Bayi Baru Lahir, Kapan Boleh Membawanya ke Luar Rumah?

Jumat, 06 Maret 2020 | 18:24 WIB Penulis :


Keputusan untuk membawa bayi baru lahir ke luar rumah maupun ke tempat publik bisa jadi hal yang cukup membingungkan untuk orang tua baru. Isu utamanya adalah bayi belum mempunyai sistem imun yang kuat, sehingga ia rentan terkena penyakit. Virus dan bakteri dari lingkungan luar dikhawatirkan menginfeksi tubuhnya. 

Menurut para dokter ahli, bayi sebenarnya boleh diajak ke luar rumah selama orang tua mengikuti standar keamanan untuk si kecil ini. Laman tentang kehamilan lamaze.org menyebutkan, orang tua tak perlu menunggu hingga bayi berusia enam minggu atau dua bulan. 

Dengan pergi ke luar, bayi dapat merasakan udara segar dan memperoleh sinar matahari yang membantu tubuh bayi menghasilkan vitamin D. Namun ini hanya disarankan di pagi hari. 

Untuk menjaga bayi Anda aman saat diajak ke luar rumah, Anda perlu memastikan lingkungannya kondusif. Terlebih di minggu-minggu awal kehidupannya. Beberapa tip berikut ini bisa menjadi panduan Anda.


Batasi paparan sinar matahari langsung
Matahari menyediakan vitamin D esensial yang dibutuhkan tubuh bayi maupun orang dewasa. Namun pada bayi, kulitnya lebih sensitif. Untuk itu, batasi waktu berjemur hingga maksimal 15 menit saja. 

Jangan biarkan orang lain menyentuh apalagi mencium bayi
Aturan ini penting diterapkan, terutama sekali apabila Anda dan bayi berada di tempat umum. Kadang kita tidak dapat memastikan apakah orang yang mendekat pada bayi benar-benar sehat atau mereka sedang mengalami sakit tertentu. 

Maka itu, Anda berhak untuk tegas dengan cara yang sopan, tidak mengizinkan orang asing mendekat, memegang, atau mencium bayi Anda. Sedangkan dengan anggota keluarga, Anda masih bisa selektif. 

Pilih-pilih lokasi
Sekolah, klinik, rumah sakit, tempat penitipan anak, pesawat terbang adalah lokasi yang dikenal banyak kuman. Jika memungkinkan, hindari pergi ke tempat-tempat tersebut dengan bayi baru lahir

Namun, apabila memang harus berkunjung, dekatkan bayi dengan lengan atau gendongan Anda, atau gunakan penutup stroller. Jangan lupa juga untuk mencuci tangan. 


Pertimbangkan cuaca
Apakah baju yang Anda pakaikan pada bayi sesuai dengan suhu lingkungan? Jika cuaca panas, tak perlu memberinya baju tebal, sedangkan bila cuaca dingin atau hujan berikan pakaian yang hangat. Bawalah selimut untuk berjaga-jaga. 

Merawat bayi baru lahir adalah kombinasi dari logika, insting, dan bimbingan profesional. Pada kondisi tertentu, yang dibutuhkan bayi Anda mungkin berbeda dengan panduan umum. Sering-seringlah melakukan riset dan berkonsultasi dengan ahli kesehatan. 

 

Sumber : Ayahbunda
 

Artikel Lainnya

Cuci botol bayi tidak boleh asal-asalan, Ma. Nah, kira-kira bolehkah mencuci botol bayi dengan air panas? Ini jawabannya!   Mencuci botol susu bayi sekilas seperti tugas yang mudah. Namun j...

Kesempatan bermain dengan bebas akan mendorong perkembangan yang sehat bagi si kecil. Simone Suckerman melihat bagaimana permainan imajinatif dapat bermanfaat bagi bayi dan balita. Ternyata ketika si ...

Bayi baru lahir minum susu formula Bayi baru lahir yang minum susu formula secara eksklusif biasanya membutuhkan 1 hingga 2 ons setiap dua hingga tiga jam selama beberapa hari pertama atau sekitar ...

Siapa tak ingin rambut anaknya tumbuh tebal, hitam dan sehat? Saat anak baru berusia 1 tahun, kebanyakan orangtua sudah sibuk mengaplikasikan lidah buaya, atau bahkan kemiri agar rambut anak tumbuh de...

WhatsApp ×
Hai Mom, kami siap membantu anda ..
Kami Online
Senin - Jumat : 08:00 - 17:00 WIB
Minggu & Hari Besar kami LIBUR
Jika ada pertanyaan silahkan menghubungi kami 🤗
......................................................