Tahukah Mom, anak usia 18 bulan - 3 tahun sudah memiliki keinginan untuk lebih mandiri dan lebih aktif berkontribusi dalam kesehariannya, lho. Menurut psikolog Erik Erikson, kemandirian vs rasa mal...

Selasa, 19 Agustus 2025 | 16:17 WIB Penulis :
Sugar rush merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika seseorang menjadi terlalu aktif dan tidak bisa diam setelah mengonsumsi gula. Pada anak-anak, kondisi ini bisa terjadi ketika mereka mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung banyak gula, seperti sirop, cokelat, kue, dan es krim.
Meski demikian, fenomena sugar rush pada anak masih menjadi kontroversi dan perdebatan hingga saat ini. Ada yang menyebutkan bahwa asupan gula tidak berkaitan dengan perilaku anak, tetapi ada pula yang menganggap bahwa konsumsi gula terlalu banyak dapat menyebabkan anak mengalami sugar rush.
Sejauh ini, berbagai riset belum dapat memastikan kaitan antara konsumsi gula dengan kondisi sugar rush pada anak. Anak-anak pun tidak menunjukkan gejala hiperaktif hanya karena makan banyak kue, donat, es krim, permen, atau minuman manis.
Anggapan ini mungkin berawal dari sugesti orang tua yang merasa bahwa anaknya menjadi hiperaktif dan tidak bisa diam setelah mengonsumsi kudapan manis. Ketika mendapatkan asupan gula, tubuh anak akan memperoleh energi, sehingga mereka tampak lebih bersemangat dan tidak bisa diam.
Di samping itu, ada faktor lain yang bisa menyebabkan anak hiperaktif, misalnya menderita ADHD. Faktor ini tidak dipengaruhi oleh konsumsi gula berlebih pada anak. ADHD merupakan gangguan perkembangan saraf yang paling sering terjadi pada anak-anak.
Kondisi ADHD pada anak bisa terjadi akibat kelainan genetik dan gangguan otak sejak lahir. Paparan zat beracun, alkohol, atau obat-obatan tertentu selama anak masih di dalam kandungan juga dapat meningkatkan risiko anak terkena ADHD.
Asupan gula memang belum terbukti dapat menyebabkan sugar rush pada anak. Namun, bukan berarti asupan gula berlebihan baik untuk kesehatan anak.
Kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula dalam jumlah besar membuat anak lebih berisiko terkena berbagai penyakit di kemudian hari, seperti:
Oleh karena itu, batasi asupan gula untuk anak agar tidak melebihi 25 gram atau setara dengan 6 sendok teh per hari. Jumlah tersebut sudah termasuk gula yang terkandung dalam makanan atau minuman, bukan hanya gula pasir.
Namun, jika anak suka mengonsumsi makanan manis dan sulit untuk menguranginya, cobalah berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan tips pola makan sehat dan mencegah sugar rush pada anak.
Source :alodokter.com
Tahukah Mom, anak usia 18 bulan - 3 tahun sudah memiliki keinginan untuk lebih mandiri dan lebih aktif berkontribusi dalam kesehariannya, lho. Menurut psikolog Erik Erikson, kemandirian vs rasa mal...
Bayi bingung puting dapat menghambat proses menyusui. Tak perlu gundah, berikut ini cara mengatasi bayi bingung puting yang terbukti efektif. Menyusui adalah cara terbaik untuk memenuhi kebutuhan g...
Kejang demam dapat menimpa anak usia 3 bulan hingga 5 tahun. Namun, umumnya kondisi ini lebih sering dialami oleh anak berusia 1–1,5 tahun. Penyebab kejang demam belum dapat dipastikan. Nam...
Salah satu gangguan yang dapat terjadi karena reaksi alergi adalah biduran. Gangguan yang disebut juga dengan urtikaria terjadi ketika tubuh kamu mengalami ruam warna merah dan muncul secara tiba...
WhatsApp ×