Kenali Purple Crying pada Bayi dan Cara Mengatasinya

Jumat, 17 Juli 2020 | 15:51 WIB Penulis :


Menangis merupakan salah satu cara bayi untuk berkomunikasi. Namun, jika tangisan bayi tidak kunjung berhenti dalam waktu yang cukup lama, bisa jadi ia sedang berada di fase purple crying. Apakah itu purple crying dan bagaimana cara mengatasinya?

Purple crying merupakan istilah untuk menggambarkan fase saat bayi menangis lebih sering dan lebih sulit ditenangkan. Fase ini umumnya dimulai saat bayi menginjak usia 2 minggu dan puncaknya terjadi saat bayi berusia 8 minggu. Akan tetapi, purple crying dapat berhenti dan menghilang dengan sendirinya ketika bayi berusia 12 minggu.

Karakteristik Tangisan Bayi pada Purple Crying

Istilah purple crying bukan berarti tubuh bayi berubah menjadi purple atau ungu karena terus-menerus menangis, ya, Bun. Purple merupakan singkatan dari 6 karakteristik tangisan bayi pada fase ini. Karakteristik tersebut meliputi:

  • P (peak crying). Seperti yang telah disebutkan, fase ini adalah fase ketika bayi akan sering-seringnya menangis dan puncaknya adalah ketika ia berusia sekitar dua bulan.
  • U (unpredictable crying). Tangisan bayi pada fase ini biasanya terjadi secara tiba-tiba tanpa penyebab yang jelas.
  • R (resist soothing). Tangisan bayi pada fase ini akan cenderung lebih sulit untuk dihentikan.
  • P (pain-like face). Ekspresi wajah bayi saat menangis seperti merasa kesakitan, walaupun tidak ditemukan penyebab yang kira-kira membuat ia kesakitan.
  • L (long-lasting). Durasi tangisan ini bisa berlangsung lama, sekitar 30–40 menit. Dalam satu hari, total waktu yang dihabiskan bayi untuk menangis bisa selama 5 jam atau lebih.
  • E (evening). Biasanya, tangisan ini terjadi saat sore hari dan malam hari.

Karakteristik tangisan bayi saat fase purple crying perlu Bunda catat, ya. Bunda perlu lebih teliti lagi untuk membedakan mana tangisan purple crying dan tangisan saat Si Kecil membutuhkan atau merasakan sesuatu, misalnya haus, lapar, tidak nyaman, kelelahan, bosan, serta kesakitan.

Seperti Ini Cara Mengatasi Purple Crying

Purple crying yang terjadi pada bayi merupakan kondisi normal dan tidak perlu dikhawatirkan, kok. Namun, tidak jarang fase ini bisa membuat ibu menjadi stres, bahkan merasa bersalah dan gagal menjadi seorang ibu karena tidak bisa merawat bayi dengan baik serta tidak bisa menghentikan tangisannya.

Supaya Bunda terhindar dari perasan tersebut, yuk, coba terapkan cara berikut ini untuk meredakan tangisan Si Kecil pada fase purple crying:

1. Skin to skin

Skin to skin dilakukan dengan cara meletakkan Si Kecil pada dada Bunda tanpa dihalangi pakaian, sehingga kulit Bunda bersentuhan langsung dengan kulit Si Kecil. Metode ini umumnya akan membuat Si Kecil merasa lebih nyaman dan membantu meredakan tangisannya. Bunda juga bisa memberikan sedikit pijatan lembut pada Si Kecil agar ia menjadi lebih tenang.

2. Selimuti bayi

Selain sentuhan, menyelimuti Si Kecil dengan kain juga dapat memberikan kehangatan dan menambah rasa aman. Cara ini diharapkan dapat menghentikan tangisnya untuk sementara.

3. Menggendong dan mengajak bayi jalan-jalan

Jika Si Kecil terus menerus menangis, Bunda bisa menggendong dan mengayun-ayunkan ia secara perlahan. Bila perlu, Bunda bisa mengajaknya jalan-jalan ke halaman rumah atau taman dekat rumah untuk menikmati udara segar, sehingga Si Kecil bisa lebih tenang dan mereda tangisannya.

4. Mandikan dengan air hangat

Memandikan Si Kecil dengan air hangat bisa menjadi salah satu cara untuk menenangkannya ketika ia menangis, Bun. Suara gemericik air bisa membuat ia merasa lebih tenang dan berhenti menangis.

Perlu diingat, purple crying pada bayi merupakan hal yang normal dan tidak perlu dicemaskan apalagi sampai membuat Bunda frustrasi. Lakukanlah langkah mengatasi tangisan bayi di atas dan mintalah batuan dari pasangan atau keluarga untuk merawat Si Kecil jika Bunda sudah kelelahan.

Jika cara mengatasi purple crying di atas tidak juga mampu meredakan tangisan Si Kecil, sebaiknya segera bawa ia ke dokter, ya, Bun. Dokter akan memeriksa dan membantu menemukan penyebab Si Kecil menangis sekaligus memberikan saran perawatan sesuai dengan kondisinya.

Source: alodokter.com

Artikel Lainnya

Virus Corona yang menyebabkan penyakit COVID-19 merupakan jenis virus baru yang berasal dari hewan, yaitu kelelawar. Virus yang pertama kali terdeteksi di Wuhan, Tiongkok ini juga dapat menular antarm...

Saat Si Kecil sudah memasuki usia 6 bulan, ia akan mulai makan MPASI. Bunda pasti ingin memastikan ia selalu mendapat nutrisi yang terbaik. Namun, bagaimana bila Bunda dan Si Kecil sedang travelling? ...

Tidak hanya terjadi pada orang dewasa, bayi juga bisa mengalami sembelit. Kasihan, ya, Moms, melihat si kecil tidak berdaya. Sebab, ia belum bisa mengungkapkan apa yang ia rasakan. Meski bayi yang ...

Mendengar kata dehidrasi, yang terlintas di pikiran Mom pasti kondisi tubuh kekurangan cairan. Bagaimana mungkin bayi mengalami dehidrasi sementara ia terus minum ASI? Jangan salah, ternyata b...

WhatsApp ×
Hai Mom, kami siap membantu anda ..
Kami Online
Senin - Jumat : 08:00 - 17:00 WIB
Minggu & Hari Besar kami LIBUR
Jika ada pertanyaan silahkan menghubungi kami 🤗
......................................................