Saat cuaca tak menentu atau pancaroba biasanya anak cenderung lebih rentan sakit. Flu, demam, batuk, radang tenggorokan, diare bahkan demam berdarah bisa mengintai si kecil termasuk anggota keluarga l...
Selasa, 10 Mei 2022 | 16:08 WIB Penulis :
Anak membutuhkan waktu istirahat yang berkualitas untuk mendukung tumbuh-kembangnya. Namun, seringkali anak mengalami masalah tidur, antara lain diganggu mimpi buruk.
Dalam hidup, kita pasti pernah mengalami mimpi buruk. Tetapi faktanya, anak-anak cukup sering mengalaminya. Faktanya, 50 persen anak usia 3-6 tahun dan 20 persen anak usia 6-12 tahun mengalami mimpi buruk berulang, menurut American Psychiatric Association.
Lalu, apa yang dapat orangtua lakukan untuk membantu mengatasi mimpi buruk yang dialami anak?
Biarkan anak bercerita tentang mimpi buruk yang dialaminya. Tenangkan anak dengan memastikan mama ada bersama mereka. Luangkan waktu untuk membicarakan hal-hal yang menyenangkan atau cerita lucu untuk membantu anak agar lebih nyaman.
\
Jika anak terbiasa tidur dalam kegelapan, ketika ia bermimpi buruk, nyalakan lampu tidur atau simpan senter di dekatnya. Ini dapat membantu anak merasa lebih aman karena tidak disergap kegelapan total sepanjang malam.
Adegan atau karakter menakutkan dalam film atau cerita dapat memicu mimpi buruk. Saat bayangan buruk itu muncul, bicarakan perbedaan tentang mana yang nyata dan mana yang khayalan. Anak perlu tahu mengenali bahwa apa yang terjadi dalam mimpi buruk itu tidaklah nyata.
Beberapa anak mengalami stimulasi berlebihan di siang hari. Misalnya bertemu dengan banyak orang, ledakan emosi, atau setelah menjalani hari yang lebih aktif dari biasanya.
Apabila di siang hari anak mengalami stimulasi berlebihan, pastikan rutinitas sebelum tidurnya tenang. Mama bisa mengajak anak mandi air hangat, minum susu hangat, menemani sebelum tidur dengan cerita-cerita yang menyenangkan, dan sebagainya.
Ada hari-hari di mana anak sibuk dengan kegiatannya. Rasa lelah berlebihan ini dapat menyebabkan anak mengalami mimpi buruk di malam hari.
Mama bisa mengajak anak melakukan beberapa pose yoga atau memainkan musik yang menenangkan sambil bersiap pergi tidur.
Jika anak sering mengalami mimpi buruk, tertekan sebelum tidur, menunjukkan emosi yang lebih intens menjalang waktu tidur, mengompol, atau menolak melakukan aktivitas sehari-hari lainnya, kami menganjurkan mama mencari dukungan dari profesional untuk memperbaiki kualitas tidur anak.
Semoga informasi ini bermanfaat.
Source: https://www.popmama.com/
Saat cuaca tak menentu atau pancaroba biasanya anak cenderung lebih rentan sakit. Flu, demam, batuk, radang tenggorokan, diare bahkan demam berdarah bisa mengintai si kecil termasuk anggota keluarga l...
Orang tua memiliki andil yang besar dalam menjaga dan melindungi buah hatinya dari ancaman penyakit, mulai dari memberi contoh dalam menerapkan pola hidup sehat, menjaga kebersihan lingkungan, hingga ...
Mengajak balita menari atau bernyanyi di depan umum bisa jadi ajang bersenang-senang Bunda bersamanya. Tapi anak kelihatan ragu dan malu. Bagaimana caranya agar anak mau ikut seru-seruan bersama ? Ini...
Kalau mendengar kata deodorant, pasti Mama ingetnya ini produk untuk Mama dan Papa saja. Tapi tahu nggak sih Ma, kalau ada deodorant yang aman untuk anak juga lho. Yap, betul sekali Ma. Meski si Ke...
WhatsApp ×