Penggunaan diaper atau popok, khususnya yang sekali pakai tidak dipungkiri memberikan kepraktisan dalam pengasuhan dan perawatan buah hati. Namun penggunaannya yang setiap hari juga rentan m...

Rabu, 18 September 2024 | 11:17 WIB Penulis :
Setelah lahir bayi mengalami perkembangan fisik dan mental yang sangat pesat. Dukung perkembangan optimalnya dengan hanya memberikan ASI hingga usia 6 bulan untuk mendapatkan banyak manfaat berikut ini
ASI kaya akan kandungan asam lemak yang dapat mendukung perkembangan fisik bayi secara optimal, terutama otak sehingga membuatnya lebih cerdas.
Di dalam ASI terkandung antibodi dari ibu, sehingga bermanfaat untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh si kecil dan mencegahnya dari terkena penyakit seperti diare, infeksi saluran pernapasan, infeksi telinga, meningitis, dan lain sebagainya.
Sistem kekebalan tubuh yang kuat juga berperan dalam mengurangi risiko timbulnya alergi, karena alergi merupakan reaksi sistem kekebalan tubuh saat mengalami kontak langsung dengan zat tertentu.
ASI dapat mengendalikan hormon leptin yang berfungsi mengontrol nafsu makan dan metabolisme lemak pada tubuh bayi, sehingga dapat membantu menjaga berat badan bayi tetap ideal, serta mencegah stunting.
ASI eksklusif juga mendukung pertumbuhan bakteri sehat dalam pencernaan, yang berfungsi meningkatkan metabolisme tubuh dan kesehatan pencernaan bayi.
Manfaat lain dari pemberian ASI eksklusif 6 bulan adalah mengurangi risiko terjadinya sindrom kematian bayi mendadak (SIDS). Menyusui bayi saat ia lapar dan di sela-sela waktu tidurnya dapat melindunginya dari risiko mengalami SIDS.
Kontak langsung dengan ibu saat menyusu, seperti sentuhan dengan kulit, merasakan kehangatan tubuh ibu, dan tatapan mata dapat membangun keintiman antara Ibu dengan bayinya.
Apa yang terjadi pada bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif? Berikut adalah beberapa risiko yang dihadapi, jika bayi tidak mendapatkan ASI eksklusif.
Pertumbuhan fisik bayi akan terhambat karena kurangnya asupan nutrisi yang dibutuhkannya, sehingga meningkatkan risiko kekurangan gizi dan lambat laun stunting.
Daya tahan tubuh yang lebih lemah membuat bayi rentan terhadap berbagai infeksi, seperti infeksi pencernaan dan saluran pernapasan, serta penyakit kronis yang dapat berdampak kematian. Beberapa penyakit kronis yang dapat dialami di kemudian hari antara lain diabetes, leukemia, dan penyakit yang diakibatkan oleh obesitas.
Kurangnya jalinan ikatan antara ibu dan bayi berpotensi mengakibatkan anak mudah stress, depresi, cemas, dan mengalami gangguan emosional lainnya saat besar nanti.
Saat baru lahir, bayi diberikan inisiasi menyusu dini (IMD) melalui kontak kulit ke kulit dengan ibu dalam waktu 1 jam setelah dilahirkan. Setelah menyusu pada jam pertama, bayi biasanya akan tidur panjang dan menyusu lagi jika lapar.
Frekuensi bayi menyusu meningkat sejalan dengan semakin banyaknya ASI yang keluar dan bertambahnya ukuran lambung. Berikut adalah perilaku menyusu bayi baru lahir.
Selama menyusui, ibu harus selalu berada di dekat bayi, agar dapat merespon saat bayi menunjukkan tanda lapar, dan mulai lebih banyak bergerak, memutar kepala, mengisap jari dan mengecap mulut. Namun, seringkali ibu merasa jika bayinya menangis tandanya ia lapar dan memberinya makanan lain selain ASI. Padahal, menangis tak selalu berarti bayi lapar, tapi mungkin ada faktor lain yang membuatnya tidak nyaman.
Saat menyusui, perhatikan hal-hal berikut ini, agar proses menyusu maksimal sampai bayi merasa kenyang.
Selain cara menyusui, posisi dan pelekatan yang benar juga penting untuk memaksimalkan pemberian ASI pada bayi.
Jika Anda harus memerah dan menyimpan ASI, berikut ini adalah hal-hal yang perlu dilakukan untuk menjaga keamanan dan kualitas ASI.
Peran ibu saja tidak cukup. Dibutuhkan dukungan suami dan keluarga dalam mewujudkan keberhasilan program ASI eksklusif 6 bulan. Dengan demikian, turunnya angka kematian bayi akan segera menjadi kenyataan.
Sumber : Dinkes
Penggunaan diaper atau popok, khususnya yang sekali pakai tidak dipungkiri memberikan kepraktisan dalam pengasuhan dan perawatan buah hati. Namun penggunaannya yang setiap hari juga rentan m...
Menjelang proses persalinan, banyak perlengkapan bayi yang harus dipersiapkan oleh ibu. Mulai dari baju bayi, perlengkapan mandi, gendongan, popok, dan juga alat-alat tidur seperti kasur dan bantal ba...
Bukan hanya remaja dan orang dewasa, bayi juga bisa berjerawat. Penyebab munculnya jerawat pada bayi bisa bermacam-macam. Untuk mengatasi dan mencegah jerawat bayi bertambah parah, penanganannya perlu...
Kapan Bayi Dapat Diberikan MPASI? Rekomendasi memulai MPASI menurut World Health Organization (WHO) adalah saat bayi menginjak usia 6 bulan, atau bisa di antara 4-6 bulan sesuai dengan pe...
WhatsApp ×