Kehamilan Simpatik, Ketika Suami Ikut Merasakan Gejala Hamil

Selasa, 28 April 2026 | 10:16 WIB Penulis :


Kehamilan simpatik atau disebut juga sindrom Couvade terjadi ketika suami ikut merasakan
tanda-tanda kehamilan yang dialami oleh sang istri. Umumnya, faktor pemicu kondisi ini adalah
stres dan rasa empati suami kepada istri yang sedang mengandung.
Gejala Kehamilan Simpatik


Sama halnya dengan istri yang sedang mengandung, suami yang mengalami kehamilan simpatik
dapat merasakan beberapa gejala fisik, berupa:
? Mual dan muntah
? Sakit perut atau kram
? Perut kembung dan nyeri ulu hati
? Perubahan nafsu makan
? Sakit punggung
? Gangguan pernapasan
? Iritasi pada saluran kencing


Selain itu, kehamilan simpatik juga dapat ditandai dengan beberapa gejala psikologis, seperti:
? Perubahan suasana hati (moodswing)
? Gangguan pola tidur atau susah tidur
? Kecemasan
? Berkurangnya gairah seks (libido)
? Mudah lupa


Cara Menghadapi Kehamilan Simpatik
Bumil dan suami tidak perlu cemas karena kehamilan simpatik bukanlah suatu penyakit
maupun kelainan mental. Kondisi ini umumnya tidak serius dan hanya bersifat sementara, kok.
Kabar baiknya, kehamilan simpatik bisa dikendalikan atau diredakan dengan melakukan
beberapa cara di bawah ini:

Atasi tekanan psikologis
Menjadi calon orang tua baru memang dapat membuat siapa saja menjadi stres dan emosional.
Kondisi ini tidak hanya dialami Bumil, tapi juga suami. Saat stres inilah tubuh mengeluarkan zat
kimia yang dapat mengakibatkan munculnya kehamilan simpatik.
Untuk mengurangi tekanan psikologis, Bumil dan suami dapat mengikuti kelas-kelas parenting,
mengobrol dengan saudara dan teman yang sudah memiliki anak, dan berdiskusi dengan
pasangan. Saling memahami dan merencanakan aktivitas setelah memiliki anak juga akan
membantu memudahkan transisi Bumil dan pasangan menjadi orang tua.
Perbaiki komunikasi dengan pasangan
Kedekatan hubungan emosional antara Bumil dan suami memang dapat membuat suami ikut
merasakan apa yang sedang Bumil rasakan. Maka dari itu, komunikasi antara Bumil dan suami
sangat penting karena bisa menjadi kunci untuk saling menenangkan selama masa kehamilan.
Coba relaksasi
Jika gejala kehamilan simpatik membuat suami jadi stres, ini bisa berdampak pada
meningkatnya hormon stres kortisol. Hal ini bisa menimbulkan rasa cemas dan membuat stres
makin berat. 


Nah, untuk mengatasinya, coba lakukan metode relaksasi, mulai dari mendengarkan musik
favorit, menghirup aromaterapi, mandi air hangat, atau berlatih yoga. Dengan pikiran dan
tubuh yang lebih santai, gejala-gejala kehamilan simpatik juga biasanya bisa mereda.
Kehamilan simpatik umumnya hanya bersifat sementara dan akan hilang setelah buah hati
lahir. Jadi, Bumil dan suami tidak perlu terlalu khawatir, ya. Selain itu, ketika suami mengalami
gejala kehamilan simpatik, ini mungkin bisa menjadi pengalaman unik yang indah untuk
dikenang di kemudian hari.

 

 

Source : www.alodokter.com

Artikel Lainnya

Moms, pernah menemukan bisul di tubuh bayi Anda? Ya, bisul memang kerap dialami bayi karena kondisi kulit Si Kecil yang masih sensitif dan sistem pertahanan tubuhnya yang belum terbentuk sempurna, seh...

Kesibukan anak-anak dalam kegiatannya sehari-hari sering membuat mereka malas minum air putih. Misalnya ketika mereka asyik bermain, mereka mengabaikan rasa hausnya. Padahal, minum air putih meru...

Kesehatan gigi merupakan salah satu hal pada anak-anak yang sangat penting diperhatikan oleh orang tua. Sayangnya, masih banyak orang tua yang justru tak terlalu memikirkan hal tersebut dan kurang mem...

Dalam membentuk seorang anak diperlukan bantuan dari orang tua. Orang tua sangat berperan penting dalam proses ini, terutama dalam proses mencerdaskan anak. Manusia memiliki lima indera yang digunakan...

WhatsApp ×
Hai Mom, kami siap membantu anda ..
Kami Online
Senin - Jumat : 08:00 - 17:00 WIB
Minggu & Hari Besar kami LIBUR
Jika ada pertanyaan silahkan menghubungi kami 🤗
......................................................