Bagaimana Mengajarkan Self-Esteem atau Harga Diri Pada Anak?

Jumat, 04 September 2020 | 10:08 WIB Penulis :


Anak dengan self-esteem atau harga diri yang baik akan merasa nyaman dengan dirinya sendiri dan lebih percaya diri. Ia akan tumbuh menjadi pribadi yang mau mencoba hal-hal baru, mampu menghadapi kegagalan dan mau mencoba lagi. Mam bisa membaca berbagai alasan pentingnya meningkatkan harga diri si Kecil di artikel ini. Menurut penelitian yang dilakukan Institute for Learning & Brain Sciences di University of Washington, lima tahun pertama dalam kehidupan anak menjadi dasar pembentukan harga dirinya hingga dewasa nanti. Maka dari itu, Mam dan Pap dapat mulai menumbuhkan harga diri si Kecil dari pendidikan anak dalam keluarga sejak dini.
 
Berbagai hal positif dapat Mam dan Pap lakukan agar si Kecil memiliki harga diri yang tinggi, ini di antaranya:

  1. Menyirami si Kecil dengan cinta dan perhatian

    Hujani si Kecil dengan pelukan, ciuman dan tepukan di pundak yang lembut dan hangat. Katakan Mam dan Pap sangat menyayangi si Kecil apa adanya. Harga diri si Kecil akan tumbuh bila ia merasa disayangi dan dicintai.

  2. Berikan contoh dan bantu si Kecil

    Saat Mam atau Pap menginginkan si Kecil melakukan sesuatu, berikan contoh sekali saja, lalu biarkan ia melakukannya sendiri. Berikan banyak kesempatan pada si Kecil untuk belajar, mencoba dan merasa bangga dengan hasil yang dicapainya.

  3. Berikan pilihan dan biarkan si Kecil memutuskan sendiri

    Jika si Kecil baru berusia 2 tahun, cukup minta ia memutuskan di antara dua pilihan. Misalnya, memilih untuk memakai baju warna merah atau biru. Untuk si Kecil yang berusia 3-4 tahun, Mam bisa memberikan pilihan yang lebih beragam padanya. Yakinkan si Kecil bahwa Mam percaya dan menghargai pilihannya. Cara ini akan membangkitkan harga diri si Kecil.

  4. Libatkan si Kecil membantu kegiatan Pap dan Mam

    Mengajak si Kecil membantu pekerjaan rumah tangga atau kegiatan Mam dan Pap yang lain juga merupakan salah satu bentuk sederhana dari pendidikan anak dalam keluarga. Kegiatan membantu Mam dan Pap tersebut akan membuatnya merasa berguna. Katakan kepada si kecil bahwa Mam dan Pap yakin ia mampu membantu.

  5. Hindari membanding-bandingkan si Kecil dengan anak lain

    Masing-masing anak adalah individu yang unik karena beda anak beda pintar. Ketimbang membandingkannya dengan anak lain, lebih baik ekspresikan penghargaan dan cinta Mam terhadap keunikan pribadinya. Hal ini akan membuat si Kecil menghargai dirinya apa adanya.

  6. Berikan aturan yang jelas dan konsisten

    Adanya aturan keluarga yang jelas dan konsisten dapat menjadi panduan bagi si Kecil dalam bersikap dan bertingkah laku. Misalnya, bila Mam melarangnya makan sambil bermain, hindari membolehkannya melakukan hal tersebut di hari yang lain.

  7. Berikan pujian yang bijaksana pada si Kecil

    Dengan memuji, si Kecil tahu bahwa Mam dan Pap bangga padanya. Namun, hindari memujinya secara berlebihan karena justru dapat menghalangi si Kecil melihat kemampuan dirinya. Misalnya, selalu memujinya bahwa ia ‘pintar’ di setiap kesempatan akan membuat si Kecil merasa ‘tidak pintar’ saat ia gagal. Alih-alih memuji hasil, pujilah usaha yang dilakukan si Kecil.

Menumbuhkan harga diri si Kecil adalah sebuah proses. Mam dan Pap perlu banyak bersabar menghadapi si Kecil saat menjalankan pendidikan anak dalam keluarga ini. Dengan banyak cinta dan hati yang gembira, prosesnya pun akan terasa lebih ringan.
 
Sumber:

  • kidshealth.org/en/parents/self-esteem.html
  • babycenter.com/0_how-to-build-your-preschoolers-self-esteem_64036.bc
  • washingtonpost.com/local/education/by-age-5-children-have-a-sense-of-self-esteem-that-rivals-adults-study-says/2015/11/06/72e39f2a-83f7-11e5-9afb-0c971f713d0c_story.html?utm_term=.8b47fd3bb1b1
  • Eisenberg, Arlene dkk. (1996). What to Expect The Toddler Years. 2nd Ed. New York: Workman Publishing.  hal 292-296
  • parentingclub

 

Artikel Lainnya

Moms, pernahkah memberikan Si Kecil julukan berdasarkan kelakuannya? “Iya nih, si kakak tukang ngompol”, “si cengeng”, “si penakut”, atau “si bandel...

kalimat larangan seperti 'Jangan nanti kotor' dampaknya si kecil anak menjadi jijik alias takut kotor atau takut kotor. Tahukah Bunda dunia bermain apalagi anak balita mereka suka bereksplora...

Moms, pernahkah menemukan perilaku anak di rumah dan di sekolah sangat berbeda? Saat di sekolah, si kecil adalah sosok yang manis bahkan penurut. Tapi, saat di rumah, duh mulai deh mereka be...

Agar anak bisa bermain sepuasnya, orang tua terkadang sampai lupa mengingatkan jam tidur mereka atau memang sengaja membiarkan mereka tidur di jam sesukanya. Padahal ini tidak dibenarkan. Sebuah pe...

WhatsApp ×
Hai Mom, kami siap membantu anda ..
Kami Online
Senin - Jumat : 08:00 - 17:00 WIB
Minggu & Hari Besar kami LIBUR
Jika ada pertanyaan silahkan menghubungi kami 🤗
......................................................