Di Indonesia, jumlah pasien yang terinfeksi virus Corona atau COVID-19 terus bertambah. Agar tingkat penyebarannya tidak semakin parah, pemerintah menyarankan masyakarat untuk tetap berada di rumah da...
Rabu, 02 Maret 2022 | 12:55 WIB Penulis :
Bila ingin memperoleh manfaat gadget dan terhindar dari berbagai risiko yang mungkin ditimbulkannya, sebaiknya Anda memperhatikan hal-hal berikut ini.
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, penggunaan media teknologi tidak dianjurkan di usia balita atau sebelum memasuki masa prasekolah.
Selain karena berisiko membuat anak terlambat bicara, mengenalkan gadget pada anak balita dapat mengganggu perkembangan sosialnya.
Anak masih belum bisa menyaring hal yang baik dan buruk dari smartphone. Oleh sebab itu, pastikan penggunaannya tetap dalam pengawasan orangtua.
Melansir dari PBS Parents, penggunaan handphone atau tablet oleh anak tanpa pengawasan sebaiknya baru dimulai saat anak sudah menginjak usia 11 atau 13 tahun.
Mengutip situs American Psychological Association, berikut durasi penggunaan gadget yang disarankan pada anak sesuai usia.
Di samping membatasi durasi penggunaannya, Anda juga perlu memperhatikan dan mengawasi konten yang anak akses.
Usahakan perbanyak konten-konten yang edukatif, seperti berlatih pelajaran sekolah atau mempelajari pengetahuan umum.
Pastikan pula ia tidak mengakses konten-konten porno, konten kekerasan, dan hal-hal buruk lainnya.
Untuk menjaga hubungan dan komunikasi Anda dengan anak, sebaiknya menggunakan gadget bersama-sama dan membahas tentang apa yang diakses.
Misalnya bersama-sama bermain game online, menonton video, mendengarkan musik dan sebagainya.
Dari sini Anda tetap bisa membangun kedekatan dengan anak dan menyisipkan nasihat-nasihat yang bermanfaat untuknya.
Agar anak terhindar dari risiko-risiko seperti kelebihan berat badan, pastikan Anda memberikan kegiatan fisik untuknya.
Ini juga membantu mengasah perkembangan motorik anak.
Berikan jadwal yang rutin untuk anak berolahraga, bermain dengan teman di taman, atau aktivitas fisik lainnya.
Mengenalkan gadget pada anak dapat membatasi waktunya untuk berinteraksi dengan keluarga.
Oleh sebab itu, pastikan Anda menyisihkan waktu untuk berkumpul bersama-sama, misalnya saat makan siang atau makan malam.
Pada saat berkumpul, pastikan Anda dan anak-anak tidak mengakses gadget agar fokus berinteraksi dengan keluarga secara langsung.
Di samping menyediakan quality time bersama keluarga, pastikan pula Anda menghentikan penggunaan gadget pada anak sebelum jam tidur.
Tujuannya agar anak tetap memperoleh jam tidur yang cukup dan melakukan persiapan sebelum tidur seperti menggosok gigi, ganti baju, dan membersihkan kamar.
Agar proses mengenalkan gadget pada anak dapat berjalan sesuai rencana, Anda sebagai orangtua perlu menjadi contoh yang baik bagi anak-anak.
Jika Anda membatasi anak menggunakan alat tersebut, sebaiknya Anda juga menerapkan hal yang sama pada diri sendiri.
Apalagi anak sebenarnya meniru kebiasaan orangtua. Jadi, ketika bersama anak sebaiknya Anda fokus dan tidak teralihkan oleh urusan gadget.
Source: hellosehat.com
Di Indonesia, jumlah pasien yang terinfeksi virus Corona atau COVID-19 terus bertambah. Agar tingkat penyebarannya tidak semakin parah, pemerintah menyarankan masyakarat untuk tetap berada di rumah da...
Apa yang Menjadi Penyebab Mutism? Masih belum diketahui secara pasti apa yang menjadi faktor SM tersebut. Namun para ahli perkembangan anak dan peneliti yang tergabung dalam APA berpendapat bahwa k...
Moms pernah mengalami betapa sulitnya membujuk Si Kecil untuk tidur siang? Anak tak mau tidur siang termasuk masalah yang kerap terjadi. Bahkan mungkin Si Kecil akan tantrum ketika Moms memb...
Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M Faqih mengungkapkan angka kematian anak yang terpapar virus corona (Covid-19) di Indonesia menduduki peringkat tertinggi di Asia tenggara ata...