Kok anak saya suka warna pink yah.. Padahal dia anak laki-laki, hal ini wajar atau tidak ya ?? Sebenarnya Bunda tidak perlu khawatir dengan kesukaaan si kecil terhadap warna pink. Kesukaan akan war...
Senin, 09 Maret 2026 | 10:31 WIB Penulis :
Campak merupakan penyakit pernapasan yang disebabkan oleh infeksi virus Morbillivirus. Penyakit ini sangat menular, terutama pada anak-anak yang belum mendapat vaksin campak, memiliki sistem imun yang lemah, atau kekurangan vitamin A.
Oleh karena itu, gejala campak pada anak perlu diketahui dan ditemukan seawal mungkin agar bisa segera diobati, sehingga tidak sampai menyebabkan komplikasi. Ini juga penting jika di rumah ada anak lain atau ibu hamil yang belum mendapatkan vaksin campak, agar penularannya dapat dicegah.
Gejala campak pada anak biasanya muncul 10–12 hari setelah terinfeksi virus. Gejala awalnya sangat mirip dengan gejala flu, seperti:
Setelah 2–3 hari, anak yang menderita campak dapat mengalami gejala lain, seperti:
Infeksi virus campak terjadi secara bertahap dan berlangsung selama 14–21 hari. Berikut ini adalah tahapan munculnya gejala campak pada anak:
Tahap 1: Infeksi dan inkubasi
Tahapan ini terjadi selama 10–14 hari pertama setelah terpapar. Virus akan menyebar di dalam tubuh, tetapi belum menimbulkan gejala campak apa pun pada anak.
Tahap 2: Gejala awal
Tahap ini terjadi 2–3 hari setelah tahap pertama yang ditunjukkan dengan demam ringan hingga sedang. Anak juga biasanya akan mengalami batuk, pilek, mata merah (konjungtivitis), dan sakit tenggorokan.
Tahap 3: Gejala ruam dan bintik
Pada hari ke-3 atau ke-4, muncul gejala berupa ruam dan bintik-bintik. Ruam mungkin terlihat merah pada kulit terang dan abu-abu atau ungu pada kulit sawo matang. Selain berwarna kemerahan, bintik campak juga terasa gatal.
Ruam dan bintik-bintik ini biasanya menyebar dari belakang telinga, lalu ke wajah, perut, lengan, hingga kaki. Pada saat yang sama, demam dapat meningkat hingga 40o C.
Tahap 4: Pemulihan
Ruam dan bintik-bintik berlangsung selama 7 hari. Setelah itu, ruam akan meninggalkan bekas berwarna kecokelatan dan kulit mengelupas. Setelah itu, kulit anak biasanya akan tampak bersih kembali.
Campak pada anak sebenarnya dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, obat campak bisa diberikan untuk meredakan gejalanya. Ada beberapa perawatan yang dapat dilakukan untuk menangani gejala campak pada anak, yaitu:
Apabila Si Kecil menunjukkan gejala campak, biarkan ia beristirahat di rumah dan jangan dulu pergi ke sekolah hingga setidaknya 4 hari setelah ruam muncul. Batasi juga interaksinya dengan anak lain, ibu hamil, dan orang yang rentan terhadap campak.
Gejala campak pada anak biasanya ringan dan bisa sembuh sendiri hanya dengan perawatan di rumah. Namun, anak yang belum mendapat vaksin campak, kekurangan vitamin A, atau memiliki imun yang lemah, misalnya karena sedang menggunakan obat imunosupresan atau menjalani kemoterapi, lebih berisiko mengalami gejala berat dan komplikasi akibat campak.
Apabila gejala campak pada anak tidak membaik dengan perawatan di rumah atau muncul gejala yang berat, seperti demam tinggi, kejang, atau sesak napas, segeralah bawa anak ke dokter untuk mendapatkan penanganan.
Source : Alodokter
Kok anak saya suka warna pink yah.. Padahal dia anak laki-laki, hal ini wajar atau tidak ya ?? Sebenarnya Bunda tidak perlu khawatir dengan kesukaaan si kecil terhadap warna pink. Kesukaan akan war...
Dalam masa pertumbuhan anak, penting bagi para orang tua untuk mengetahui cara menjaga kesehatan mata anak. Dimulai dari hal yang sederhana, Anda dapat membantu anak Anda memiliki mata yang sehat...
Mengasuh anak usia dini merupakan salah satu tugas yang paling menantang dan penting bagi orangtua. Pada periode ini, anak-anak berada dalam fase perkembangan yang sangat pesat, baik dari segi fisik, ...
Anak membutuhkan waktu istirahat yang berkualitas untuk mendukung tumbuh-kembangnya. Namun, seringkali anak mengalami masalah tidur, antara lain diganggu mimpi buruk. Dalam hidup, kita pasti pernah...
WhatsApp ×