Kata Dokter: Cara Mengatasi Baby Blues pada Ibu Menyusui

Kamis, 09 Januari 2025 | 17:12 WIB Penulis :


Sejauh ini, belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab baby blues pada moms.

Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risikonya, seperti perubahan peran dan tanggung jawab, kelelahan fisik, kurang waktu istirahat, hingga ada kendala-kendala yang muncul selama menyusui.

Bagaimana cara mengatasinya?

Cara Mengatasi Syndrome Baby Blues

Pada ibu baru, baby blues sering kali menyebabkan kondisi-kondisi seperti mudah merasa panik, cemas, mudah lelah dan letih, terjadi perubahan pola makan, perubahan pola tidur, serta sulit untuk mengelola energi.

Namun, kondisi ini sebenarnya umum terjadi dan ibu tidak perlu terlalu khawatir.

Di samping itu,  ada beberapa tips untuk membantu mengatasi baby blues pada ibu menyusui, antara lain: 

1. Istirahat yang cukup 

Salah satu cara mengatasi baby blues adalah dengan cukup istirahat. “Usahakan untuk istirahat cukup, tidak kelebihan dan juga tidak kekurangan,” jelas Rena. 

Menurut jurnal ilmiah berjudul How to Cope with Baby Blues: A Case Report dalam Journal of Psychiatry Psychology and Behaviour Research, ibu yang mendapatkan cukup istirahat dan mendapatkan bantuan dari suami ketika merawat bayi, dapat menurunkan gejala syndrome baby blues.

 

2. Konsumsi makanan sehat 

 

Faktanya, makanan yang ibu konsumsi bisa memengaruhi kondisi tubuh. Agar ibu merasa sehat selalu dan keluhan baby blues, seperti mudah merasa lelah dan letih, sebaiknya selalu mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang. 

3. Rutin olahraga 

Melakukan aktivitas fisik, seperti olahraga bisa membantu mempercepat pemulihan gejala baby blues.

Saat menyusui dan mengalami gejala kondisi ini, coba melakukan olahraga sesuai dengan anjuran dokter. Ingat, jangan pernah memaksakan diri. 

4. Menerapkan komunikasi yang baik dengan suami 

Salah satu hal yang bisa memperparah kondisi depresi setelah melahirkan adalah komunikasi yang buruk dalam pernikahan.

Hal ini tentu akan menambah rasa lelah dan membuat energi ibu semakin terkuras. 

Maka dari itu, salah satu cara mengatasi baby blues adalah coba menerapkan komunikasi asertif dengan suami.

Selain itu, jangan ragu untuk mengutarakan isi hati dan menyampaikan perasaan pada suami.  

5. Melakukan kegiatan menyenangkan 

Hal selanjutnya adalah melakukan kegiatan-kegiatan menyenangkan. Ibu bisa menjalani hobi saat Si Kecil sedang tertidur, atau sekadar menonton acara televisi favorit. 

Selain itu, ibu juga harus mengetahui kondisi fisik dan mental sendiri. Kenali batas diri dan jangan ragu meminta bantuan. Jika merasa sangat lelah, ibu bisa meminta bantuan suami, orangtua, atau orang dekat untuk membantu menjaga bayi. 

Selagi mengisi waktu tersebut, pastikan ibu tidak memikirkan hal-hal yang bisa membuat semakin tertekan dan kembalilah dengan kondisi mental yang lebih baik.

6.  Curhat dengan orang yang dipercaya

Berbicara dengan seseorang yang ibu percaya, entah saudara, orang tua atau teman dekat dapat meringankan emosi pada ibu.

Curhatlah dengan orang yang memahamimu dan tidak menghakimi. Sebab, ibu sebenarnya butuh mengeluarkan isi hati dan emosi yang terpendam. 

7. Meminta bantuan 

Jika ibu merasa lelah dan seperti sudah tidak ada tenaga, mintalah bantuan untuk meringankan pekerjaan sehari-hari. Jangan mencoba untuk melakukannya sendiri.

Ibu bisa meminta bantuan pasangan, orang tua, atau mempekerjakan asisten rumah tangga untuk membantu tugas sehari-hari. 

Jika gejala baby blues yang muncul cukup mengganggu dan parah, segera cari bantuan ahli.

Artikel Lainnya

Tawa bayi dan perkembangan emosionalnya Tawa pertama bayi biasanya muncul begitu memasuki usia 3—4 bulan. Pada periode ini, tawa bayi masih seperti cekikikan pendek atau cepat. Pemicunya, ...

Perubahan cuaca yang kerap terjadi terutama saat perubahan musim, mungkin membuat siapapun mengalami masuk angin. Terlebih bayi yang belum memiliki daya tahan tubuh yang cukup baik, akan lebih besar k...

Pernah menyusui, bukan berarti akan langsung lancar ketika harus memberikan ASI kembali. Proses menyusui kembali setelah berhenti dalam jangka waktu yang cukup lama ini disebut relaktasi menyusui.&nbs...

Saat usia bayi menginjak 6 bulan, ia sudah mulai boleh mencoba makanan padat pertamanya sebagai makanan pendamping ASI atau MPASI bayi. Selain makanan pendamping ASI, perkenalkan juga cemilan ata...

WhatsApp ×
Hai Mom, kami siap membantu anda ..
Kami Online
Senin - Jumat : 08:00 - 17:00 WIB
Minggu & Hari Besar kami LIBUR
Jika ada pertanyaan silahkan menghubungi kami 🤗
......................................................