Mengutip Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), shaken baby syndrome atau SBS merupakan cedera yang terjadi pada bayi akibat guncangan yang terlalu keras saat mengayun. Menurut IDAI, bebera...

Kamis, 07 Oktober 2021 | 16:27 WIB Penulis :
Bagi Moms yang baru memiliki bayi, Anda mungkin merasa bingung dan cemas saat melihat bruntusan di kulit Si Kecil. Ya, masalah kulit bayi memang merupakan keluhan yang umum buat ibu baru dan tak jarang membuat mereka jadi panik.
Merawat kulit bayi memang bukan perkara mudah, apalagi jika buah hati Anda ternyata memiliki kulit yang sangat sensitif. Bruntusan sendiri sering terjadi pada bayi baru lahir karena kulit Si Kecil yang masih sensitif. Umumnya, bruntusan tidak berbahaya namun bisa membuat bayi Anda jadi tidak nyaman.
Bruntusan pada bayi muncul disebabkan 2 hal, yakni kondisi hormon pada bayi yang masih belum seimbang, karena masih membawa hormon ibu, dan karena adanya penyumbatan di pori-pori kelenjar keringat di bawah kulit bayi. Ya, kelenjar keringat pada bayi baru lahir belum berkembang dengan sempurna membuat Si Kecil belum bisa mengontrol produksi keringat yang keluar.
Biasanya, bruntusan pada bayi terlihat di area lipatan, seperti di leher, ketiak, paha, punggung, dan dada. Kondisi ini bisa semakin parah saat cuaca panas yang membuat bayi jadi lebih mudah berkeringat.
Untuk mencegah dan mengurangi gejala bruntusan pada kulit Si Kecil, Moms bisa melakukan beberapa hal berikut ini:
• Selalu menjaga dan merawat kebersihan kulit bayi Anda.
• Kenakan Si Kecil pakaian yang mudah menyerap keringat.
• Hindari Si Kecil dari paparan udara yang panas dan lembap.
• Jangan memandikan Si Kecil berlebihan. Terlalu sering memandikan bayi akan membuat kulitnya menjadi kering. Usai mandi keringkan tubuhnya dengan handuk yang lembut.
• Gunakan losion untuk membantu menjaga kelembapan kulit bayi.
• Pilih produk yang dikhususkan untuk bayi karena kulit Si Kecil yang masih sangat sensitif. Pastikan juga produk terbuat dari bahan-bahan alami.
Sebenarnya, bruntusan pada bayi akan lenyap dengan sendirinya seiring bertambahnya usia Si Kecil. Biasanya, bruntusan akan hilang setelah ia berusia 3 bulan. Namun, jika bruntusan tetap ada di kulit Si Kecil setelah ia berusia 3 bulan, atau bruntusan semakin parah dan membuat bayi jadi rewel karena tidak nyaman, Moms harus segera membawa Si Kecil ke dokter agar bisa mendapatkan penanganan lebih lanjut. Jangan sembarang mengoleskan krim untuk mengobati bruntusan di kulit bayi tanpa konsultasi dengan dokter ya, Moms.
Source : https://motherandbeyond.id/
Mengutip Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), shaken baby syndrome atau SBS merupakan cedera yang terjadi pada bayi akibat guncangan yang terlalu keras saat mengayun. Menurut IDAI, bebera...
Salah satu hal yang sering kali mencemaskan para ibu menyusui adalah jika ASI yang dikeluarkan terlihat encer. Pasalnya, ada yang mengatakan bahwa ASI yang encer berarti kurang bernutrisi, sementara a...
Bagi seorang wanita yang sedang mengandung akan mengalami perubahan tubuh pada dada, perut dan pinggul yang semakin membesar seiring dengan bertambahnya usia kandungan. Akan tetapi pada saat setelah m...
Karena alasan tertentu, misalnya finansial, maka ibu harus bekerja setelah ia punya anak. Kadang kala, perasaan bersalah pun muncul di benak ibu karena merasa ia tak bisa mengikuti tumbuh kembang buah...
WhatsApp ×