Tiba-tiba saja pasangan Anda diundang untuk menghadiri reuni SMA. Tak masalah, kok. Anda pasti bisa menangani anak. Lagipula hanya sebentar, kan. Dan tak ada salahnya memberikan waktu me tim...
Rabu, 05 April 2023 | 13:23 WIB Penulis :
Ada berbagai jenis dokter gigi spesialis. Satu di antaranya khusus menangani masalah gigi anak, atau lebih dikenal dengan dokter gigi spesialis anak.
Memeriksakan kesehatan gigi anak memang bisa di dokter gigi mana saja. Namun, dokter spesialis gigi anak biasanya memiliki keahlian khusus dalam menangani anak-anak. Selain usia pasien, apa saja perbedaan dokter gigi biasa dengan dokter gigi spesialis anak? Mengapa juga anak sebaiknya dibawa ke dokter spesialis gigi anak bukan ke dokter gigi umum?
Tetapi jika si kecil termasuk anak yang gampang rewel ketika bertemu dokter, ada baiknya Anda mencoba untuk mengajaknya ke dokter gigi spesialis konservasi gigi anak, alias bergelar Sp.KGA. Memang, apa sih perbedaan dokter gigi biasa dengan dokter gigi spesialis anak? Mengapa juga anak sebaiknya dibawa ke dokter spesialis gigi anak bukan ke dokter gigi umum?
Dokter gigi anak juga dikenal dengan sebutan pedodontis atau pediatric dentist. Dokter gigi anak biasanya memiliki gelar Sp.KGA, yang merupakan kepanjangan spesialis konservasi gigi anak. Meski demikian, keduanya memiliki perbedaan yang mendasar, yaitu:
1. Pendidikan yang ditempuh
Perbedaan mendasar antara dokter gigi umum dan dokter gigi spesialis anak adalah lamanya pendidikan yang ditempuh. Dokter gigi spesialis anak perlu menempuh pendidikan spesialis setelah menyelesaikan sekolah kedokteran gigi umumnya.
Jadi, setelah menjalani pendidikan dokter gigi umum selama 8 semester dan kerja praktik (residensi) di Rumah Sakit Gigi dan Mulut selama kurang lebih 2 tahun, dokter gigi spesialis anak perlu menjalani pendidikan spesialis 5 semester untuk mendapat gelar Sp.KGA.
Sekolah spesialis dokter gigi anak bukan hanya membahas masalah kesehatan gigi anak, tapi juga pendekatan psikologis yang dapat dilakukan pada anak agar mereka tidak trauma untuk pergi ke dokter gigi.
2. Gelar
Dokter gigi umum memiliki titel ‘drg’ pada nama praktiknya. Sementara itu, nama praktik pada dokter gigi anak memiliki tambahan titel ‘Sp. KGA’ di belakangnya. Sp. KGA adalah gelar khusus yang menandakan bahwa ia sudah mengambil spesialis kedokteran gigi anak (KGA).
3. Pasien yang ditangani
Dokter gigi umum dapat menangani keluhan pasien dalam semua kelompok umur. Sedangkan dokter gigi anak hanya menerima pasien yang masih anak-anak atau remaja, termasuk anak berkebutuhan khusus.
4. Kompetensi
Bukan rahasia lagi jika anak-anak bisa ketakutan ketika masuk ke ruangan dokter gigi. Namun, ruang kerja klinik atau dokter gigi anak biasanya dibuat semenarik mungkin untuk menciptakan kenyamanan pada anak.
Tak hanya itu, dokter gigi spesialis anak pun sudah diajarkan tentang manajemen tingkah laku anak sehingga bisa lebih sabar menangani perilaku anak-anak yang berbeda-beda. Oleh karena itu, membawa anak ke dokter gigi anak sangat disarankan, terutama pada anak berkebutuhan khusus, seperti gangguan spektrum autisme dan down syndrome.
Dikutip dari Healthy Chlindren, semua hal yang berhubungan dengan kesehatan gigi dan mulut anak bisa diperiksakan di dokter gigi anak, misalnya:
Jika anak Anda mengalami sakit gigi, namun tidak ada dokter gigi anak di dekat tempat Anda tinggal, Anda dapat melakukan pertolongan pertama terlebih dahulu. Anda dapat memintanya berkumur dengan garam yang dilarutkan dalam air hangat dan memberikan kompres dingin ke area pipi yang bengkak (bila ada).
Anda juga dapat memberikan paracetamol untuk meredakan sakit gigi sebelum memeriksakannya ke dokter gigi anak. Bila sakit gigi anak membuatnya sangat kesakitan, Anda dapat membawa anak ke dokter gigi umum sesegera mungkin.
Tak perlu menunggu si kecil sakit gigi untuk membawanya ke dokter gigi anak. Sebagai orangtua, Anda sudah bisa memeriksakan anak ke dokter gigi setelah gigi pertamanya tumbuh atau ketika gigi anak belum tumbuh saat usianya sudah menginjak satu tahun.
Setelah itu, Anda bisa melakukan pemeriksaan rutin setiap 6 bulan untuk mencegah gigi anak berlubang maupun sakit. Meski demikian, dokter gigi anak Anda mungkin merekomendasikan pemeriksaan yang lebih rutin jika menemukan kondisi gigi anak yang membutuhkan perawatan ekstra.
Source : https://www.sehatq.com/artikel/
Tiba-tiba saja pasangan Anda diundang untuk menghadiri reuni SMA. Tak masalah, kok. Anda pasti bisa menangani anak. Lagipula hanya sebentar, kan. Dan tak ada salahnya memberikan waktu me tim...
Tahukah Millennial Parents bahwa anak-anak dengan tahun lahir 2011-2020 termasuk Generasi Alfa? Hal tersebut diungkapkan oleh McCrindle, lembaga peneliti dan ahli komunikasi di Australia. Menurut McCr...
Namun, jika anak masih terus ileran setelah usia 2 tahun, ini perlu diperhatikan karena pada usia tersebut sebagian besar anak sudah memiliki kemampuan menelan air liur dengan baik. Melansir laman ...
Cuaca panas ekstrim dapat menjadi tantangan besar bagi kesehatan anak-anak. Paparan panas berlebihan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti dehidrasi, heatstroke, ruam pan...
WhatsApp ×