Sentuhan ibu dipercaya memiliki banyak manfaat yang luar biasa untuk anak, bahkan sejak bayi baru lahir. Misalnya saja, membantu perkembangan psikologisnya dan membuat fisik bayi baru lahir semakin se...

Kamis, 16 Januari 2025 | 11:40 WIB Penulis :
Salah satu makanan yang dikenal banyak mengandung nutrisi adalah keju. Selain itu, rasanya yang enak dapat membuat bayi makan lebih lahap. Namun, pemberian keju kepada bayi masih cukup banyak diperdebatkan.
Selama 6 bulan pertama setelah kelahirannya, Bunda dianjurkan hanya memberikan ASI kepada Si Kecil. Baru setelah itu, makanan pendamping ASI (MPASI) mulai bisa diperkenalkan secara perlahan.
Nah, salah satu yang sering menjadi pertanyaan di kalangan orang tua adalah bolehkah memberikan keju untuk bayi? Menurut beberapa dokter anak, sebagian besar bayi diperbolehkan makan keju asalkan usianya sudah lebih dari 6 - 8 bulan.
Namun jika orang tua bayi atau saudaranya memiliki alergi terhadap susu dan produk olahannya, tunda dulu pemberian keju untuk bayi.
Keju termasuk dalam daftar sumber protein yang direkomendasikan untuk balita. Selain itu, keju juga kaya akan kalsium, lemak, vitamin D, vitamin A, dan vitamin B.
Meski demikian, pemberian keju untuk bayi ada syaratnya, yaitu:
Apabila buah hati Anda menderita alergi makanan, terutama alergi terhadap keju atau susu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum memberikannya keju.
Jika Si Kecil ternyata menderita alergi susu dan produk olahan susu, seperti keju dan yogurt, dia akan mengalami gatal-gatal, bengkak, ruam di kulit berupa bintik-bintik merah, muntah, diare, sakit perut, batuk, mengi, atau sulit bernapas setelah mengonsumsi makanan tersebut.
Gejala reaksi alergi pada tiap anak berbeda-beda. Ada yang reaksinya ringan atau berat, dan ada yang reaksinya langsung muncul atau baru muncul beberapa hari setelah mengonsumsi susu atau produk olahannya.
Jika gejala alergi susu pada Si Kecil munculnya belakangan, kemungkinan dia akan mengalami mencret, ruam kulit, tersedak, muntah, dan menangis terus-menerus atau kolik .
Saat Si Kecil menunjukkan tanda-tanda alergi setelah mengonsumsi keju, hentikan pemberian susu formula atau produk olahan susu lainnya kepada Si Kecil. Bila reaksi alerginya parah, seperti mulut atau tenggorokan bengkak, sulit bernapas, atau pingsan, segeralah bawa Si Kecil ke IGD terdekat guna mendapatkan penanganan dan pengawasan.
Jika usia Si Kecil sudah cukup untuk diberikan MPASI, berkonsultasilah dengan dokter untuk mengetahui makanan apa saja yang boleh dan tidak boleh diberikan kepada bayi, termasuk mengenai boleh atau tidaknya memberikan keju untuk bayi.
Source : alodokter.com
Sentuhan ibu dipercaya memiliki banyak manfaat yang luar biasa untuk anak, bahkan sejak bayi baru lahir. Misalnya saja, membantu perkembangan psikologisnya dan membuat fisik bayi baru lahir semakin se...
Sodium Lauryl Sulfate atau SLS termasuk golongan anionic surfactant. Ini adalah bahan yang sering ada dalam berbagai macam produk sehari-hari sabun mandi, sampo, detergen, pasta gigi, h...
Jika produksi ASI sangat berlimpah atau Anda menyusui sembari bekerja, metode pompa ASI dan kemudian menyimpannya mungkin akan sangat berguna bagi Anda. ASI per...
Melakukan kegiatan sehari-hari seperti biasa rasanya tak ada yang salah. Padahal, saat ibu hamil menjalani aktivitas sehari-hari, pasti terpapar dengan berbagai jenis unsur yang berbahaya seperti zat ...
WhatsApp ×