Bayi Baru Lahir Masih Rentan Terserang Penyakit Mencium bayi baru lahir tidak boleh sembarangan karena daya tahan tubuh bayi masih belum matang sempurna. Jadi rentan terinfeksi virus dan bakte...

Kamis, 30 April 2026 | 15:44 WIB Penulis :
Mata juling dapat dialami anak sejak lahir atau berkembang seiring dengan bertambahnya usia. Kebanyakan mata juling dapat terdeteksi saat anak berusia 1–4 tahun dan jarang sekali berkembang setelah anak berusia lebih dari 6 tahun.
Mata juling pada anak dapat terlihat ketika kedua matanya tidak bergerak ke arah yang sama pada saat bersamaan. Umumnya, satu mata yang garis pandangnya ke depan adalah mata yang lebih dominan atau lebih kuat. Sementara itu, satu mata lagi yang garis pandangnya tidak selalu ke depan merupakan mata yang lebih lemah.
Selain itu, berikut ini adalah beberapa gejala mata juling pada anak, yang perlu Anda kenali:
Kondisi mata juling justru lebih sering disadari oleh orang lain daripada penderitanya sendiri. Oleh karena itu, sebagai orang tua, Anda harus peka dan memahami dengan baik beberapa gejala mata juling pada anak di atas.
Tidak diketahui dengan pasti penyebab terjadinya mata juling. Namun, ada kemungkinan hal ini berkaitan dengan kelainan genetik. Risiko mata juling juga meningkat pada anak yang memiliki kondisi tertentu, seperti:
Mata juling juga dapat dipicu oleh gangguan penglihatan, seperti mata plus, rabun jauh, atau katarak.
Berikut ini adalah beberapa cara yang umumnya dilakukan untuk mengatasi mata juling pada anak:
1. Menggunakan kacamata atau lensa kontak
Pada beberapa kasus, penggunaan kacamata anak sudah cukup untuk mengatasi mata juling pada anak, terutama pada kondisi yang tergolong ringan. Selain itu, penggunaan kacamata secara rutin juga dapat menguatkan otot mata dan kemampuan penglihatan anak.
Penggunaan kacamata juga direkomendasikan oleh dokter apabila mata juling pada anak disebabkan oleh rabun jauh.
2. Memakai penutup mata sementara
Penutup mata sementara akan ditempelkan pada mata yang dominan untuk merangsang mata yang lebih lemah. Tujuannya adalah untuk membuat mata bergerak ke arah yang sama dan menguatkan otot mata yang lemah.
3. Melakukan operasi otot mata
Operasi otot mata dilakukan untuk mengubah panjang atau posisi otot di sekitar mata agar tampak lurus. Operasi ini sering kali disertai dengan terapi penglihatan untuk meningkatkan koordinasi mata.
Meski telah menjalani operasi, anak tetap harus menggunakan kacamata guna memperkuat otot matanya.
4. Menggunakan obat tetes mata
Dokter mungkin akan meresepkan obat tetes mata untuk merangsang atau memperkuat fungsi mata yang lebih lemah. Dengan obat ini, mata yang lebih lemah dapat lebih aktif terlibat dalam proses penglihatan.
5. Melakukan uji keseimbangan dan fokus mata
Dokter akan menilai seberapa baik mata anak untuk fokus dan bergerak dengan melakukan pengujian. Prosedur pengujian dilakukan untuk melatih kemampuan otot mata dalam mengatur fokus penglihatan dan menyeimbangkan gerakan bola mata.
Selain itu, ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan di rumah untuk melatih otot mata anak dan salah satunya adalah dengan teknik pencil push up. Teknik ini bertujuan untuk mengarahkan kedua mata pada titik yang sama.
Anda hanya perlu meletakkan pensil kira-kira sejauh lengan anak di depan matanya, lalu mintalah ia untuk memusatkan penglihatan pada satu titik di ujung pensil. Gerakkan pensil mendekati hidung dan tarik kembali menjauhi hidung.
Latihan ini dapat dilakukan selama beberapa menit dan diulang sebanyak 3 kali dalam sehari. Hentikan kegiatan ini apabila Si Kecil mengeluhkan pandangannya mulai terasa kabur.
Jangan remehkan kondisi mata juling pada anak. Pasalnya, bila kondisi ini tidak ditangani dengan benar, kemungkinan otak tidak dapat menangkap hal-hal yang dilihat pada bagian mata yang lemah. Kondisi ini pada akhirnya akan mengakibatkan terjadinya mata malas (amblyopia), bahkan risiko hilangnya penglihatan bisa makin tinggi.
Source :alodokter.com
Bayi Baru Lahir Masih Rentan Terserang Penyakit Mencium bayi baru lahir tidak boleh sembarangan karena daya tahan tubuh bayi masih belum matang sempurna. Jadi rentan terinfeksi virus dan bakte...
Media sosial beberapa waktu terakhir diramaikan dengan video orang tua yang mengajak bayinya menonton konser. Tidak satu video saja yang beredar, tetapi ada video serupa lainnya yang membuat warganet ...
Sebelum melahirkan, Bunda pasti mencari berbagai macam hal yang berhubungan dengan fakta dan mitos bayi baru lahir. Salah satu hal yang kerap dipertanyakan adalah kapan bayi boleh keluar rumah. ...
Saat si kecil sudah memasuki usia 6 bulan, orang tua dapat mulai memberikan MPASI (makanan pendamping ASI) untuk mengenalkan berbagai tekstur dan cita rasa makanan. Namun, pemberian MPASI untuk bayi j...
WhatsApp ×