Jika si kecil suka mengigit kuku, terkesan sepele ya Bunda ? Tapi jika terus menerus dibiarkan inilah yang akan terjadi pada si kecil : * Jadi kebiasaan buruk. Kebiasaan ini akan membuat anak meras...
Senin, 07 Juni 2021 | 12:59 WIB Penulis :
Sering kita mendapati kulit tiba-tiba merasa gatal, bentol, dan kemerahan tanpa tahu jenis serangga yang menyebabkannya. Padahal, jenis gigitan serangga yang berbeda terkadang membutuhkan penanganan yang berbeda pula.
Beda jenis serangga, maka berbeda pula luka yang akan ditimbulkannya. Berikut ini ciri khasnya.
Ciri khas gigitan nyamuk adalah bentol dan rasa gatal pada kulit. Bentol yang terbentuk biasanya berbentuk oval atau bulat sewarna kulit.Meski gigitannya tidak menimbulkan gejala berarti, beberapa jenis nyamuk bisa menularkan penyakit berbahaya, seperti demam berdarah, malaria, demam kuning, kaki gajah, hingga virus Zika.
Tidak semua jenis semut akan mengigit kulit manusia. Biasanya, jenis semut yang dapat menimbulkan gejala cukup menyakitkan di kulit adalah semut api atau semut merah.Sama seperti gigitan nyamuk, semut juga bisa menyebabkan bentol, tapi rasanya biasanya jauh lebih perih atau sakit. Semut api bahkan bisa mengeluarkan racun dan bagi sebagian orang bisa memicu reaksi alergi yang parah.
Bentol yang disebabkan oleh semut juga dapat terlihat seperti lepuhan yang berisi cairan dan terasa panas.
Gigitan kutu kasur tidak menimbulkan rasa sakit. Namun, biasanya di kulit akan muncul bintik-bintik merah yang berkumpul di satu area atau membentuk garis yang berjejeran.
Sebagian besar gigitan laba-laba tidaklah berbahaya bagi kesehatan. Gigitan hewan yang secara teknis sebenarnya masuk ke dalam kelompok arachnida ini biasanya hanya akan menimbulkan kemerahan, bentol dan sedikit rasa nyeri di kulit.Namun, apabila yang menggigit adalah laba-laba beracun seperti jenis black widow ataupun brown recluse, maka dapat timbul berbagai reaksi berbahaya, seperti mual, nyeri sendi, muntah-muntah, sakit perut, sakit punggung, hingga sesak napas.
Sengatan lebah bisa menyebabkan nyeri tajam yang diikuti dengan pembengkakan area yang disengat. Sesaat setelah gigitan, di area yang disengat akan terbentuk benjolan kemerahan yang dikelilingi oleh lingkaran putih. Benjolan ini terasa hangat dan nyeri jika disentuh.
Kalau Anda pernah bermain, duduk, atau berkegiatan apapun di rerumputan atau area yang memiliki banyak semak-semak, tidak jarang setelahnya kulit Anda merasa gatal. Hal ini bisa disebabkan oleh gigitan serangga seperti kutu daun.Kutu ini akan menempel di kulit dan berdiam di area-area lembap seperti ketiak dan selangkangan. Kutu daun yang dapat juga disebut sebagai ticks, juga bisa memicu timbulnya penyakit lyme.Saat penyakit lyme muncul, gigitan serangga tadi akan berkembang menjadi ruam kemerahan berbentuk lingkaran yang sangat besar di tubuh. Munculnya ruam tersebut juga biasanya disertai dengan demam, sakit kepala, dan lemas.
Luka gigitan kutu rambut, selain di kulit kepala juga bisa muncul di leher. Karena ukuran kutu ini sangatlah kecil, bekas gigitannya biasanya tidak akan meninggalkan banyak bekas. Hanya saja, rasa gatal yang timbul biasanya cukup parah.
Gigitan tungau bisa menyebabkan penyakit yang disebut sebagai skabies. Penyakit ini akan membuat pengidapnya merasakan gatal yang teramat sangat di kulit terutama saat malam hari. Selain itu, akan muncul juga bintik-bintik merah yang kering dan jumlahnya banyak.
Berbeda dari lebah yang akan mati setelah menyengat manusia, tawon masih bisa mengulangi sengatannya berulang kali. Sehingga, hasil sengatannya biasanya terasa lebih sakit dibandingkan lebah.Sengatan tawon akan membuat bagian tubuh yang disengatnya bengkak dan bagi beberapa orang, juga memicu reaksi alergi yang parah.
Tidak semua lalat bisa mengigit dan menimbulkan gejala. Biasanya hanya lalat berukuran besar di hutan maupun tempat-tempat lembap lainnya yang dapat memicu gejala tertentu.
Source: www.sehatq.com
Jika si kecil suka mengigit kuku, terkesan sepele ya Bunda ? Tapi jika terus menerus dibiarkan inilah yang akan terjadi pada si kecil : * Jadi kebiasaan buruk. Kebiasaan ini akan membuat anak meras...
Tragedi perampokan dan pembunuhan yang berakhir mengenaskan di Pulomas, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu, tentunya mengejutkan, dan membuat khawatir banyak orang, terutama orang tua. Kejadian ini se...
Sejak 2001, Persatuan Bangsa-Bangsa mencanangkan 19 November sebagai Hari Toilet Sedunia. Ini merupakan gerakan untuk mengingat kembali hak-hak dasar manusia untuk mendapatkan sanitasi yang baik. Seja...
Ahli neuropsikologi anak di University of Minnesota telah menghabiskan bertahun-tahun untuk meneliti fenomena tantrum dan alasan di balik letupan emosi brutal yang kerap terjadi pada anak. Ternyata, l...