada saat ini, janin membutuhkan banyak nutrisi dari ibu untuk membentuk pertumbuhannya.
Sebaiknya pada usia trimester pertama, ibu hamil disarankan agar tidak menjalankan ibadah puasa.
Sebab di masa ini pertumbuhan dan perkembangan janin masih membutuhkan nutrisi dan gizi dari makanan yang ibu konsumsi.
Selain itu, pada trimester pertama biasanya ibu hamil akan mengalami morning sickness, kondisi mual dan muntah yang dialami oleh beberapa wanita pada trimester pertama.
Biasanya, pada saat morning sickness nafsu makan ibu juga akan menurun, sehingga ibu hamil trimester pertama disarankan untuk tidak berpuasa mengingat banyak nutrisi dan gizi yang dibutuhkan oleh janin pada masa ini.
Pada trimester kedua, usia janin sudah memasuki usia 13 minggu hingga 24 minggu. Umumnya, ibu hamil sudah jarang mengalami morning sickness.
Namun, kebutuhan nutrisi dan gizi untuk janin masih sangat diperlukan pada fase ini.
Jika tidak ada keluhan, ibu hamil disarankan untuk berkonsultasi pada dokter jika ingin berpuasa.
Pada trimester ketiga, biasanya bayi sudah siap untuk dilahirkan dan asupan nutrisi sekaligus gizi yang cukup terus dibutuhkan untuk perkembangan bayi hingga lahir.
Umumnya pada trimester ketiga ibu hamil sudah boleh untuk menjalankan ibadah puasa, asal kehamilannya dalam keadaan sehat.
Meskipun ibu hamil dalam kondisi baik, memperhatikan kesehatan janin sangat diperlukan. Jika ibu berpuasa, tetap perhatikan gizi dan nutrisi untuk kebutuhan janin.
Asupan gizi yang harus ibu hamil dapatkan adalah 50 persen karbohidrat, 25 persen protein, 10-15 persen lemak sehat, serta jangan lupa asupan vitamin dan juga mineral.
Selain itu, saat menjalankan ibadah puasa, sebaiknya ibu memperhatikan berat badan ibu hamil.
Apabila ibu mengalami penurunan berat badan secara drastis, sebaiknya ibu memperhatikan asupan nutrisi dan gizi yang dibutuhkan oleh janin.
Penurunan berat badan secara drastis dapat membahayakan janin dalam kandungan.
Saat berbuka dan sahur, jangan lupa untuk memilih menu makanan yang mengandung nutrisi dan gizi yang dibutuhkan oleh ibu dan janin.
Sayuran seperti brokoli, wortel, asparagus bisa menjadi menu makanan untuk berbuka atau pun sahur.
Dalam beberapa kasus, terdapat beberapa kelompok ibu hamil yang tidak diperbolehkan untuk menjalankan ibadah puasa, di antaranya:
Menjalankan ibadah puasa saat hamil memang tidak ada salahnya. Namun, tetap perhatikan kesehatan ibu dan janin, ya.
Di samping itu, penting untuk memenuhi segala kebutuhan nutrisi penting yang dibutuhkan selama kehamilan.
Agar dapat memenuhinya, ibu dapat mengonsumsi makanan sehat bergizi tinggi dan suplemen kesehatan.
Source : halodoc.com
Ketika bayi tiba-tiba mengalami demam, kekhawatiran dan kecemasan sering kali melanda para orangtua. Demam pada bayi bisa menjadi petunjuk awal dari berbagai kondisi kesehatan yang memerlukan perhatia...
Pandemi Covid-19 masih menjadi momok menakutkan, terlebih dengan meningkatnya angka kejadian setiap harinya baik di indonesia maupun dunia. Meski tergolong virus mutasi yang baru, namun para peneliti ...
Aktivitas menyusui penting untuk tumbuh kembang bayi. Memberikan ASI secara rutin pada bayi berdampak positif seperti membuat daya tahan tubuh lebih kuat hingga meningkatkan kemampuan otaknya. Dalam s...
Bayi baru lahir sudah bisa melakukan gerakan secara tiba-tiba atau yang juga bisa disebut sebagai refleks. Jika diperhatikan, Anda mungkin kerap melihat bayi kagetan terutama saat tidur. Walaupun ini ...
WhatsApp ×