Si kecil tidak menyukai babysitter atau asisten rumah tangga (ART) baru di rumah. Padahal bagi Bunda kerjanya bagus, beberapa cara berikut bisa membantu si kecil beradaptasi. 1. Perhatikan situas...
Rabu, 09 April 2025 | 17:59 WIB Penulis :
Banyak alasan orangtua melarang anaknya bermain di luar rumah.
Orangtua hanya mengizinkan anak bermain dalam rumah karena takut tertular penyakit.
Selain itu, orangtua merasa khawatir dengan keamanan saat anak sedang bermain. Orangtua juga merasa ada banyak bahaya yang mengancam anak jika bermain di luar.
Padahal, sebenarnya dengan membolehkan anak bermain di luar, orangtua juga membuat anak lebih kebal terhadap penyakit.
Bermain di luar rumah dapat membuat sistem kekebalan tubuh anak berkembang.
Tubuh anak bisa lebih mengenal segala jenis zat-zat berbahaya yang masuk ke tubuh sehingga bisa membentuk faktor pertahanan yang lebih hebat.
Selain itu, faktor bahaya yang banyak mengancam anak bisa orangtua atasi dengan mengawasi mereka saat bermain di luar rumah.
Banyak manfaat yang bisa anak dapatkan saat beraktivitas di luar rumah. Dua manfaat yang terasa adalah pertumbuhan dan perkembangan anak secara fisik dan mental.
Berikut penjelasan seputar manfaat dari bermain di luar rumah untuk kesehatan dan perkembangan anak.
Bermain di luar rumah dapat menjadi kesempatan anak untuk menerima sinar matahari.
Sinar matahari membantu meningkatkan vitamin D pada tubuh yang baik untuk pertumbuhan tulang anak.
Ini merupakan manfaat yang tidak bisa anak terima jika hanya bermain dalam rumah.
Membiarkan anak bermain dan terpapar sinar matahari selama 10—15 menit cukup memenuhi kebutuhan vitamin D untuk pertumbuhan tulang si Kecil.
Banyak aktivitas dan permainan yang bisa dilakukan anak di luar rumah. Ruang yang luas tidak membatasi anak untuk melakukan apa saja, seperti berlari, melompat, bersepeda, dan lainnya.
Secara tak sadar, ini juga merupakan kegiatan olahraga yang menyenangkan untuk anak.
Hal ini tentu dapat membuat anak lebih aktif bergerak dan meningkatkan kesehatan anak secara keseluruhan.
Alam dapat merangsang kreativitas dan imajinasi anak lebih luas, daripada hanya melihat layar.
Anak dapat berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Tidak hanya melihat, tapi juga menyentuh, mencium, dan mendengar, sehingga lebih banyak mengaktifkan indra mereka.
Hal ini dapat membuat anak berpikir lebih luas sehingga bisa menciptakan kreativitas dan meningkatkan imajinasinya.
Bermain di luar rumah, apalagi dengan teman, dapat menciptakan tantangan tersendiri untuk anak.
Anak menghadapi masalah yang nyata daripada hanya memecahkan masalah lewat video game. Hal ini dapat melatih anak berpikir untuk memecahkan masalah mereka sendiri.
Dengan begitu, anak akan terbiasa untuk menyelesaikan masalahnya sendiri dan menjadi lebih mandiri.
Berinteraksi dengan dunia luar, seperti bermain bersama teman bermainnya, dapat membangun kepercayaan diri anak secara perlahan.
Anak butuh keberanian dan kepercayaan diri yang kuat untuk bertemu dan berinteraksi dan mengenal lingkungan baru.
Ini alasannya bermain di luar bersama teman juga dapat melatih kepercayaan diri anak.
Lingkungan perkotaan memaksa warganya untuk mengabaikan gangguan yang tubuh rasakan dan menguras otak.
Sementara itu, lingkungan alam dengan udara terbuka membuat perasaan lebih tenang dan senang.
Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga bisa merasa stres, apalagi kalau terlalu sering bermain dalam ruangan dan jarang main di luar rumah.
Anak butuh menjelajahi tempat lain dan bermain bersama temannya untuk meningkatkan perkembangan emosional serta sosialnya.
Mom dan Dad bisa menyiapkan berbagai aktivitas yang bisa anak-anak lakukan saat bermain di luar rumah.
Tidak perlu yang sulit-sulit, ada berbagai permainan sederhana yang bisa dilakukan anak di luar rumah. Berikut beberapa contohnya berdasarkan usia anak.
Beberapa aktivitas bermain di luar rumah ini bisa mengasah sensorik bayi dan motorik anak bayi usia kurang dari 1 tahun, yakni:
Untuk balita usia 1—5 tahun, mereka sudah senang menjelajahi banyak tempat. Beberapa permainan anak yang bisa orangtua coba berikan di luar rumah, yaitu:
Sementara itu, bagi anak usia sekolah (6—9 tahun), jenis permainannya bisa yang mengasah kreativitas, misalnya:
Bahkan, bila dirasa cukup aman, bermain di saat hujan juga bisa menjadi pilihan permainan yang dilakukan di luar rumah karena ada manfaat anak hujan-hujanan yang bisa diperoleh.
Source : hellosehat.com
Si kecil tidak menyukai babysitter atau asisten rumah tangga (ART) baru di rumah. Padahal bagi Bunda kerjanya bagus, beberapa cara berikut bisa membantu si kecil beradaptasi. 1. Perhatikan situas...
Penanganan pada penderita amenorrhea Mengutip laman familydoctor, pilihan pengobatan untuk amenorrhea bervariasi berdasarkan penyebabnya. Misalnya, dengan bantuan terapi hormon sehingga h...
Khasiat madu untuk kesehatan memang tidak diragukan lagi. Terdapat banyak manfaat yang bisa dirasakan jika rutin mengkonsumsinya, apalagi bagi anak-anak yang masih tahap mengeksplor diri dan...
1. Beri contoh lewat kegiatan Bunda sehari-hari. Seperti selalu mengatakan "tolong" ketika menyuruh dia mengambil sesuatu dan mengucapkan "terima kasih" sesudahnya." Biasakan ...
WhatsApp ×