Mama mungkin saat ini sedang merasa cemas melihat bayi sering memasukkan benda ke mulutnya. Mulai dari mainan, selimut, hingga boneka. Khawatir sah-sah saja. Pasalnya, si kecil bisa sakit akibat...

Kamis, 20 Januari 2022 | 16:06 WIB Penulis :
Sebenarnya si Bayi sedang menahan napasnya dan ini sangat berbahaya lho, Ma!
Siapa yang tidak merasa takut ketika mengetahui bayinya tidak bersuara selama beberapa detik ketika ia menangis. Panik, pasti perasaan itulah yang Mama rasakan.
Ya, Breath Holding Spell (BHS) memang mungkin saja terjadi pada beberapa bayi.
BHS atau ada yang menyebutnya "Menangis biru" adalah kondisi di mana bayi berhenti bernapas dan kehilangan kesadaran untuk waktu yang singkat setelah mereka marah.
Hal ini hanya terjadi pada 5 persen bayi di dunia, maka dari itu kejadian yang satu ini tergolong cukup langka. Meski termasuk kondisi yang langka, Mama sebaiknya tetap mewaspadainya.
Berkaitan dengan hal tersebut, berikut telah dirangkum 5 fakta mengenai BHS yang perlu Mama ketahui!
Breath Holding Spell (BHS) biasanya dimulai pada usia bayi dua bulan, tetapi memungkinkan juga dimulai pada anak berusia dua tahun.
Beberapa bayi mengalami BHS yang parah dan biasanya hal tersebut akan berhenti pada saat anak mencapai usia 6-8 bulan.
BHS pada umumnya terjadi pada bayi dikarenakan oleh beberapa faktor, antara lain:
Bernapas secara cepat dan spontam merupakan hal yang paling sering terjadi ketika seorang bayi tiba-tiba marah atau terkejut.
Setelah itu, biasanya mereka akan tersengal-sengal dan kemudian menghembuskan napas atau bahkan berhenti bernapas.
Selain itu, berikut beberapa gejala yang terjadi pada bayi:
Sebelum dilakukan penyembuham biasanya dokter atau perawat akan melakukan pemeriksaan fisik dan mengajukan pertanyaan tentang riwayat dan gejala medis pada bayi.
Setelah itu, mereka akan melakukan pengetesan darah untuk memeriksa defisiensi zat besi.
Tak hanya sampai di situ, bayi juga perlu melakukan tes EKG untuk memeriksa jantung serta tes EEG untuk memeriksa kejang yang terjadi.
Jika diketahui bahwa anak tersebut kekurangan zat besi, maka ia akan diberikan suplemen zat besi tambahan.
Pada dasarnya, bayi dengan BHS tidak memerlukan perawatan khusus, kecuali ada kekurangan zat besi atau kondisi medis lain.
Ketika dokter mendiagnosis BHS pada anak, maka pastikanlah anak berada di tempat yang aman di mana dia tidak akan jatuh atau terluka.
Selain itu, Mama juga perlu melakukan pencegahan lainnya, seperti:
Ketika bayi menangis hingga tidak bersuara, maka jangan biarkan terlalu lama seperti itu. Pasalnya, hal tersebut bisa saja menyebabkan pingsan.
Cara termudah adalah dengan membuka tutup mulutnya dengan telapak tangan Mama secara perlahan dan cepat hingga bayi menangis kembali.
Namun, jika cara tersebut belum berhasil juga, angkatlah bayi dan berdirikanlah kemudian sandarkan ke bahu Mama perlahan dan tepuk-tepuk punggungnya secara halus.
Bila serangan BHS dirasa semakin parah dan semakin sering, serta mengalami napas yang terhenti selama lebih dari 1 menit, maka segeralah bawa si Kecil ke rumah sakit terdekat.
Source: popmama.com/
Mama mungkin saat ini sedang merasa cemas melihat bayi sering memasukkan benda ke mulutnya. Mulai dari mainan, selimut, hingga boneka. Khawatir sah-sah saja. Pasalnya, si kecil bisa sakit akibat...
Dermatitis atopik atau yang dikelan masyarakat sebagai eksim susu, merupakan penyakit kulit tersering pada bayi dan anak. Dermatitis atopik adalah radang kulit berulang yang disertai gatal pada bayi d...
Mata merah adalah salah satu masalah mata pada bayi yang cukup sering terjadi. Sebagian penyebab mata merah pada bayi tidak berbahaya, tetapi sebagian lainnya bisa menular dan perlu segera d...
Banyak orang yang terkadang lebih paham tentang orang lain ketimbang dirinya sendiri. Padahal mengetahui tentang kepribadian diri sendiri tidak hanya meningkatkan rasa kepercayaan diri, tetapi juga...
WhatsApp ×