"Pemberian MPASI pada Si Kecil perlu memerhatikan tekstur yang disesuaikan usianya. Selain memenuhi nutrisi, menaikkan tekstur MPASI bertujuan untuk melatih oromotor bayi." Jakarta &ndash...

Jumat, 01 Juli 2022 | 16:32 WIB Penulis :
Salah satu hal yang sering kali mencemaskan para ibu menyusui adalah jika ASI yang dikeluarkan terlihat encer. Pasalnya, ada yang mengatakan bahwa ASI yang encer berarti kurang bernutrisi, sementara air susu yang teksturnya kental dikatakan lebih sehat. Apa benar demikian?
Sebenarnya, kualitas ASI tidak dapat dilihat dari tingkat kekentalannya. Cairan ASI yang terlihat cair atau kental sama-sama memiliki kandungan nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi untuk menunjang tumbuh kembangnya. Supaya lebih jelas, Anda harus mengenali apa itu foremilk dan hindmilk.
Tingkat kekentalan ASI sendiri memang bisa dilihat secara langsung, ada yang terlihat encer maupun kental. Ini karena ASI dibedakan menjadi foremilk dan hindmilk dari waktu dikeluarkannya. Foremilk merupakan ASI yang keluar pada awal sesi menyusui, sedangkan hindmilk adalah ASI yang keluar pada saat sesi menyusui akan berakhir.
Mengapa tingkat kekentalan keduanya berbeda? Hal ini disebabkan oleh isi kandungan dari masing-masing. Foremilk memiliki kandungan laktosa yang tinggi dan lemak yang rendah sehingga cairan ASI terlihat encer. Berbeda dengan hindmilk yang memiliki kandungan lemak lebih tinggi dibandingkan foremilk sehingga cairan ASI terlihat lebih kental.
Seluruh kandungan ASI, baik foremilk dan hindmilk, sama-sama memiliki kandungan nutrisi yang penting untuk kesehatan bayi dan jumlahnya harus seimbang setiap harinya. Masing-masing pun memiliki peranan yang berbeda untuk menunjang kesehatan tubuh dan tumbuh kembang bayi.
Ketidakseimbangan jumlah foremilk dan hindmilk akan mengganggu pertumbuhan bayi. Foremilk yang terlihat encer di awal menyusui mampu menghilangkan rasa haus pada bayi, memberikan energi, dan merangsang perkembangan otak. Sedangkan hindmilk yang terlihat kental di akhir menyusui dapat membantu meningkatkan berat badan dan tumbuh kembang bayi.
Tujuan dari proses menyusui itu sendiri adalah bayi mendapatkan jumlah ASI foremilk dan hindmilk dengan jumlah yang sama. Dengan begitu, bayi mendapatkan asupan laktosa dan lemak yang tinggi. Untuk diketahui, kandungan laktosa yang tercukupi di dalam tubuh mampu menekan pertumbuhan kuman penyebab penyakit.
Source : https://www.klikdokter.com/
"Pemberian MPASI pada Si Kecil perlu memerhatikan tekstur yang disesuaikan usianya. Selain memenuhi nutrisi, menaikkan tekstur MPASI bertujuan untuk melatih oromotor bayi." Jakarta &ndash...
Melatih saraf motorik anak sejak dini sangat baik untuk tumbuh kembangnya, terlebih untuk bayi usia 2-3 tahun. Hal ini akan membantu anak dalam mengeksplorasi dunianya lewat tangan seperti m...
Benarkah Bayi Juga Bisa Insomnia? Ketika orangtua menyebut anak mengalami insomnia, seringkali ini hanya cara untuk menyebutkan kurang tidur atau pola tidur yang salah yang mungkin dialami anak-ana...
Kiat sederhana untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh bayi Dilansir dalam laman Pregnancy Birth and Baby, daya tahan tubuh bayi masih belum sekuat kekebalan tubuh orang dewasa dan membutuhkan...
WhatsApp ×