Moms, Ini Bedanya Balita Aktif dan Hiperaktif

Jumat, 04 Januari 2019 | 16:15 WIB Penulis : Erni Wulandari


Saat beraktivitas, Si Kecil sering terus bergerak berlarian tiada henti dan tak kenal lelah sehingga tak jarang membuat Anda sebagai orang tuanya merasa kewalahan. Jangan langsung memarahinya, apalagi sampai menghentikan dengan paksa kegiatannya. Karena larangan dari Anda hanya akan menciptakan perilaku melawan atau membuat balita menjadi penakut dan tidak mandiri. Yang perlu Anda pahami, di usia ini, aktivitas bergerak Si Kecil ternyata berpengaruh besar terhadap aspek pertumbuhan dalam dirinya.

“Balita memperlihatkan kemampuan sosial dan interaksi positif dengan bermain bersama anak lainnya. Hal itu juga mendukung perkembangan kemampuan kognitif dan kepercayaan dirinya,” jelas Dr. Fiona Martin, psikolog pendidikan dan perkembangan anak asal Australia. “Kegiatan bermain di luar ruang juga menguntungkan sebab balita mendapatkan udara segar dan vitamin D yang menguatkan kesehatannya,” tambahnya.

Kendati demikian, hal ini bukan berarti Anda boleh membiarkannya bebas bergerak tanpa batasan. Berikan arahan untuk menyalurkan keaktifan balita ke arah yang benar. Yang juga penting, perhatikan dulu apakah balita Anda masuk dalam taraf aktif yang benar, hiperaktif atau justru menderita ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder). Berikut ini tanda-tanda balita yang aktif tetapi bukan hiperaktif atau menderita ADHD, Moms :

  • Si Kecil bisa fokus pada hal yang dilakukannya. Saat bermain puzzle, mewarnai, hingga menyusun balok, ia aktif menyelesaikannya dengan penuh perhatian.
  • Dapat diberi aturan dan mau mendengarkan, asalkan dengan alasan yang jelas dan tidak dengan cara memarahinya.
  • Cenderung kreatif hingga bisa memanfaatkan benda di sekitarnya untuk bermain.
  • Lebih sabar ketika diminta menunggu atau dapat menyelesaikan permainan yang menggunakan kesabaran.
  • Tahu kapan dirinya lelah dan butuh istirahat sehingga tidak ragu untuk menghentikan kegiatannya.
  • Cenderung cerdas dan lebih mandiri.

Nah, jika Si Kecil memperlihatkan hal-hal di atas saat ia aktif bermain, berarti ia termasuk anak yang aktif, bukan hiperaktif atau bahkan menderita ADHD, Moms.

 

 

 

 

Sumber : motherandbaby

Artikel Lainnya

Tak hanya asupan makanan yang berpengaruh pada tumbuh kembang otak namun juga 10 aktivitas berikut ini.   1. Kontak mata Menurut Annelia Sari Sani, S.Psi, sel-sel otak akan terkoneksi lewat at...

Sebelum mendaftar ke TK atau SD, biasanya terdapat tes untuk menilai kemampuan calistung yang dimiliki seorang anak. Apakah Ayah dan Bunda sudah akrab dengan istilah Calistung? Calistung sangat pentin...

Tumbuh kembang tiap anak memang berbeda-beda, sehingga ada orang tua yang terkadang tidak sadar saat anaknya tumbuh pendek. Sampai saat ini masih banyak orang tua yang terlalu fokus pada berat tubuh a...

Jelang liburan akhir tahun Mama tentu punya acara masing-masing yang khusus diluangkan untuk membahagiakan keluarga, misalnya dengan pergi ke museum, taman rekreasi dan sebagainya. Tapi bagaimana deng...

WhatsApp ×
Hai Mom, kami siap membantu anda ..
Kami Online
Senin - Jumat : 08:00 - 17:00 WIB
Minggu & Hari Besar kami LIBUR
Jika ada pertanyaan silahkan menghubungi kami 🤗
......................................................