Sensory play adalah aktivitas yang melibatkan indera bayi, termasuk indera penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa, dan sentuhan. Selain itu, sensory play jug...
Kamis, 13 Februari 2020 | 16:44 WIB Penulis :
Batuk pada bayi seringkali membuat orang tua khawatir. Kondisi yang kadang membuat si Kecil rewel ini umumnya adalah gejala yang menandakan terjadinya infeksi virus atau bakteri, tergantung dari jenis batuk yang dideritanya.
Biasanya, batuk pada bayi akan mereda dengan sendirinya setelah dua minggu, namun bukan berarti Anda bisa menganggapnya remeh. Orang tua perlu mengetahui lebih lanjut mengenai jenis-jenis batuk pada bayi dan tanda-tanda bila telah terjadi perkembangan suatu penyakit atau bahkan komplikasi.
Sebagaimana orang dewasa, bayi dapat mengalami batuk kering atau pun batuk berdahak.
Batuk kering merupakan upaya menghilangkan gangguan yang terjadi karena rasa gatal atau iritasi pada tenggorokan. Ini terjadi karena adanya pembengkakan pada tenggorokan dan saluran pernapasan. Batuk kering disertai dengan pilek biasanya menjadi gejala dari flu yang disebabkan oleh virus, atau karena alergi. Bayi memiliki kemungkinan mengalami pilek hingga delapan kali pada tahun pertama hidupnya. Namun jangan khawatir, karena frekuensi ini dapat berkurang seiring kekebalan tubuh si kecil yang meningkat.
Sementara itu, batuk yang mengandung dahak biasanya lebih terasa di area dada, karena merupakan upaya alami untuk mengeluarkan dahak dari paru-paru. Batuk berdahak pada bayi bisa disebabkan oleh infeksi bakteri.
Batuk pada bayi juga bisa juga diikuti dengan gejala-gejala lain, seperti demam, hidung tersumbat, radang tenggorokan, mata merah, tidak nafsu makan, dan rewel. Selain itu, bisa muncul bengkak pada kelenjar getah bening di bagian bawah lengan, leher, atau di bagian belakang kepala.
Kini makin banyak ragam obat batuk dan flu yang dijual bebas. Tapi waspadalah, jangan sembarangan memberikan obat batuk dan flu untuk bayi tanpa berkonsultasi dengan dokter dan membaca dengan seksama informasi yang tertera di kemasannya.
Mengingat adanya risiko efek samping, bayi hingga anak berusia di bawah enam tahun, tidak disarankan diberi obat batuk atau flu tanpa resep dokter. Untuk mengantisipasi, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan di rumah guna meringankan batuk pada bayi, antara lain:
Meski merupakan reaksi alami tubuh, ada beberapa batuk pada bayi harus diwaspadai. Segera bawa bayi ke dokter jika batuk yang terjadi diiringi oleh gejala berikut:
Selain itu, ada pula kondisi batuk yang berbahaya dan dapat mudah menyebar, yaitu batuk rejan dan difteri. Anak berusia di bawah 5 tahun, termasuk bayi memiliki risiko tinggi untuk terkena difteri. Mengingat bahwa kasus difteri kian meningkat dan mewabah di Indonesia, maka pemberian imunisasi pada bayi dan anak-anak sangat penting untuk mencegah infeksi berat yang dapat mengancam nyawa.
Batuk pada bayi dianggap sebagai upaya tubuh dalam mengeluarkan lendir atau benda asing dari saluran pernapasan. Meski sering kali bukan pertanda buruk, orang tua harus tetap harus cermat jika bayi mengalami batuk. Apabila timbul gejala-gejala lain yang mungkin membahayakan, segera hubungi dokter atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan bantuan medis.
Source : https://www.alodokter.com/
Sensory play adalah aktivitas yang melibatkan indera bayi, termasuk indera penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa, dan sentuhan. Selain itu, sensory play jug...
pa Manfaat Daun Katuk untuk Kesuburan? Mengandung banyak nutrisi penting di dalamnya, daun katuk memberikan sejumlah manfaat bagi kesehatan di dalamnya. Namun, apakah daun katuk dapat membantu meni...
Di Indonesia, jumlah pasien yang terinfeksi virus Corona atau COVID-19 terus bertambah. Agar tingkat penyebarannya tidak semakin parah, pemerintah menyarankan masyakarat untuk tetap berada di rumah da...
Seringkali anak mengeluhkan rasa sakit pada bagian perut? Ini merupakan salah satu tanda awal terjadinya gangguan pencernaan. Berikut gejala lain dari masalah pencernaan: 1. Sakit perut berulang, y...