Kasus perundungan, baik di dunia nyata maupun maya, masih sering terjadi di kalangan anak-anak. Anak-anak yang menjadi korban bullying berisiko tinggi mengalami kecemasan, depresi, ...
Senin, 26 April 2021 | 10:32 WIB Penulis :
Setiap Ramadhan tiba, tak sedikit ada anak yang menyambutnya dengan penuh semangat. Meski anak-anak belum dianjurkan untuk berpuasa, tapi tak ada salahnya juga mengenalkan sejak dini.
Memang, hal ini bukanlah suatu yang mudah, Moms. Apalagi, jika si kecil sulit sekali dibangunkan ketika sahur. Apakah Anda mengalaminya? Ya, meski sudah beberapa kali dibangunkan, tapi sepertinya ia tak bisa melawan rasa kantuknya itu.
Kalau sudah begini, kira-kira orang tua harus bagaimana?
Menurut Psikolog Anak, Irma Gustiana, M. Psi., Psi., memang kebutuhan biologis tidur anak-anak lebih besar. Itu artinya, wajar jika anak susah bangun saat sahur. Khusus untuk puasa dan sahur, Irma memberikan beberapa tips yang dapat Anda terapkan pada si kecil di rumah.
Irma menjelaskan, sebenarnya mengenalkan makna puasa bisa dimulai pada anak usia sekitar 3-5 tahun. Di usia itu, anak-anak sudah mulai mengerti tentang konsep tidak makan dan tidak minum. Tapi sebaiknya, Anda memberikan informasi tersebut sejak jauh hari atau beberapa hari sebelum puasa Ramadhan tiba.
Jika sudah memasuki bulan puasa seperti pada saat ini, tak ada salahnya juga untuk memberikan edukasi itu lagi pada anak, tentang tidur malam harus jam berapa, bangun sahur harus jam berapa, dan kapan waktunya berbuka puasa.
Jika biasanya mungkin anak Anda tidur jam 9 malam, Anda bisa mempercepat waktunya setengah jam, misalnya. Tujuannya agar ia tak susah dibangunkan pada saat sahur. Sebab, kemungkinan besar anak akan susah bangun jika ia tidur terlalu malam.
"Jelaskan pada anak kalau bulan Ramadhan itu, kita tidurnya lebih cepat ya, nak. Karena kita nanti jam 4 mesti bangun. Kemudian, kita seting sebelum puasa untuk anak tidur lebih awal," kata founder dari Ruang Tumbuh tersebut saat dihubungi kumparanMOM.
Sebelum beranjak tidur, coba ajak anak untuk komunikasi. Buatlah perjanjian terlebih dulu dengan dirinya. Katakan padanya jika Anda akan membangunkan si kecil saat sahur. Bicarakanlah hal tersebut dengan bahasa yang sederhana sehingga mudah dimengerti anak.
Sebelum tidur, jangan lupa untuk katakan pada anak bahwa ketika sahur Anda akan memasak makanan favoritnya. Ya, cara ini dinilai ampuh agar anak semangat bangun saat sahur. Di samping itu, dalam makanan yang akan Anda masak, pastikan nutrisinya juga tetap diperhatikan, Moms.
"Jadi, harus diinformasikan lebih awal. Hal ini bisa memotivasi anak untuk bangun juga," tutup Irma.
Namun, jika dari 4 cara tersebut tak ada yang ampuh dan anak susah bangun, yang perlu diingat adalah pernah memaksakannya, ya, Moms. Apalagi jika ia masih balita yang dalam Islam belum diwajibkan untuk berpuasa.
Source: kumparan.com
Kasus perundungan, baik di dunia nyata maupun maya, masih sering terjadi di kalangan anak-anak. Anak-anak yang menjadi korban bullying berisiko tinggi mengalami kecemasan, depresi, ...
Berapa Jumlah Trombosit Normal pada Anak? Kadar trombosit pada anak dianggap normal bila berada di kisaran 150.000-300.000. Kurang dari 150.000, trombosit si kecil dianggap rendah. Kadar trombos...
Jakarta - Air putih sangat baik untuk tubuh karena dapat menjaga kadar cairan sehingga terhindar dari dehidrasi. Air putih memang sangat bermanfaat, tetapi apakah air putih bermanfaat da...
Moms, sebentar lagi sikecil akan menjadi Pemuda dan Pemudi Indonesia Loh! Tetapi mulai sekarang harus mulai ditanamkan makna dari Sumpah Pemuda sendiri. Simak artikel dibawah ini ! Belajar Berbagai...
WhatsApp ×