Sesaat setelah bayi lahir, umumnya pihak rumah sakit akan langsung memandikannya. Padahal faktanya, semakin lama Anda menunda waktu mandi pertama bayi Anda yang baru saja lahir, semakin baik hal terse...

Jumat, 12 Desember 2025 | 17:06 WIB Penulis :
Apa Penyebab Ruam Popok Bayi?
Ruam popok adalah iritasi kemerahan pada kulit bokong dan lipatan sekitarnya yang diakibatkan oleh
gesekan dengan kain popok secara berulang dalam waktu lama.
Berikut adalah beberapa faktor penyebab munculnya ruam popok pada bayi:
1. Memakai Popok Kotor Terlalu Lama
Pemakaian popok yang terlalu lama akan membuat kondisi kulit area bokong jadi lembap dan hangat
karena keringat yang tertahan tidak menguap.
Selain itu, sisa-sisa urin dan feses yang menempel di kulit sekitar bokong memicu bakteri berkembang
biak sehingga menyebabkan infeksi dan iritasi pada kulit.
2. Popok Dipakaikan Terlalu Ketat
Dalam memilih popok sebaiknya Bunda sesuaikan dengan umur dan berat badan bayi.
angan sampai memberikan bayi popok yang ukurannya lebih kecil dari seharusnya, sehingga ketika
dipakaikan jadi terlalu ketat.
Popok yang ketat akan bergesekan dengan kulit. Dipakai dalam waktu lama, gesekan langsung pada kulit
secara terus-terusan dapat menimbulkan iritasi dan ruam popok pada bayi.
3. Menggunakan Produk Skincare Baru
Bunda pasti ingin mencoba sesuatu produk baru kepada si Kecil, mungkin karena harganya yang lebih
murah atau memang produk unggulan yang mempunyai kualitas lebih baik.
Namun, ruam popok bayi mungkin juga timbul sebagai reaksi alergi kulit terhadap produk perawatan
yang baru, seperti popok kain, atau lotion dengan merk berbeda dari biasanya.
4. Memiliki Kulit Sensitif
Bayi yang mempunyai kondisi kulit seperti eksim, dermatitis seboroik (craddle cap), atau biang keringat
cenderung mudah mengalami ruam popok.
Jika si Kecil punya masalah kulit ini, konsultasikan dengan dokter dalam merawat kesehatan kulitnya,
sekaligus dalam memilih popok yang tepat.
5. Makan Makanan Baru
Pada beberapa kasus, mengenalkan MPASI bisa menyebabkan bayi diare.
Alasannya, karena pencernaan bayi mungkin belum terbiasa mengolah jenis makanan baru sehingga
mempengaruhi bentuk feses dan frekuensi BAB si Kecil.
Menggunakan popok yang basah karena diare dalam jangka waktu lama dapat memicu bakteri tumbuh di
kulit bokong sehingga menyebabkan iritasi dan infeksi.
6. Efek Samping Antibiotik
Hal ini mungkin terjadi ketika si Kecil sedang sakit. Penggunaan antibiotik menyebabkan ruam karena
dapat membunuh bakteri yang menjaga pertumbuhan jamur.
Selain itu penggunaan antibiotik juga meningkatkan risiko diare. Bahkan jika Bunda sedang meminum
antibiotik dan juga menyusui, bayi berisiko lebih tinggi mengalami ruam popok.
Ciri-Ciri Ruam Popok pada Bayi
Jika diperhatikan, ciri-ciri ruam popok bayi ternyata bukan cuma ruam gatal. Berikut ini adalah ciri-ciri
ruam popok pada bayi yang perlu Bunda ketahui:
? Kulit di area popok seperti bokong, paha, dan alat kelamin memerah.
? Kulit area bokong, lipatan paha, dan sekitar alat kelamin terasa hangat dan tampak bengkak.
? Ada luka lepuh di area kulit yang tertutupi popok.
? Area bokong yang tertutup popok mungkin juga tampak bersisik.
? Bayi sering rewel, terutama ketika di malam hari karena popoknya basah dan tidak diganti.
Bagaimana Cara Mengatasi Ruam Popok pada Bayi?
Sebenarnya ruam popok pada bayi tidak membahayakan, tapi dapat menyebabkan ketidaknyamanan yang
sangat mengganggu bayi.
Berikut ini beberapa cara sederhana yang bisa Bunda lakukan untuk mengurangi gatal-gatal akibat ruam
popok bayi.
1. Jangan Mandikan Bayi dengan Air Hangat
Bayi sebaiknya jangan terlalu sering dimandikan dengan air hangat. Terutama jika kulitnya sedang
mengalami iritasi atau ruam.
Sebab, bersentuhan dengan air bersuhu hangat justru dapat memperburuk peradangan pada kulit bayi.
Suhu air yang hangat juga membuat kulit bayi mudah kering dan memperburuk kondisi seperti eksim.
Itu kenapa memandikan bayi dengan air hangat saat kulitnya masih bermasalah bisa memperparah sensasi
gatalnya.
2. Rutin Mengganti Popok
Salah satu penyebab utama munculnya ruam popok bayi adalah menggunakan popok yang kotor dan
basah terlalu lama.
Oleh karena itu, Bunda harus mengganti popok bayi sesering mungkin untuk meminimalisir kemunculan
ruam. Ganti popok idealnya tiap 4 jam sekali, atau bisa lebih cepat daripada itu jika Bunda sempat.
Jika menggunakan popok sekali pakai (pospak), pertimbangkanlah merk yang mengandung gel penyerap.
Gel ini bekerja sangat efektif untuk menghilangkan kelembapan sehingga kulit bayi terjaga selalu kering.
3. Gunakan Popok Kain
Namun jika pospak adalah penyebab ruam pada bayi, disarankan untuk menggunakan popok kain
sementara waktu.
Penggunaan popok kain dapat menghindari kemungkinan terjadinya ruam yang disebabkan oleh iritasi
karena bahan popok sekali pakai.
Hal yang paling penting, Bunda harus lebih telaten mengganti popok kain dan mencuci popok yang sudah
kotor sampai benar-benar bersih.
Penting untuk mencuci popok kain dengan benat agar tidak menyebabkan iritasi baru akibat residu
kotoran yang mungkin masih menempel atau sisa deterjen yang masih melekat pada kain.
4. Ganti Popok Saat Kulitnya Kering
Setelah Bunda memandikan atau mengganti popok si Kecil, pastikan semua bagian tubuh bayi kering.
Terutama pada bagian bokong dan selangkangan sebelum memakai popok.
Jika masih ada bekas air yang tersisa, kelembapan ini dapat menimbulkan bakteri atau jamur pada area
kulit tersebut.
Selain itu, Bunda harus mengelap bagian bokong bayi yang mungkin muncul ruam secara lembut atau
ditepuk perlahan.
Jangan sampai Bunda menggosoknya secara kasar karena dapat menimbulkan iritasi dan memicu ruam
popok pada bayi.
5. Angin-Anginkan Dulu Sebelum Memakaikan Popok
Untuk mencegah ruam atau agar kondisinya tidak semakin parah, Bunda bisa mendiamkan are kulit
bokong beberapa saat sebelum memakaikan popok.
Memberikan waktu 5-10 menit sebelum memakai popok bisa menjadi cara alami untuk mengeringkan
pantat dan selangkangan pada bayi.
6. Oleskan Lotion Calamine
Jika ruam popok bayi tampak parah, Bunda dapat menggunakan losion calamine atau krim hidrokortison
jika dokter memperbolehkan.
Losion calamine mengandung efek dingin dan kandungan zink oksida yang bisa membantu meredakan
peradangan kulit.
Oleskan losion calamine setelah membersihkan bokong si kecil. Angin-anginkan dulu kulitnya
sampai losion benar-benar meresap dan mengering. Kemudian, pakaikan popok yang baru jika perlu.
7. Oleskan Krim Pelembap
Cara mengatasi ruam popok bayi juga bisa dengan mengoleskan krim atau salep setiap kali mengganti
popok.
Carilah salep atau krim pelembap yang mengandung bahan-bahan pelindung kulit, seperti allantoin,
minyak ikan cod, dimethicone, kaolin, lanolin, petrolatum, talk, dan zink oksida.
Petroleum jelly (petrolatum) dan zinc oksida adalah bahan yang telah terbukti mampu mengatasi ruam
popok.
Namun, pastikan produknya sudah mengantongi izin BPOM dan teruji klinis, ya.
8. Hindari Menggunakan Tisu Beralkohol
Saat mengganti popok, lebih baik Bunda menggunakan bola kapas lembut dan air bersih. Setelah itu,
bersihkan setiap bagian dengan lembut dan perlahan ya, Bun.
Hindari menggunakan tisu yang mengandung alkohol atau wewangian, ya. Karena zat tersebut dapat
membuat kulit yang iritasi menjadi lebih parah.
Pastikan Bunda mencuci tangan sampai bersih sebelum dan sesudah mengganti popok. Mencuci tangan
dapat mencegah penyebaran bakteri ke bagian lain tubuh bayi.
Ciri-Ciri Ruam Popok akan Sembuh
Ruam yang umumnya muncul akibat penggunaan popok akan biasanya sembuh dalam waktu 3–5 hari
setelah diatasi dengan berbagai cara di atas.
Ciri-ciri ruam popok bayi akan sembuh adalah penampakan bintik merah pada kulit yang mulai memudar.
Jika kulit bayi dijaga tetap kering, hal ini dapat mempercepat proses penyembuhan.
Namun jika setelah 5 hari ruam popok masih tetap ada, kemungkinan besar penyebabnya adalah infeksi
jamur atau bakteri. Bunda perlu mengonsultasikan penyakit kulit ini lebih lanjut ke dokter.
Infeksi jamur atau bakteri tidak bisa disembuhkan dengan perawatan rumahan yang sederhana. Infeksi
jamur harus diobati dengan obat antijamur, sedangkan infeksi bakteri harus ditangani menggunakan
antibiotik.
Ingat, Bun. Jangan sungkan untuk konsultasi ke dokter jika kondisi ruam popok bayi tidak kunjung
membaik atau malah memburuk. Bunda juga bisa bertanya lebih lanjut ke Sahabat Bunda tentang cara-
cara perawatan kulit bayi yang tepat, ya!
Source: generasimaju.co
Sesaat setelah bayi lahir, umumnya pihak rumah sakit akan langsung memandikannya. Padahal faktanya, semakin lama Anda menunda waktu mandi pertama bayi Anda yang baru saja lahir, semakin baik hal terse...
Memilih untuk menyusui bayi adalah pilhan personal, begitu juga dengan pilihan kapan untuk berhenti. Mom sendiri yang dapat menentukan kapan waktu yang tepat untuk menyapih anak. Kebanyakan para ko...
Moms masih takut memotong kuku bayi? Berikut ini Orami hadirkan tips dan cara memotong kuku bayi yang aman, agar tidak melukai jari Si Kecil. Cara memotong kuku bayi baru lahir memang berbeda ...
Apa yang Menyebabkan Herpes Anak? Herpes anak sering diakibatkan oleh virus herpes simpleks 1 (HSV-1). Virus herpes simpleks ini dapat menular dengan cukup mudah. Penyebab lainnya yang dapat memicu...
WhatsApp ×