Ada berbagai bentuk interaksi dan permainan yang bisa Moms stimulasi untuk bayi usia 8 bulan setiap hari di rumah. Jika hal ini rutin dilakukan, maka tumbuh kembang bayi akan lebih optimal. Tentu saja...

Selasa, 26 Januari 2021 | 17:20 WIB Penulis :
Orang tua pasti punya naluri untuk selalu melindungi anaknya, terutama yang masih balita. Saking besarnya naluri itu, sebagian bahkan selalu memakaikan alas kaki ketika si Kecil bermain. Padahal, ada banyak manfaat telanjang kaki yang bisa diperoleh balita.
Anak di usia balita memang lagi rajin-rajinnya mengeksplorasi lingkungan, baik di dalam hingga ke luar rumah. Nah, salah satu bentuk proteksi yang dilakukan oleh orang tua adalah dengan selalu memakaikan alas kaki kepada anaknya.
Memakai alas kaki memang penting bagi si Kecil untuk mencegah cedera pada kaki. Misalnya terinjak benda tajam, luka bakar akibat lantai/jalan yang panas, atau transmisi jenis parasit tertentu seperti cacing tambang.
Akan tetapi, sebenarnya alas kaki tidak perlu digunakan setiap saat. Di dalam rumah atau di tempat-tempat lain yang diyakini bersih dan aman, anak sebenarnya tidak perlu menggunakan alas kaki.
Mengapa demikian? Ternyata banyak manfaat telanjang kaki bagi perkembangan serta kesehatan bayi dan balita.
Jadi, apa saja sih manfaat berjalan tanpa alas kaki? Berikut ini beberapa di antaranya:
Telanjang kaki ternyata dapat mengoptimalkan perkembangan kaki. Pada usia balita, proses pertumbuhan dan perkembangan terjadi secara pesat.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa penggunaan sepatu yang terlalu sempit atau sol sepatu yang tidak fleksibel akan menyebabkan perkembangan kaki balita tidak optimal.
Terdapat banyak sekali serabut saraf di permukaan telapak kaki dan ujung-ujung jari kaki. Serabut saraf itu terutama untuk menerima stimulasi rangsangan taktil.
Rangsangan taktil ini penting agar balita memiliki memori sensoris untuk mengenali berbagai jenis permukaan, seperti licin, kesat, kasar, berpasir, berkerikil, basah, dan kering.
Sejalan dengan ulasan sebelumnya, serabut saraf kaki tidak hanya memiliki reseptor terhadap rangsangan taktil, tapi juga dapat mengenali suhu dan nyeri. Perangsangan serabut saraf tersebut akan lebih optimal jika anak sering bermain tanpa alas kaki.
Selanjutnya, ternyata sering nyeker juga dapat melatih keseimbangan balita saat berjalan. Keseimbangan dalam tubuh ditentukan oleh berbagai organ, yaitu otak kecil, vestibular (organ di dalam telinga), dan mata.
Nah, salah satu input untuk koordinasi keseimbangan tersebut adalah rangsangan taktil yang didapat dari kaki. Jadi, anak yang sering mendapatkan rangsangan taktil akan memiliki keseimbangan yang lebih baik.
Sejalan dengan kemampuan keseimbangan yang baik, perkembangan motorik—terutama motorik kasar—juga sangat dipengaruhi oleh keseimbangan. Anak yang memiliki keseimbangan yang baik juga akan memiliki kemampuan motorik kasar yang lebih baik.
Begitu pula sebaliknya, anak dengan gangguan keseimbangan akan lebih sulit mencapai perkembangan motorik kasar yang baik.
Anak yang punya kemampuan motorik yang baik tentu akan lebih aktif bergerak dibandingkan anak dengan kemampuan motorik yang tak optimal atau keterlambatan perkembangan motorik.
Selain itu, kondisi tanpa alas kaki juga akan membuat anak merasa lebih bebas berjalan dan berlari dibandingkan dengan menggunakan alas kaki yang kurang stabil, seperti sandal.
Telanjang kaki juga dapat melatih kewaspadaan pada anak. Sebaiknya, orang tua mengajarkan kepada anak hal-hal apa yang perlu dihindari ketika berjalan tanpa alas kaki.
Misalnya, genangan air, lantai basah, kotoran, duri, batu, dan tantangan lainnya. Hal ini tentunya akan melatih kewaspadaan si Kecil terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya.
Anak yang berjalan keluar tanpa alas kaki juga perlu diajarkan tentang kebiasaan untuk mencuci kaki sebelum masuk ke rumah atau naik ke tempat tidur. Ini akan melatih anak untuk menjaga kebersihan sehingga mereka akan lebih peduli pada kebersihan diri dan lingkungan.
Jadi, tak ada salahnya membiarkan si Kecil sesekali nyeker, karena banyak manfaat telanjang kaki bagi perkembangan mereka. Yang penting, pastikan area yang dieksplorasi aman dan Anda tetap mengawasi mereka.
Source: klikdokter.com
Ada berbagai bentuk interaksi dan permainan yang bisa Moms stimulasi untuk bayi usia 8 bulan setiap hari di rumah. Jika hal ini rutin dilakukan, maka tumbuh kembang bayi akan lebih optimal. Tentu saja...
Pijat payudara adalah salah satu teknik untuk menjaga kesehatan payudara termasuk identifikasi tanda kanker, melancarkan aliran darah, menjaga bentuk payudara, dan sebagainya. Ketahui teknik pijat pay...
Menangis merupakan salah satu cara bayi untuk berkomunikasi. Namun, jika tangisan bayi tidak kunjung berhenti dalam waktu yang cukup lama, bisa jadi ia sedang berada di fase purple crying. Apakah...
Perubahan cuaca yang kerap terjadi terutama saat perubahan musim, mungkin membuat siapapun mengalami masuk angin. Terlebih bayi yang belum memiliki daya tahan tubuh yang cukup baik, akan lebih besar k...
WhatsApp ×