Keracunan makanan bisa terjadi pada siapa saja, termasuk anak-anak. Biasanya, keracunan makanan pada anak dialami oleh anak yang berusia di bawah 5 tahun (balita). Hal ini terjadi karena sistem p...
Senin, 18 Mei 2020 | 09:29 WIB Penulis :
Rambut tebal, lebat, dan keriting membutuhkan perawatan khusus, karena tekstur rambut keriting cenderung rentan terhadap kerusakan.
Tapi harus diperhatikan kalau penanganan dalam merawat rambut keriting anak-anak dan orang dewasa itu berbeda, mengingat kulit kepala anak yang masih sangat sensitif dengan berbagai produk perawatan rambut.
Berikut beberapa saran untuk Mom dalam merawat rambut keriting si Kecil. Ingat Mom, perlakukan dengan lembut ya!
Rambut lurus sering sekali keramas untuk menghilangkan kelebihan minyak.
Namun, untuk jenis rambut keriting justru cenderung kering dan tidak terlalu berminyak.
Bersihkan rambut keriting si Kecil hanya dua kali seminggu dengan menggunakan sampo bayi yang lembut.
Keramas terlalu berlebihan pada rambut keriting justru bisa menghilangkan minyak alami dari kulit kepala dan membuat rambut keriting semakin kering dan rapuh.
Saat keramas, sebaiknya gunakan air dingin untuk membasahi rambut keriting.
Saat selesai keramas, disarankan untuk mengeringkan rambut dengan handuk sebentar saja.
Selanjutnya, biarkan rambut keriting kering secara alami.
Sisir menggunakan jari Mom, sedikit demi sedikit pisahkan rambut keritingnya yang mengumpul agar setelah kering dan ingin disisir rambut si Kecil tidak kusut.
Rambut keriting perlu dipangkas lebih sering dibandingkan rambut lurus karena rambut keriting lebih cepat kering, terutama di ujung rambutnya yang sangat mudah pecah karena kusut.
Namun, tak sedikit Mom khawatir kalau terus menerus memotong rambutnya, rambut si Kecil akan sulit tumbuh.
Sebaliknya Ma, rambut keriting ternyata sangat cepat tumbuh kembali lho.
Source: Popmama.com
Keracunan makanan bisa terjadi pada siapa saja, termasuk anak-anak. Biasanya, keracunan makanan pada anak dialami oleh anak yang berusia di bawah 5 tahun (balita). Hal ini terjadi karena sistem p...
Tahun lalu, pemerintah telah menggelar vaksinasi MR untuk anak-anak usia 9 bulan hingga 15 tahun di seluruh Pulau Jawa. Kini giliran Pulau Sumatera, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, Bali, Maluku dan P...
Belajar menulis memang bukanlah hal yang mudah, sama seperti belajar membaca. Namun, kemampuan menulis sangat menunjang kegiatan belajar balita di sekolah, lho, Ma. Menurut Jan. Z Olsen, pencetus prog...
Pada setiap kehamilan, ibu nyatanya memiliki banyak kesempatan untuk melahirkan anak dengan wajah yang berbeda setiap anaknya. Hal ini terjadi karena adanya pengkombinasian gen di setiap kehamilan. Ti...
WhatsApp ×