"Sudah cukup bergizi belum ya, makanan si Kecil?"

Kamis, 30 Juni 2016 | 10:36 WIB Penulis : Erni Wulandari


Sebagai Bunda tentunya ini adalah tantangan sehari-hari yang dialami dalam membesarkan si Kecil. Meskipun sudah berusaha memberi makanan yang terbaik dan mengolahnya sendiri, pasti ini sering jadi pertanyaan para Bunda. Mungkin Bunda khawatir apakah makanan yang diberikan kandungan bergizi, sehat dan porsinya sudah mencukupi. Untuk memastikannya, sebenarnya Bunda bisa melihat 4 indikator berikut.

1. Indikator BAB.

Ini bisa menggamparkan kecukupan asupan serat dan kondisi makanan yang ia konsumsi. BAB yang baik bisa dilihat dari jika ia BAB minimal setiap pagi, tanpa mengejan keras kotoran keluar secara otomatis, BAB kotoran tenggelam tidak mengambang, kurang lebih 2-3 menit kotoran sudah keluar semua dan terasa tuntas. Jika BAB-nya tidak lancar coba benahi lagi asupan makanannya. Selain itu jika gas dan kotorannya berbau terlalu tajam menusuk, mengindikasikan rendahnya asupan serat. Tingkatkan lagi konsumsi seratnya terutama beras merah, sayuran segar, buah segar, buah-buahan dan kacang-kacangan.

2. Indikator Flu dan Demam.

Amati si Kecil apakah ia mudah sekali terserang flu dan selama 3 bulan berturut-turut sering terkena flu serta demam. Ini berarti rendahnya sistem kekebalan tubuh karena terbatasnya asupan nutrisi penjaga imunitas seperti vitamin C, betakaroten, dan seng. Tingkatkan asupan buah yang mengandung vitamin C, sayur, dan ikan segar untuk meningkatkan kekebalan tubuhnya.

3. Indikator Alergi Makanan.

Alergi memang ada yang terjadi karena bawaan atau juga faktor nutrisi. Cek jika si Kecil memiliki alergi pada beberapa jenis makanan, lebih dari 1 saja. Semakin banyaknya alergi mencerminkan rendahnya imunitas si Kecil dan ini berkaitan dengan asupan nutrisinya. Coba tingkatkan lagi makanan untuk imunitas tubuh seperti buah bervitamin C, brokoli, kentang manis, kacang walnut, daging rendah lemak seperti ikan dan ayam serta yoghurt.

4. Indikator Tinggi dan Berat Badan.

Ini adalah patokan apakah asupan makanannya sudah cukup. Cek tahapan pertumbuhannya, jika berat badan dan tinggi si Kecil kurang dari rata-rata normal atau terlalu beda jauh dari anak seusianya berarti asupan kalorinya kurang. Perhatikan porsinya, beri makan 3x sehari dan selingi dengan cemilan. Namun hati-hati jangan terlalu berlebihan agar ia tidak obesitas. Menurut Dr. Sarah Hampl, M.D, pakar nutrisi anak, porsi yang pas adalah sekepalan telapak tangan si Kecil. Misalnya nasi sekepalan tangan dan daging juga sekepalan tangan. Ini berlalu untuk buah dan sayuran juga dan sistem pengukuran ini bisa terus digunakan seiring perkembangannya. Semakin besar ukuran tangan si Kecil, kebutuhan makanan juga mengikuti.

Nah, semoga informasi ini cukup jelas untuk menghapus kekhawatiran Bunda seputar asupan nutrisi si Kecil. Pastikan penyajian makannya juga bersih dan terbuat dari bahan yang segar agar ia tetap sehat. Yuk share info ini dengan Bunda lainnya ya.

 

Artikel Lainnya

Si Pemilih makanan atau picky eaters adalah salah satu tantangan yang paling umum dihadapi orangtua. Kebiasaan memilih-milih makanan ini bahkan bisa terjadi pada bayi yang berusia kurang dari 12 ...

Bayi Baru Lahir Masih Rentan Terserang Penyakit Mencium bayi baru lahir tidak boleh sembarangan karena daya tahan tubuh bayi masih belum matang sempurna. Jadi rentan terinfeksi virus dan bakte...

Salah satu kegiatan bersama Si Kecil yang tidak boleh Bunda lewatkan adalah tummy time. Selain menyenangkan, aktivitas ini bermanfaat bagi tubuh bayi, lho. Cara melakukan tummy time&nbs...

Dalam membentuk seorang anak diperlukan bantuan dari orang tua. Orang tua sangat berperan penting dalam proses ini, terutama dalam proses mencerdaskan anak. Manusia memiliki lima indera yang digunakan...

WhatsApp ×
Hai Mom, kami siap membantu anda ..
Kami Online
Senin - Jumat : 08:00 - 17:00 WIB
Minggu & Hari Besar kami LIBUR
Jika ada pertanyaan silahkan menghubungi kami 🤗
......................................................