Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati Tipes pada Anak

Selasa, 03 Juni 2025 | 17:32 WIB Penulis :


Bagi Moms and Dads yang memiliki anak, wajib untuk mewaspadai penyakit tipes. Alasannya karena anak-anak lebih rentan terkena penyakit ini dibandingkan orang dewasa. Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan di daerah kumuh di Jakarta, diperkirakan terdapat kasus tipes sebesar 148.7 per 100.000 penduduk per tahun pada rentang usia 2 – 4 tahun, 180.3 pada rentang usia 5–15 tahun dan 51.2 pada usia diatas 16 tahun.

Nah, untuk meningkatkan kewaspadaan,Moms and Dads perlu untuk mengenal lebih jauh penyakit tipes sehingga dapat melakukan pencegahan dan penanganan jika si kecil terkena tips. Tanpa panjang lebar lagi, mari kita bahas gejala, penyebab dan cara mengobati tipes satu per satu.

 

Gejala Tipes pada Anak

Gejala tipes pada umumnya akan terlihat paling cepat 1 minggu setelah si kecil terinfeksi. Cirinya akan dimulai dengan demam tinggi berkisar 39 hingga 40 derajat celcius, menggigil dan disertai sekian gejala berikut ini:

  • Sakit kepala
  • Kehilangan nafsu makan
  • Kelelahan
  • Muncul ruam berupa bintik bintik merah di sekitar dada dan perut anak
  • Sakit perut
  • Diare
  • Linglung

 

Penyebab Tipes pada Anak

Demam tifoid atau tipes adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi. Penyakit ini biasanya menyebar melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri Salmonella typhi, baik dari feses atau urin orang yang terinfeksi.

Anak-anak dapat terinfeksi oleh bakteri ini dengan cara yang sama seperti orang dewasa. Namun, anak-anak memiliki risiko yang lebih tinggi karena sistem kekebalan tubuh mereka yang masih berkembang dan kurangnya kesadaran dalam menjaga kebersihan. Anak-anak yang tinggal di daerah dengan sanitasi yang buruk atau akses yang terbatas ke air bersih berisiko lebih tinggi untuk terkena penyakit ini.

Berikut ini adalah penjelasan lebih lanjut bagaimana anak-anak dapat terjangkit penyakit tipes:

1. Mengkonsumsi Minuman dan Makanan yang Terkontaminasi

Si kecil dapat terinfeksi Salmonella dari minuman dan makanan yang telah terkontaminasi bakteri. Biasanya, makanan dan minuman tersebut mengandung bakteri karena seseorang yang merupakan carrier atau pembawa penyakit menyentuh makanan dan minuman tersebut. Selain itu, makan kerang dari tempat yang terkontaminasi oleh limbah dapat menyebabkan infeksi dari berbagai bakteri, salah satunya bakteri Salmonella typhi.

 

2. Melakukan Kontak dengan Feses yang Terkontaminasi Bakteri

Anak juga dapat tertular tipes karena menyentuh feses yang telah terkontaminasi bakteri Salmonella.

 

3. Melakukan Kontak dengan Carrier

Orang dewasa dan anak-anak dapat menjadi carrier atau pembawa penyakit meski mereka tidak merasa sakit. Si kecil dapat terinfeksi jika melakukan kontak dengan carrier.

 

Cara Mencegah Tipes pada Anak

Penyakit tipes pada anak erat kaitannya dengan kebersihan dan kebiasaan hidup sehat. Berikut ini adalah sejumlah cara mencegah penularan tipes pada anak:

  • Pastikan si kecil selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah buang air kecil dan buang air besar.
  • Jangan berbagi handuk atau tissue dengan orang lain.
  • Buang tissue bekas pakai dari toilet setelah pemakaian ke tempat sampah.
  • Cuci handuk tangan secara rutin menggunakan deterjen.
  • Cuci pakaian si kecil secara rutin menggunakan deterjen.
  • Pastikan si kecil minum air bersih dan matang.
  • Pastikan kebersihan makanan si kecil.
  • Saat berpergian dan tidak yakin akan kualitas air, gunakan air dalam kemasan.
  • Berikan vaksin tifoid, dapat dilakukan pada usia 2 - 18 tahun

 

Bagaimana Cara Mengobati Tipes pada Anak?

Tipes bisa diobati menggunakan antibiotik. Jika si kecil menunjukan sekian gejala di atas, segera bawa dia ke dokter anak. Pastikan si kecil meminum semua antibiotik yang diberikan dan jangan hentikan pengobatan meski mereka merasa terlihat membaik.

Jika gejala demam tifoid yang dialami anak Anda tidak terlalu parah, mereka bisa pulih di rumah, tapi jika gejalanya semakin parah seperti muntah-muntah, diare akut atau perut yang membengkak, maka si kecil membutuhkan perawatan lebih lanjut di rumah sakit.

Source : tentanganak.com

Artikel Lainnya

Balita usia 1-2 tahun sudah mampu mengucapkan kata-kata sederhana, namun sering tidak jelas sehingga membuat Bunda kebingungan apa yang ia mau. Ini yang sebaiknya Bunda lakukan untuk mengatasinya. ...

Warna-warna kuteks atau cat kuku yang begitu cerah memang bisa menarik keinginan anak untuk mencobanya. Hal ini mungkin membuat Bunda bertanya-tanya, apakah aman jika anak menggunakan kuteks? Untuk me...

Mengasuh anak usia dini merupakan salah satu tugas yang paling menantang dan penting bagi orangtua. Pada periode ini, anak-anak berada dalam fase perkembangan yang sangat pesat, baik dari segi fisik, ...

1. Beri contoh lewat kegiatan Bunda sehari-hari. Seperti selalu mengatakan "tolong" ketika menyuruh dia mengambil sesuatu dan mengucapkan "terima kasih" sesudahnya." Biasakan ...

WhatsApp ×
Hai Mom, kami siap membantu anda ..
Kami Online
Senin - Jumat : 08:00 - 17:00 WIB
Minggu & Hari Besar kami LIBUR
Jika ada pertanyaan silahkan menghubungi kami 🤗
......................................................