Plasenta anterior sebenarnya cukup sering terjadi pada kehamilan dan bukan termasuk kondisi yang berbahaya untuk janin. Akan tetapi pada beberapa kasus penyebab plasenta anterior juga bisa berisiko me...

Senin, 30 Oktober 2023 | 15:02 WIB Penulis :
Stretchmark dan selulit adalah kata yang sudah sering kali kita dengar, namun tahukah kamu perbedaan dari keduanya? Serta bagaimana cara mengatasinya? Yuk, simak penjelasan dari dr. Astrid Teresa, Sp.KK tentang perbedaan stretchmark dan selulit berikut.
Stretchmark atau striae adalah bentuk jaringan parut pada kulit yang disebabkan oleh robeknya lapisan di bawah kulit atau di bagian dermis kulit. Ketika kulit teregang kemudian mengakibatkan robekan dan pembentukan bekas luka. Ada 2 jenis stretchmark yang pertama adalah striae rubra yang berwarna kemerahan atau yang baru terbentuk, yang kedua adalah striae alba yaitu stretchmark berwarna putih dan biasanya sudah lama.
Secara mikroskopis, stretchmark menunjukkan perubahan kolagen dan elastin yang berkurang, serta terdapat edema dermal atau pembengkakan. Stretchmark awal menunjukkan peningkatan jumlah pembuluh darah dan peradangan, menghasilkan perubahan warna menjadi merah muda hingga keunguan.
Selulit merupakan perubahan permukaan kulit yang ditandai dengan gambaran seperti kulit jeruk, atau terlihat bergelombang akibat kumpulan atau deposit lemak di bawah kulit atau jaringan ikat di bawah kulit sehingga mendorong kulit dan tampak menonjol.
Tidak berbahaya karena pada umumnya stretchmark ataupun selulit tidak mempengaruhi kesehatan. Namun, dapat mempengaruhi kualitas hidup dan dapat menurunkan kepercayaan diri.
Terapi atau perawatan pada stretchmark bertujuan untuk meningkatkan regenerasi kolagen, sehingga dapat memperbaiki tampilan stretchmark dan selulit. Treatment dapat berupa krim topikal, energy based device atau laser serta Platelet Rich Plasma.
Mencegah stretchmark atau selulit bisa dengan cara pertama adalah diet, yaitu pengaturan pola makan. Sebaiknya menghindari diet berkalori tinggi yang mengandung banyak karbohidrat, lemak, garam, yang dapat berkontribusi pada perkembangan lebih banyak selulit.
Source : https://zapclinic.com/
Plasenta anterior sebenarnya cukup sering terjadi pada kehamilan dan bukan termasuk kondisi yang berbahaya untuk janin. Akan tetapi pada beberapa kasus penyebab plasenta anterior juga bisa berisiko me...
Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi atau menghentikan dengkuran selama kehamilan, antara lain: 1. Menggunakan Dilator Hidung (Nasal Dilators) Dilator hidung bukanlah obat sehi...
Beberapa waktu belakangan, beredar video yang menunjukkan 2 orang tengah berbelanja di supermarket kawasan Jakarta Selatan, dengan mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap, berupa baju hazmat, sar...
Anak suka makan yang gurih asin, Moms? Kebiasaan tersebut bisa saja membuat anak terlalu banyak mengkonsumsi garam. Ya, garam memang memberi cita rasa nikmat pada makanan. Namun, mengkonsumsi garam be...
WhatsApp ×