Endometriosis Pada Wanita, Bagaimana Bisa Terjadi?

Senin, 31 Juli 2023 | 16:27 WIB Penulis :


Endometriosis adalah tumbuhnya jaringan endometrium di luar rahim. Kondisi ini menimbulkan peradangan sehingga menjadi salah satu penyebab nyeri pada saat menstruasi. Banyak wanita yang didiagnosis endometriosis merasa cemas dan takut tidak dapat menghasilkan keturunan. Pasalnya, endometriosis juga menjadi salah satu penyebab gangguan fertilitas. Hal ini membuat banyak wanita yang bertanya “apakah wanita dengan endometriosis bisa hamil? atau memang sudah tidak ada kesempatan?”. Untuk menjawab hal tersebut, simak penjelasannya berikut ini.

Bagaimana Endometriosis Bisa Terjadi?

Pertumbuhan endometriosis biasanya paling sering ditemukan di ovarium (indung telur), tuba falopi, sisi depan, belakang, hingga kedua sisi rahim. 1 dari 10 wanita yang berada di usia reproduksi mengalami endometriosis, terutama pada rentang usia 30 – 40 tahun.

Pertumbuhan endometriosis rata-rata beberapa tahun setelah seorang wanita mengalami menstruasi. Pada masa tersebut adalah kondisi di mana hormon estrogen mulai meningkat dan mengalami fluktuasi seiring siklus haid.

Mengingat sel-sel tersebut serupa dengan sel pembentuk dinding rahim maka jaringan endometriosis dapat menebal dan meluruh sesuai siklus haid.

Pertumbuhan endometriosis dapat membuat jaringan di sekitarnya mengalami peradangan, iritasi, hingga mengalami pembengkakan. Jaringan yang meluruh setiap siklus haid ini memicu pembentukan jaringan parut dan adhesi (perlengketan). Adhesi inilah yang terkadang membuat jaringan atau dua organ menempel.

Meski belum diketahui penyebab pasti mengenai kondisi ini namun terdapat beberapa faktor risiko seorang wanita mengalaminya, seperti:

  • Haid pada usia dini.
  • Siklus haid yang pendek.
  • Perdarahan haid yang berlebihan.
  • Memiliki riwayat keluarga dengan endometriosis.
  • Memiliki indeks massa tubuh (IMT) rendah.
  • Belum pernah melahirkan.
  • Terdapat kondisi medis tertentu.
  • Adanya kelainan anatomi saluran reproduksi.

Mengapa Endometriosis Bisa Menyebabkan Wanita Sulit Hamil?

Endometriosis bisa menjadi salah satu penyebab masalah fertilitas. Sekitar 40 persen wanita yang mengalami endometriosis sulit hamil. Hal ini lantaran endometriosis tumbuh di saluran yang menghubungkan indung telur dengan rahim (tuba falopi) sehingga pembuahan tidak dapat dilakukan akibat terhambat jaringan endometrium.

Jaringan endometriosis yang tumbuh di sekitar indung telur juga dapat menghalangi produksi sel telur oleh indung telur (ovarium).

Selain itu, endometriosis bisa memicu terbentuknya jaringan parut yang dapat merusak ovarium. Kondisi ini akan menyebabkan sel-sel ada di dalamnya rusak secara tidak langsung.

Kondisi-kondisi tersebut yang dapat menyebabkan wanita yang didiagnosis endometriosis mengalami susah hamil.

Apakah Endometriosis Bisa Hamil?

Meski endometriosis terjadi pada sistem reproduksi wanita, bukan berarti Anda tidak bisa memiliki keturunan. Pasalnya, wanita yang mengalami endometriosis masih memiliki kesempatan untuk hamil.

Sebuah studi yang diterbitkan World Endometriosis Research Foundation, menyebutkan bahwa 1 dari 3 wanita dengan endometriosis dapat hamil tanpa melalui perawatan kesuburan.

Pengalaman endometriosis bisa hamil juga dibuktikan oleh aktris sekaligus penyanyi, Dea Ananda. Wanita berusia 35 tahun tersebut positif hamil setelah berjuang dengan sejumlah permasalahan yang terdapat pada sistem reproduksi wanita, salah satunya endometriosis.

Dea Ananda diketahui mengalami endometriosis susukan dalam tipe superfisial. Menurut dr. Cynthia Agnes Susanto, BMedSc, Sp.OG, dokter spesialis kandungan yang menangani Dea Ananda, menyebutkan jika endometriosis susukan dalam tipe superfisial ini sulit diketahui melalui USG.

“Jadi kalau (endometriosis) tipe superfisial itu susah (diketahui) di USG. Jadi kita tahunya pas saat laparoskopi,” ujar dr. Cynthia.

Menurut dr. Cynthia, jenis endometriosis susukan dalam yang dialami Dea ditemukan pada saat proses laparoskopi dilakukan untuk mengatasi hidrosalping. Setelah ditemukannya endometriosis, dokter pun memutuskan untuk mengatasi hal tersebut.

“Kita bereskan yang harus dibereskan terus hidrosalpingnya (juga) diangkat,” tambah dr. Cynthia Agnes Susanto, BMedSc, Sp.OG, dokter spesialis kandungan di Pusat Fertilitas Bocah Indonesia.

 

Source : https://bocahindonesia.com/

Artikel Lainnya

Siapa yang tak suka yogurt? Olahan fermentasi susu ini banyak digemari karena memiliki rasa yang menyegarkan dan kaya manfaat. Namun sebagian ibu mungkin merasa ragu memberi yogurt untuk ...

Setiap usia bertambah, ada kemampuan baru yang dimiliki anak. Mulai dari ia bisa tengkurap, duduk, merangkak, merambat, hingga akhirnya berjalan. Nah, selain milestone tersebut, ibu juga tid...

Saat si Kecil demam, Mom pasti langsung merasa resah melihat kondisi si Kecil sehingga terburu-buru memberikan obat penurun panas. Padahal, demam atau panas sebetulnya tidak selalu menunjukkan ko...

Kulit bayi baru lahir memang terkenal lembut dan sensitif. Tapi, ada beberapa bayi yang memang terlahir dengan jenis kulit sensitif. Oleh karena itu, orangtua harus lebih jeli mengenali ciri kulit bay...

WhatsApp ×
Hai Mom, kami siap membantu anda ..
Kami Online
Senin - Jumat : 08:00 - 17:00 WIB
Minggu & Hari Besar kami LIBUR
Jika ada pertanyaan silahkan menghubungi kami 🤗
......................................................