Naluri seorang Mama sudah pasti ingin melindungi anak dari berbagai hal berbahaya. Tapi yang namanya hal tak terduga pasti pernah terjadi, terutama soal kesehatan anak. Salah satu hal tak terduga y...
Jumat, 10 Juli 2020 | 10:41 WIB Penulis :
Di Indonesia, tiap bayi di bawah umur satu tahun wajib melengkapi lima jenis imunisasi dasar. Idealnya, tidak boleh ada bayi yang tidak diimunisasi.
Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Indonesia tentang penyelenggaraan imunisasi, lima imunisasi wajib ini adalah vaksin hepatitis B, vaksin polio, vaksin TBC (BCG), vaksin campak (MR), dan vaksin kombinasi (pentavalen DPT-HB-HiB).
Masing-masing kelima vaksin ini berguna mencegah anak terkena penyakit polio, campak, tuberkulosis (TBC), difteri, pertusis atau batuk rejan, tetanus, dan hepatitis B.
Selain imunisasi yang sifatnya wajib, ada juga yang berupa vaksinasi tambahan yang dapat diberikan sesuai kebutuhan dalam rangka melindungi diri dari penyakit tertentu.
Jadwal imunisasi tambahan juga dapat disesuaikan dengan usia dan kebutuhan Anda serta si kecil. Berikut ini beberapa daftar imunisasi tambahan yang juga dianjurkan untuk didapatkan anak maupun orang dewasa:
Vaksin ini diberikan untuk mencegah campak dan campak Jerman (rubella) pada bayi yang tidak diimunisasi. Imunisasi MR dapat diberikan untuk semua anak usia 9 bulan sampai dengan usia kurang dari 15 tahun.
Jika anak sudah mendapatkan imunisasi campak pada usia 9 bulan, pemberian imunisasi MR dilakukan pada usia 15 bulan (minimal jarak pemberian 6 bulan). Pemberian imunisasi MR kedua (booster) dilakukan saat anak berusia 5 tahun. Perlu diketahui juga efek samping vaksin MR pada anak yang tidak berbahaya.
Vaksin PCV dapat diberikan pada anak usia 7-12 bulan sebanyak 3 kali dengan interval 2 bulan yaitu pada bulan ke-2, 4 dan 6. Bila diberikan pada anak usia di atas 2 tahun, PCV cukup diberikan sebanyak 1 kali.
Vaksin ini berfungsi untuk melindungi tubuh dari bakteri pneumokokus. Bila bayi tidak diimunisasi PCV, bisa menyebabkan pneumonia, meningitis, dan infeksi telinga.
Vaksin Hepatitis A, dapat mulai diberikan saat anak berusia 2 tahun. Berikan sebanyak 2 kali dengan interval 6-12 bulan. Hepatitis A merupakan kondisi peradangan pada organ hati yang ditularkan melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi feses penderita. Bayi yang tidak diimunisasi hepatitis A bisa mengalami peradangan pada hati.
Vaksin varisela alias vaksin cacar air diberikan setelah anak berusia 12 bulan. Paling baik diberikan sebelum anak masuk sekolah dasar. Cacar air salah satu penyakit yang sering dialami oleh anak-anak dan penularannya sangat cepat. Inilah yang membuat anak-anak dan orang dewasa membutuhkan vaksin varisela.
Vaksin influenza diberikan pada anak minimal usia 6 bulan, dan diulang setiap tahun. Meski influenza adalah penyakit yang sangat umum, tapi dengan pemberian vaksin bisa mengurangi kemungkinan anak menderita influenza sampai tahap yang sangat parah.
Vaksin HPV (human papiloma virus) dapat mulai diberikan saat anak berusia 10 tahun. Vaksin ini melindungi tubuh dari human papiloma virus yang dapat menyebabkan kanker mulut rahim.
Imunisasi wajib dan tambahan harus diberikan sesuai jadwal imunisasi yang telah ditetapkan dalam Pedoman Penyelenggaraan Imunisasi (PPI).
Mendapatkan imunisasi juga diberikan secara cuma-cuma, alias gratis. Caranya pun mudah. Cukup datang ke pusat layanan kesehatan naungan pemerintah, misalnya rumah sakit daerah, posyandu, dan puskesmas.
Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.
Source : hellosehat.com
Naluri seorang Mama sudah pasti ingin melindungi anak dari berbagai hal berbahaya. Tapi yang namanya hal tak terduga pasti pernah terjadi, terutama soal kesehatan anak. Salah satu hal tak terduga y...
Orang tua mungkin berpikir bahwa dengan mengajarkan anak berbagi mainan, maka Anda akan menanamkan nilai-nilai kebaikan, kebersamaan, solidaritas, atau kedermawanan pada si kecil. Sekalipun tujuan ...
Bermain merupakan rutinitas yang menyenangkan yang ternyata dapat menjadi media edukasi bagi anak. Namun, kadang kala anak suka merasa merasa bosan dengan mainan yang dia punya. Nah, untuk Moms yang t...