Setelah 6 bulan hanya menerima ASI, anak sudah siap menerima makanan padat. Tapi, ada aturannya, ya. Sistem pencernaannya perlu waktu untuk menyesuaikan diri mencerna makanan dalam bentuk padat. Ada y...

Selasa, 19 Juli 2016 | 09:37 WIB Penulis : Erni Wulandari
Induksi menjadi cara yang sering diambil banyak orang untuk mempercepat kelahiran. Namun, tahukah Bunda bahwa beberapa hal yang membuat Bunda perlu menghindari induksi saat melahirkan. Terdapat bahaya yang mungkin saja mengancam kesehatan Bunda di kemudian hari.
Melakukan induksi dipilih karena waktu kelahiran dianggap tidak sesuai dengan perkiraan. Tahukah Mama bahwa perkiraan tersebut tidak bisa dijadikan patokan Bunda siap melahirkan atau tidak. Bunda tak perlu khawatir jika Bunda belum melahirkan di usia 40 minggu. Waktu melahirkan masih dianggap normal hingga melewati 2 minggu dari usia kehamilan 40 minggu.
Saat mengambil tindakan induksi, ada baiknya Bunda mengetahui apa yang menjadi alasan tindakan induksi. Jika janin masih sehat, tidak ada alasan untuk melakukan induksi. Jika ada masalah dari janin atau kesehatan Bunda, barulah induksi perlu untuk dilakukan. Berbagai penelitian bahkan telah mengungkapkan bahwa induksi membawa risiko dua kali untuk terjadinya operasi caesar.
Ada beberapa risiko yang mungkin Bunda dapatkan saat melakukan induksi yang tidak diperlukan. Masalah selama persalinan seperti demam dan perubahan denyut janin sangat berisiko terjadi sebab janin mengalami kesulitan bernapas. Selain itu, ada pula kemungkinan bayi lahir dengan berat badan rendah. Risiko untuk masuk ke ruangan NICU selepas lahir juga terjadi. Biasanya hal tersebut disebabkan oleh bayi kuning.
Proses kelahiran juga menjadi lebih menyakitkan dan berkepanjangan. Kontraksi yang terlalu kuat dan terlalu dekat membuat janin kesulitan bernapas sehingga kontraksi jadi tidak efektif. Induksi juga membuat Bunda tidak siap secara fisik maupun emosi sebab tidak ada sinyal alami yang dialami oleh tubuh.
Risiko yang ditimbulkan juga jangka panjang. Bunda sangat mungkin mengalami infertilitas karena kerusakan rahim. Obat-obat yang digunakan saat induksi juga turut merusak dan mengurangi kesuburan rahim. Maka, ada baiknya Bunda menghindari induksi saat melahirkan jika tidak ada kondisi yang mendesak. Bunda perlu bertanya kepada tenaga kesehatan sebelum melakukan berbagai tindakan saat persalinan termasuk induksi.
Setelah 6 bulan hanya menerima ASI, anak sudah siap menerima makanan padat. Tapi, ada aturannya, ya. Sistem pencernaannya perlu waktu untuk menyesuaikan diri mencerna makanan dalam bentuk padat. Ada y...
Bayi yang memiliki rambut dan alis tebal memang semakin menggemaskan ya, Moms. Namun kebanyakan bayi belum memiliki banyak rambut dan alis, karena umumnya rambut dan alis baru tumbuh tebal ketika usia...
pabila baby bottle tooth decay pada bayi dibiarkan tanpa pengobatan, infeksi yang diikuti oleh rasa nyeri bisa terjadi. Bahkan, gigi yang mengalami kerusakan parah bisa saja dicabut. Jika gi...
Ikan merupakan salah satu bahan makanan yang mengandung sumber protein tinggi yang baik untuk makanan pendamping ASI (MPASI) Si Kecil. Namun, tidak semua ikan boleh dikonsumsi karena beberapa jenis me...
WhatsApp ×