Kiat Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Bayi dengan Cara Alami

Jumat, 03 Juni 2022 | 10:43 WIB Penulis :


Kiat sederhana untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh bayi

Dilansir dalam laman Pregnancy Birth and Baby, daya tahan tubuh bayi masih belum sekuat kekebalan tubuh orang dewasa dan membutuhkan waktu untuk berkembang sepenuhnya.

Oleh karena itu, para orangtua selalu disarankan untuk menjaga bayi agar tidak terpapar hal-hal yang dapat memicu penyakit.

Selain itu, Anda juga diharapkan dapat melakukan hal-hal yang dapat membantu meningkatkan imunitas buah hati.

Dalam rangka untuk meningkatkan daya tahan tubuh bayi, Ayah dan Ibu tidak selamanya harus memberikan asupan berupa obat-obatan berbahan kimia.

Pasalnya, terdapat cara-cara yang lebih sederhana yang bisa dilakukan untuk membantu meningkatkan imunitas bayi.

Cara-cara ini lebih merujuk pada pola hidup sehat yang bisa Anda terapkan pada buah hati sejak bayi.

1. Menjaga asupan Air Susu Ibu (ASI) bagi bayi

Di dalam ASI terdapat banyak kandungan yang dapat mendukung sistem kekebalan bayi Anda. Kandungan penting di dalam ASI, di antaranya:

  • protein,
  • lemak,
  • gula,
  • antibodi dan
  • probiotik.

Kandungan tersebut dapat meningkatkan daya tahan tubuh bayi dan membantu menjaga imun anak agar tidak mudah terserang penyakit.

Dikutip dari laman Cleveland and Clinic, bayi yang diberi ASI eksklusif setidaknya 6 bulan lebih jarang mengalami alergi.

Namun, jika Anda mengalami kondisi tertentu sehingga tidak dapat menyusui, Anda dapat mengonsultasikannya pada dokter untuk memilih nutrisi alternatif pada buah hati.

2. Mengonsumsi makanan bergizi

Bagi buah hati Anda yang mulai belajar mengonsumsi makanan selain ASI, bisa mulai dengan asupan makanan yang bergizi.

Asupan makanan seperti buah, sayuran, kacang-kacangan dan sumber protein yang rendah lemak bisa Anda jadikan pilihan.

Menurut Academy of Dietetics and Nutrition dalam situs Harvard, menyarankan agar makanan yang dikonsumsi bayi lebih baik diolah dengan cara dipanggang atau dikukus.

3. Melakukan aktivitas fisik yang menyenangkan

Sejatinya, manusia membutuhkan aktivitas fisik guna mendukung sistem kekebalan tubuh agar tetap bugar dan sehat.

Melakukan aktivitas fisik dapat meningkatkan fungsi kekebalan tubuh. Namun, bayi belum bisa berolahraga seperti orang dewasa sebagai kegiatan fisiknya.

Alternatif aktivitas untuk bayi adalah mengajaknya melakukan kegiatan bermain yang menyenangkan.

Hal ini juga sekaligus dapat membantunya mengembangkan tahap perkembangan dari segi motorik dan kognitif.

4. Minimalisir pemicu stres pada bayi

Perlu diketahui bahwa stres tidak hanya bisa dialami oleh orang dewasa, tetapi juga bayi.

Hal ini bisa karena dipicu oleh pola asuh orangtua yang jika tidak tepat maka dapat mengganggu kesehatan mental bayi.

Dilansir dalam laman Houston Methodist, selama mengalami stres, tubuh secara otomatis merespon kondisi ini dengan menekan sistem kekebalan tubuh.

Akibatnya, tubuh lebih rentan terkena penyakit saat mengalami stres, sehingga orangtua harus meningkatkan daya tahan tubuh bayi agar terhindar dari kondisi tersebut.

Sebaliknya, jika bayi Anda selalu bugar dan tidak stres, tubuh tidak lagi melakukan respon stres yang dapat menekan sistem kekebalan tubuh.

5. Istirahat yang cukup

Pada dasarnya setiap manusia membutuhkan tidur untuk menyegarkan dan mengisi ulang tubuh agar tidak kelelahan.

Dikutip dari laman Sleep Foundation, tidur memberikan dukungan penting untuk sistem kekebalan tubuh yang memungkinkan pertahanan kekebalan seimbang.

Hal ini berpengaruh juga pada respons terhadap vaksin yang baik dan reaksi alergi yang tidak terlalu parah.

Sebaliknya, jika mengalami masalah tidur yang serius, akan mengganggu fungsi sistem kekebalan tubuh yang sehat. Hal ini berlaku juga pada bayi.

Oleh karena itu, pastikan buah hati Anda menjalani siklus tidur yang sehat. 

Source: hellosehat.com

 

Artikel Lainnya

Selama ini jika membicarakan tentang buah-buahan yang mengandung vitamin C, selalu buah jeruk yang terucap. Padahal, selain buah jeruk, masih ada buah lain yang mengandung vitamin C, bahkan lebih kaya...

Saat hamil, wanita bisa saja mengalami diabetes melitus gestasional (DMG). Meski kadar gula darah akan normal kembali pasca melahirkan, ada beberapa anjuran bagi para ibu. dr Mangatas Manalu SpPD d...

Mendengar bayi mulai mengoceh di usia 6 sampai 8 bulan menjadi salah satu momen istimewa untuk kebanyakan orang tua. Hal ini merupakan salah satu tonggak penting perkembangan bahasanya. Namun tahukah ...

Stretchmark dan selulit adalah kata yang sudah sering kali kita dengar, namun tahukah kamu perbedaan dari keduanya? Serta bagaimana cara mengatasinya? Yuk, simak penjelasan dari dr. Astrid Teresa, Sp....

WhatsApp ×
Hai Mom, kami siap membantu anda ..
Kami Online
Senin - Jumat : 08:00 - 17:00 WIB
Minggu & Hari Besar kami LIBUR
Jika ada pertanyaan silahkan menghubungi kami 🤗
......................................................