Ini Loh, Faktor Risiko yang Memicu Terjadinya Radang Gusi pada Anak

Jumat, 29 Juli 2022 | 16:22 WIB Penulis :


Faktanya, gingivitis termasuk ke dalam penyakit periodontal yang sifatnya tidak merusak. Tetapi, tidak adanya penanganan menyebabkan gangguan mulut ini berkembang menjadi periodontitis. Kondisi ini serius bahkan mengakibatkan anak kehilangan gigi. Ini alasan ibu perlu membiasakan anak untuk menjaga kebersihan giginya.

Ya, penumpukan plak bakteri di antara dan di sekitar gigi menjadi penyebab terjadinya radang gusi. Plak memicu respons imun yang menyebabkan kerusakan jaringan gingiva atau gusi. Plak gigi adalah biofilm yang terakumulasi secara alami pada gigi. Hal ini terbentuk oleh bakteri yang masuk dan mencoba menempel pada permukaan gigi yang sifatnya halus.

Baca juga: 5 Penyebab Radang Gusi yang Bikin Sulit Makan

Secara alami, bakteri ini membantu melindungi mulut dari kolonisasi mikroorganisme yang berbahaya. Meski begitu, plak pada gigi menyebabkan kerusakan gigi, seperti radang gusi, dan masalah gigi dan mulut lainnya. Ketika plak tidak diangkat secara menyeluruh, ia mengeras dan membentuk karang gigi dengan warna khas kuning. Pada akhirnya, bersama dengan karang gigi, plak mengiritasi gusi dan menyebabkan peradangan di area sekitar gusi yang membuat gusi mudah berdarah.

Lalu, Apa Saja Faktor Risiko yang Memicu Terjadinya Radang Gusi pada Anak?

Ibu perlu tahu radang gusi umum terjadi dan bisa menyerang siapa saja, termasuk anak-anak. Faktor-faktor ini perlu ibu cermati, karena bisa meningkatkan risiko anak mengalami gangguan mulut dan gigi ini.

  • Tidak menjaga kebersihan mulut dan gigi, dalam hal ini malas menggosok gigi.

  • Mulut yang berada dalam kondisi kering.

  • Asupan nutrisi yang tidak memadai, terlebih vitamin C.

  • Memiliki imunitas tubuh yang rendah.

  • Faktor genetika atau keturunan.

  • Penggunaan peralatan gigi yang tidak sesuai.

  • Gigi bengkok.

 

Source : Halodoc.com

Artikel Lainnya

Sejak Oktober 2021 lalu, kegiatan belajar mengajar sudah mulai kembali dicoba secara perlahan. Anak-anak kembali hadir ke sekolah dan bertemu dengan guru serta teman-temannya.  FullscreenKini ...

Apakah  Bunda bertanya-tanya mengapa anak bertubuh pendek, padahal orangtuanya tinggi? Wajar enggak sih tubuhnya yang pendek itu? Sebelum mengambil kesimpulan apa pun, Bunda dan Ayah perlu mel...

Anak menjadi salah satu kelompok yang rentan terinfeksi COVID-19. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mencatat bahwa angka kasus COVID-19 pada anak di Indonesia kini menjadi yang tertinggi di Asia. An...

Saat anak tumbuh gigi, ia cenderung senang mengisap jempolnya. Hal ini terjadi secara alamiah untuk menenangkan rasa tak nyaman akibat gigi yang mau tumbuh. Lepas dari periode mengisap jempol, ternyat...

WhatsApp ×
Hai Mom, kami siap membantu anda ..
Kami Online
Senin - Jumat : 08:00 - 17:00 WIB
Minggu & Hari Besar kami LIBUR
Jika ada pertanyaan silahkan menghubungi kami 🤗
......................................................