Mengatasi Jerawat dan Biang Keringat Bayi

Rabu, 08 Maret 2017 | 11:15 WIB Penulis : Erni Wulandari


Masalah kulit ini sering terjadi pada bayi. Hal-hal di bawah ini perlu Bunda ketahui.

Jerawat
Kapan muncul? Dalam 30 hari pertama kehidupan bayi.
Penyebab? Adanya pengaruh hormon dari Bunda, sehingga kelenjar minyak bayi menjadi aktif. Jerawat bayi akan menghilang dengan sendirinya, seiring dengan berkurangnya kadar hormon Bunda kepadanya.
Gejala? Kelainan kulit mirip jerawat pada umumnya.
Yang harus dilakukan? Bersihkan wajah bayi Bunda dengan sabun saat mandi.
Perlukah ke dokter? Pada umumnya, tidak diperlukan pengobatan khusus. Bila setelah 1 bulan gejala masih menetap, segera berkonsultasi ke dokter kulit.

Biang Keringat (Keringat Buntet)
Kapan muncul? Di usia berapa pun.
Penyebab? Keringat yang berlebih dan sumbatan di saluran kelenjar keringat. Biasanya, hal ini terjadi karena cuaca (suhu panas), lembap, sirkulasi udara di dalam rumah kurang baik, serta si kecil mengenakan pakaian yang tebal, ketat, dan tidak menyerap keringat.
Gejala? Timbul bruntus-bruntus merah di dada, punggung, atau wajah (dahi dan hidung) yang terasa amat gatal.
Yang harus dilakukan?

  • Mandi dengan sabun, lalu keringkan dengan baik.
  • Bila keringat buntet masih ringan, oleskan bedak kocok yang berefek mendinginkan dan bisa mengurangi gatal. Bedak kocok ini bisa diperoleh di apotek.
  • Setiap kali habis beraktivitas dan berkeringat banyak, lap badannya dengan handuk basah dan dikeringkan.
  • Pakaikan baju dengan bahan yang mudah menyerap keringat (misalnya, katun), nyaman, dan tidak terlalu ketat.
  • Perbaiki sirkulasi udara dalam ruangan, agar tidak lembap dan panas.

Perlukah ke dokter? Bawalah ke dokter, bila kelainan kulit bertambah luas dan merah. Biasanya, anak akan mendapat krim untuk mengurangi kemerahan dan gatal.

 

Sumber : parenting

Artikel Lainnya

Bayi memiliki kulit sensitif. Jaringan kulitnya cenderung tipis berbeda dengan orang dewasa. Salah satu masalah kulit yang sering dialami adalah eksim pada bayi.   Tidak hanya pada orang de...

1. Ganti Popok Maksimal 4 Jam Sekali Waktu yang tepat untuk mengganti popok bayi bergantung pada beberapa faktor seperti usia bayi, kebiasaan buang air, dan kondisi kulitnya. Idealnya, popok bayi h...

Hati-hati itu harus, tetapi dr. Mei Neni Sitaresmi, Sp.A(K), PhD, dari bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada/INSKA RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta, mengingatkan agar beri...

Buku merupakan media yang tepat bagi anak untuk mempelajari banyak hal. Nah, salah satu aktivitas yang dapat Anda lakukan adalah membacakan buku anak. Tak hanya melatih Si Kecil berbicara, masih ...

WhatsApp ×
Hai Mom, kami siap membantu anda ..
Kami Online
Senin - Jumat : 08:00 - 17:00 WIB
Minggu & Hari Besar kami LIBUR
Jika ada pertanyaan silahkan menghubungi kami 🤗
......................................................