Kulit Jadi Berminyak ataupun Kusam Saat Hamil, Jangan Sembarangan Diobati Ya

Jumat, 16 September 2016 | 16:59 WIB Penulis : Erni Wulandari


Saat hamil, kondisi kulit umumnya memang akan mengalami perubahan. Biasanya ini terjadi karena adanya perubahan pada pengaturan hormon. Asalkan aman dan menurut petunjuk dokter, sah-sah saja kok melakukan perawatan kulit saat hamil.

Seperti disampaikan oleh dokter spesialis kulit dan kelamin RS Pondok Indah Puri Indah, dr Suksmagita Pratidina, SpKK, atau dr Gita, hamil bukan berarti wanita tak boleh melakukan perawatan kulit. Boleh-boleh saja, selama perawatan dilakukan oleh dokter spesialis dan tak sembarangan.

Normalnya, saat hamil biasanya akan terjadi juga perubahan pada sistem hormon pengatur minyak di kulit. Efeknya hal ini akan mengubah tampilan kulit si wanita itu sendiri. Ada yang kulitnya tampak menjadi lebih berminyak dan berjerawat, ada pula yang justru menjadi lebih kering dan kusam.

"Makanya ada orang hamil yang kulitnya jadi berminyak, ada juga yang jerawatan, atau malah ada yang jadi lebih kusam dan kering. Ini biasanya karena siklus turn over kulitnya melambat.

Jangan buru-buru memberikan obat tertentu, apalagi jika tidak dikonsultasikan ke dokter, ditakutkan hal ini justru berdampak pada janin. Menurut dr Gita, perawatan kulit wanita hamil biasanya akan disesuaikan dengan masalah yang terjadi. Misalnya, kok kelenjar minyak jadi lebih aktif, maka perawatan yang dilakukan tentu dengan mengurangi produksi minyak di kulit.

"Lalu misalnya ada pula yang kulitnya kusam, kering dan kasar, ini yang dokter lakukan tentu memperbaiki skin barriernya alias kesehatan kulitnya. Misalnya dengan memberikan pelembab. Pelembab pun komposisinya bermacam-macam, harus disesuaikan kandungannya dengan kondisi ibu hamil.

Sebelumnya dr Eddy Karta, SpKK dari EDMO Clinic Jakarta Selatan pernah menuturkan bahwa jika ibu hamil ingin mencerahkan kulit, maka pakailah produk yang aman. Nah, salah satu kandungan yang aman untuk mengatasi kulit kusam dan flek selama kehamilan ialah AHA dan vitamin C.

 

Sumber : health.detik.com

Artikel Lainnya

Kapan Bayi Dapat Diberikan MPASI? Rekomendasi memulai MPASI menurut World Health Organization (WHO) adalah saat bayi menginjak usia 6 bulan, atau bisa di antara 4-6 bulan sesuai dengan pe...

Untuk menjauhkan anak dari berbagai risiko yang disebutkan di atas, hal pertama yang perlu dilakukan tentunya adalah memangkas konsumsi gula harian. Tapi jangan senang dulu, karena biasanya hal ini le...

Bukan cuma sekedar tren, pijat bayi memang memberikan beragam manfaat. Manfaat pijat bayi tidak hanya bisa didapatkan dari pemijatan oleh tenaga profesional di pusat perawatan bayi atau spa bayi, tapi...

ISK pada ibu hamil adalah hal yang umum terjadi dan ini juga merupakan penyakit umum yang kerap menyapa perempuan. ISK pada ibu hamil wajib diperiksakan supaya mendapat pengobatan yang tepat karena bi...

WhatsApp ×
Hai Mom, kami siap membantu anda ..
Kami Online
Senin - Jumat : 08:00 - 17:00 WIB
Minggu & Hari Besar kami LIBUR
Jika ada pertanyaan silahkan menghubungi kami 🤗
......................................................