"Banyak mitos yang mengatakan bahwa ibu hamil tidak boleh makan buah nanas. Padahal banyak nutrisi dan manfaat yang ditawarkan buah ini untuk bumil. Hal yang perlu ditegaskan, bumil perlu bijak k...
Kamis, 05 Januari 2023 | 16:44 WIB Penulis :
Siapa nih yang anaknya sudah mulai MPASI? Pasti bingung kan, kenapa setiap makanan dalam menu MPASI harus diberi lemak tambahan? Lalu sebenarnya apa sih manfaat dari lemak tambahan ini? Apa saja macam lemak tambahan? Lemak tambahan mana yang terbaik? Bagaimana cara menyajikannya? Takaran yang paling pas seberapa ya?
Sebenarnya pertanyaan-pertanyaan tersebut yang mewakili saya di awal MPASI anak saya kemarin. Karena ini juga merupakan hal yang baru di kehidupan saya. Sempat saya cari tahu dan bertanya ke Dokter Spesialis Anak saya, ternyata lemak tambahan itu banyak banget loh Moms macamnya dan tidak harus pakai EVOO atau ELOO saja.
Nah lemak tambahan ini mempunyai peran penting dalam MPASI Moms
Menambah nilai kalori makanan (bahkan bisa untuk membantu boost BB)
Sebagai pelarut vitamin A, D, E dan K
Penambah rasa gurih alami makanan serta
Membantu melancarkan pencernaan
Cara menyajikan lemak tambahan ini bisa langsung ditambahkan ke menu MPASI nya saat sebelum dihidangkan atau setelah makanan siap bisa juga setelah MPASI nya disaring dan bisa juga untuk menumis. Akan tetapi, Cara terbaik menyajikan lemak tambahan adalah dengan tidak melalui proses pemanasan agar tubuh mendapat manfaat lemak baiknya secara optimal. Khusus untuk buah tidak perlu lemak tambahan ya Moms.
Macam–macam Lemak Tambahan
<ul>
Minyak canola
Minyak biji sunflower
Minyak kelapa sawit (bimoli, filma, sania atau merk lainnya)
Minyak kelapa (barco, ikan dorang, atau bisa menggunakan merk lainnya termasuk VCO)
Minyak jagung
Minyak kedelai
Minyak zaitun (EVOO maupun ELOO dengan berbagai merk seperti: Borges, Bertolli, Filippo, Casa de Oliva dan lain-lain)
Mentega (unsalted atau salted dengan berbagai merk: anchor, orchid, elle vire dan lain-lain)
Margarin (blueband, filma ataupun merk lainnya)
Santan, parutan kelapa diperas dengan air hangat, kemudian perasan pertama yang diberikan sebagai lemak tambahan, tidak perlu dimasak.
Dari bermacam lemak tambahan tersebut, semuanya baik dan boleh digunakan. Saran saya gunakan yang mudah dan murah didapat atau yang biasanya menjadi konsumsi sehari-hari di rumah dan bisa Moms variasikan setiap harinya. Misalnya makan pagi minyak jagung makan sorenya minyak kedelai. Jadi tidak monoton yang itu-itu saja. Untuk takarannya biasanya saya menambahkan ½ sampai 1 sdt lemak tambahan per porsi makan. Tetapi jika saya memasaknya dengan cara menumis, saya sudah tidak berikan lagi lemak tambahannya.
Seperti margarin biasanya kan komposisi bahannya terdapat garam, jadi saya maksimal pakai margarin sebagai lemak tambahan hanya 2 kali selama 1 minggu ini berlaku untuk anak usia di bawah 1 tahun ya Moms. Karena untuk anak usia di bawah 1 tahun sebaiknya pemberian garam seminimal mungkin.
Semoga bermanfaat.
By: Paramitha Dwi wulandari
Copyright by Babyologist
Source : https://kumparan.com/
"Banyak mitos yang mengatakan bahwa ibu hamil tidak boleh makan buah nanas. Padahal banyak nutrisi dan manfaat yang ditawarkan buah ini untuk bumil. Hal yang perlu ditegaskan, bumil perlu bijak k...
Tidak usah heran jika seorang ibu hanya punya waktu untuk dirinya sendiri, alias me time, amat terbatas. Bayangkan, waktu 24 jam yang dia miliki, digunakan untuk melakukan banyak hal. Selain mengurus ...
Perkembangan bayi baru lahir bukan cuma berat atau panjangnya. Bayi mulai memiliki refleks normal sesuai tahap usianya, Mom. Tapi, refleks ini enggak selamanya ada pada si kecil. Menurut dokte...
Membeli makanan padat yang dibekukan kini menjadi pilihan banyak Moms. Namun, jika Moms masuk ke dalam salah satunya Moms perlu mengetahui cara menghangatkan MPASI. Membekukan makanan padat untuk b...