7 Makanan Super untuk Tingkatkan Kecerdasan Anak

Rabu, 28 Maret 2018 | 08:59 WIB Penulis : Erni Wulandari


Lemak merupakan komponen utama dalam membentuk sel-sel di dalam otak. Tapi, bukan berarti dia hanya membutuhkan makanan sumber lemak untuk membuatnya cerdas. Asupan zat gizi mikro juga sangat penting, seperti vitamin dan mineral, karena membantu meningkatkan konsentrasi dan daya ingat.

Berikut ini aneka zat gizi mikro yang bermanfaat untuk otak anak.

1. DHA (Docosahexaenoic Acid)
DHA merupakan salah satu bentuk turunan dari asam lemak omega 3 dan merupakan komponen utama dalam pembentukan otak. DHA dapat diproduksi sendiri oleh tubuh berkat asupan makanan sumber asam lemak omega 3. Namun, produksi DHA yang dihasilkan sendiri oleh tubuh tidak begitu efisien, sehingga perlu ditambah dari makanan sumber DHA. Dalam hal perkembangan otak, DHA antara lain membantu pembentukan jaringan saraf, perkembangan sensori, kognitif, dan sistem saraf motorik selama masa pertumbuhan otak.

Temukan di…
Beberapa jenis ikan yang mengandung lemak, seperti ikan salmon, sarden dan ikan kembung. Dapat ditemukan juga pada bayam dan susu. Kebutuhan DHA untuk anak adalah 20 mg/kg berat badan. Jika berat badan si kecil 10 kg, maka ia membutuhkan sekitar 200 mg DHA per hari. Untuk memenuhi kebutuhannya, pastikan si kecil mengonsumsi makanan sumber DHA di atas, ditambah 1-2 gelas susu.
 
2. LA (Linoleic Acid) dan ALA (Alpha Linolenic Acid)
LA, atau lebih dikenal sebagai asam lemak omega-6, merupakan asam lemak tak jenuh yang dapat membantu tubuh membentuk asam amino, pengantar saraf di dalam otak. Sedangkan ALA, atau asam lemak omega-3, dapat membantu mencegah rusaknya  membran sel di dalam otak.
 
Temukan di…
Sumber LA terbanyak ada pada minyak nabati. Sedangkan ALA bisa ditemukan di daun-daunan, minyak biji-bijian, dan minyak ikan (terutama ikan yang hidup di perairan dalam dan dingin).

3. Kolin
Kolin disebut juga lesitin. Kolin merupakan zat gizi penting untuk meningkatkan fungsi memori otak dan berperan dalam pembentukan membran sel untuk penyampaian sinyal di dalam sistem saraf. Fungsi kolin meningkatkan ukuran dan jumlah neuron (sel otak) yang membuat anak-anak lebih mudah belajar dan membantunya mempertahankan apa yang ia pelajari.

Temukan di...
Susu, telur, hati, kacang kedelai, havermout, kembang kol, kol dan kacang tanah. Kebutuhan anak-anak akan kolin 200-375 mg per hari. Kandungan kolin dalam 1 butir telur berukuran besar adalah 126 mg, atau bisa memenuhi separuh kebutuhan kolin anak.
 
4. Zat Besi
Zat besi dapat membantu anak untuk terus berenergi dan berkonsentrasi saat belajar atau bermain. Kadar zat besi dalam darah akan meningkat selama pertumbuhan hingga dewasa. Kekurangan zat besi pada otak di masa pertumbuhan tidak dapat tergantikan setelah dewasa. Kekurangan zat besi ini bisa berdampak negatif terhadap otak, terutama terhadap fungsi sistem neurotransmiter atau pengantar saraf. Akibatnya, daya konsentrasi, daya ingat, dan kemampuan belajar bisa terganggu. Dengan zat besi, daya konsentrasi meningkat.

Temukan di…
Daging sapi, ayam, sayuran hijau dan serealia. Pada anak usia 1-9 tahun, dibutuhkan 8-10 m zat besi dalam 2 porsi daging atau 100 gram daging sapi adalah 4,05 mg, sehingga bisa memenuhi separuh kebutuhan zat besi anak.

5. Seng
Konsentrasi seng dalam otak terbanyak ditemukan pada neuron yang dapat mengontrol fungsi belajar dan daya ingat. Sehingga seng sangat baik dalam membantu memelihara daya ingat anak ketika belajar dan bermain.
 
Temukan di…
Daging, hati, kerang, telur, serealia dan kacang-kacangan.
 
6. Yodium
Jumlah yodium di dalam tubuh sangat sedikit, kurang lebih 0,00004% dari berat badan anak. Sedangkan kebutuhan hariannya sekitar 90-120 mcg. Sebagian besar yodium ada di dalam kelenjar tiroid, yang digunakan untuk membentuk hormon tiroksin. Hormon ini dibutuhkan dalam proses pertumbuhan anak, perkembangan fisik, mengatur suhu tubuh, pembentukan sel darah merah, fungsi otot dan saraf. Kekurangan yodium bisa menyebabkan menurunnya kemampuan belajar anak.
 
Temukan di…
Beberapa jenis ikan, udang dan kerang.
 
7. Vitamin B6 dan B12
Vitamin B6 dapat membantu meningkatkan memori dan kemampuan otak dalam memproses informasi pada tingkat yang lebih cepat. Sedangkan vitamin B12 terbukti dapat memperbaiki serat saraf otak dan menjaga kadar homocysteine dalam darah pada tingkat yang sehat.
 
Temukan di…
Makanan sumber vitamin B6 bisa Anda temui pada ikan tuna dan telur, sedangkan makanan sumber vitamin B12 bisa ditemukan pada daging sapi, hati, ikan dan kerang.

 

Sumber : parenting.co.id

Artikel Lainnya

Perkembangan anak 24 bulan: Fisik dan gerakan Sama seperti usia-usia sebelumnya, Mom tetap harus memantau berat dan tinggi badan anak. Pastikan ukurannya sesuai dengan standar dari Badan Kesehatan ...

Hujan saat liburan memang seringkali menggagalkan rencana Bunda dan keluarga untuk jalan-jalan. Jangan khawatir, siasati kondisi seperti ini dengan kreatif menciptakan berbagai permainan seru yang mud...

Saat anak-anak belajar makan sendiri, hal itu adalah salah satu tahapan penting dalam milestone-nya. Mengapa? Tentunya karena banyak alasan ya, Mamas. Pertama, anak-anak belajar makan secara m...

Di era dengan akses internet yang cukup mudah seperti ini,  tantangan sebagai orangtua semakin bertambah banyak. Apa yang menjadi tantangan bagi orangtua milenial? Psikolog Anak dan ...

WhatsApp ×
Hai Mom, kami siap membantu anda ..
Kami Online
Senin - Jumat : 08:00 - 17:00 WIB
Minggu & Hari Besar kami LIBUR
Jika ada pertanyaan silahkan menghubungi kami 🤗
......................................................