Menurut para ahli perkembangan anak usia dini, tahun-tahun pertama kehidupan anak merupakan waktu yang sangat penting untuk belajar. Nah, kalau Anda bingung, apa lagi yang bisa Anda lakukan untuk mens...

Kamis, 03 September 2020 | 15:31 WIB Penulis :
Bayi biasanya lebih sering buang air kecil maupun buang air besar, sehingga popok bayi harus segera diganti lebih sering. Mungkin, bayi perlu ganti popok sampai 10 kali atau lebih dalam sehari. Ini bisa jadi hal yang melelahkan bagi ibu, apalagi jika bayi memakai popok kain, pastinya cucian ibu menjadi tambah banyak.
Kemudian sekarang untuk memudahkan ibu, banyak produk popok sekali pakai (diaper) bermunculan dengan berbagai merek. Ibu hanya perlu membuang popok sekali pakai jika sudah kotor atau penuh. Popok sekali pakai ini dapat menampung buang air kecil si bayi lebih dari satu kali. Namun, dengan adanya popok sekali pakai ini terkadang ada ibu cenderung membiarkan bayinya memakai popok terlalu lama. Nah, keadaan ini justru dapat membawa pengaruh buruk pada bayi.
Memang memakai popok sekali pakai sangat memudahkan ibu, namun penggunaan popok ini justru dapat menyebabkan bayi mengalami ruam popok jika ibu malas mengganti popok. Bahkan, kadang ibu lupa sudah mengganti popok bayinya atau belum. Ibu kadang juga tidak tahu sudah berapa kali bayinya buang air besar. Ibu cenderung menunggu popoknya sampai penuh atau bahkan bocor, baru mengganti popoknya dengan yang baru.
Kebiasaan seperti ini dapat menyebabkan ruam popok pada bayi. Ruam popok dapat menyebabkan bayi menjadi tidak nyaman di bagian pantatnya. Kulit pada pantat bayi bisa menjadi perih, kemerahan, sensitif, terdapat bintik-bintik merah kecil di bagian pantat bayi, bahkan bisa menyebar ke daerah paha dan perut bayi.
Kulit bayi mengalami iritasi karena gesekan antara kulit dan popok yang terlalu lama, baik pada popok yang sudah kotor atau basah, maupun popok yang masih bersih. Sehingga, sebaiknya jangan menunggu sampai popok sudah penuh untuk menggantinya dengan yang baru. Jika dirasa pemakaian popok sudah sangat lama walaupun tidak kotor sama sekali, sebaiknya juga diganti.
Selain karena iritasi, ruam popok juga dapat disebabkan oleh infeksi. Infeksi ini terjadi ketika popok sudah penuh dengan kencing (urin) bayi tetapi tidak kunjung diganti. Urin bayi mengubah tingkat pH kulit yang memungkinkan pertumbuhan bakteri dan jamur. Pemakaian popok juga menghambat sirkulasi udara, sehingga daerah pantat bayi menjadi lembab, di mana kondisi tersebut juga mendukung perkembangan bakteri dan jamur. Berkembangnya bakteri dan jamur ini menyebabkan ruam popok pada bayi.
Bayi yang memiliki kulit sensitif juga dapat mengalami ruam popok. Bahkan bukan hanya popok saja yang dapat menyebabkan ruam pada kulitnya, penggunaan deterjen, sabun, atau tisu yang tidak cocok juga dapat menyebabkan ruam pada kulit sensitif bayi. Oleh karena itu, sebaiknya jangan sembarangan memilih produk untuk bayi, pilih produk yang tidak mengandung pengharum.
Untuk mencegah ruam popok pada bayi, Anda cukup pastikan kulit pantat bayi kering dan bersih. Satu hal lagi yang paling penting adalah rutin mengganti popok bayi, walaupun bayi tidak buang air besar atau kecil. Jangan sampai membiarkan bayi memakai popok sampai penuh atau bahkan bocor. Hal ini untuk mencegah iritasi pada kulit bayi.
Beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah ruam popok adalah:
Source : hellosehat.com
Menurut para ahli perkembangan anak usia dini, tahun-tahun pertama kehidupan anak merupakan waktu yang sangat penting untuk belajar. Nah, kalau Anda bingung, apa lagi yang bisa Anda lakukan untuk mens...
Pertumbuhan gigi anak sebenarnya dimulai dari berkembangnya gigi sulung saat bayi berada di dalam kandungan. Pada usia kehamilan sekitar 5 minggu, tunas pertama gigi sulung sudah muncul di rahang b...
Acara menyikat gigi bisa menjadi ajang bermain yang menyenangkan bagi anak. Selain karena bisa meniru tingkah laku orang dewasa, ia dapat mencicipi rasa pasta gigi yang menarik. Saking doyannya, beber...
Sejak lama, banyak orang tua yang percaya bahwa bayi demam karena sedang atau setiap tumbuh gigi. Namun, benarkah demikian? Pada beberapa anak yang sedang tumbuh gigi, memang ada yang mengalami badan...
WhatsApp ×